China Hajar Arema 5-0
April 20, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Arema Indonesia hancur lebur di kandang Shandong Luneng dalam penyisihan Grup G Liga Champions Asia. Singo Edan yang sempat bermain imbang saat menjamu Emanuel Obina dkk di Malang, harus takluk 5-0. Tim tuan rumah langsung menguasai laga sejak menit awal.Arema yang tampil dengan kiper keempat, Aji Saka nyaris kebobolan di menit 12.Arema masih bernafas lega karena Aji Saka mementahkan sundulan terarah Emanuel Obina.
Ancaman demi ancaman terus mengalir ke jantung pertahanan Arema. Akhirnya pertahanan Aji Saka bobol melalui Deng Zhuoxiang yang berlari dari belakang menyambar bola yang tidak sempurna dikontrol Obina.
Unggul 1-0, pasukan Branko Ivankovic semakin termotivasi.Sebelum jeda, sebuah umpan silang kembali membuat Aji Saka kalang kabut. Dengan mudah Obina meneruskan umpan dengan back heel mengecoh penjaga gawang keempat Arema itu.Sebelumnya gol juga nyaris terjadi, namun Leonardo Tupamahu masih bisa menghalau keluar bola yang meluncur ke gawang yang sudah tak terkawal Aji Saka.
Arema yang tampil tanpa Noh Alam Shah, dan kiper Meiga Kurnia hanya mengandalkan serangan balik cepat. Namun koordinasi yang kurang baik membuat serangan yang dibangun selalu mentah.
Shandong Luneng justru semakin leluasa mengacak-acak lini belakang Arema.Hasilnya, di babak kedua tim tuan rumah sukses menambah pundi-pundi gol. Melalui Han Peng (72’), Mirahmetjan Muzepper (82’), dan pesta gol Shandong Luneng ditutup aksi Wang Yongpo di masa injury time.
Dengan hasil ini, untuk sementara Shandong Luneng bertengger di puncak klasemen dengan tujuh poin, sedangkan Arema tetap di posisi juru kunci dengan satu poin hasil empat kali bertanding.
Persib Siap Perpanjang Rekor Kekalahan PSPS
April 16, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Arsitek Persib Bandung Daniel Roekito bertekad untuk mempermalukan PSPS Pekanbaru. Daniel mengaku akan kembali mempercayakan skuad utama Persib untuk memperpanjang rekor kekalahan PSPS, saat bertemu Senin (18/4/2011). Saat ini, kedua tim mengantongi jumlah kekalahan yang sama, sembilan kali.
Di klasemen sementara, Maung Bandung –julukan Persib– unggul lima tingkat dari pasukan Abdurahman Gurning. Kekalahan yang diderita Askar Bertuah –julukan PSPS– dari Arema FC dengan skor 4-2, Jumat (15/4/2011), juga membuat juru taktik Daniel yakin pasukannya mampu melibas PSPS.
“Ketika lawan Arema, mereka (PSPS, red) bermain terbuka. Tapi, kekalahan mereka harus tetap kita waspadai,” ungkap Daniel usai memimpin latihan Matsunaga Shohei cs di Stadion Siliwangi, Sabtu (16/4/2011).
Meski Arema berhasil memenangi laga tersebut, menurut Daniel, cara bermain anak-anak Pekanbaru cukup baik karena mampu mencetak dua gol. Lebih lanjut, lelaki yang mengawali karier sepakbola di PSIR Rembang ini melihat kekuatan calon lawan yang dihadapi tidak bisa dianggap remeh.
“Pemain asing mereka dari lini belakang, tengah dan depan serba bagus,” terangnya.
Bermain di kandang sendiri, Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Daniel meminta anak asuhnya tidak cepat puas. Mantan pembesut Persik Kediri ini menginginkan dua kemenangan atas Bontang FC dan Persisam Samarinda tidak membuat Maman Abdurrahman cs besar kepala.
“Jujur saja, saya senang lawan tim yang bermain terbuka. Tapi, kita tidak boleh terlena atas dua kemenangan lalu. Pemain jangan cepat puas,” tegasnya. Kick off Persib vs PSPS dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) di SJH rencananya disiarkan pukul 15.25 WIB.
Persib tentu ingin berjuang melanjutkan tren positif. Kemenangan akan membawa Maung Bandung ke papan atas meski klub ISL lainnya masih bisa menggusur Persib. Sementara PSPS yang mengantongi poin 21 baru memenangi 6 pertandingan, 3 seri dan 9 kalah.
Pemain Jeonbuk Hyundai Motors Tak Full Time, Arema Merasa Beruntung
March 15, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Arema Indonesia merasa diuntungkan dengan tidak turunnya sejumlah pemain kunci Jeonbuk Hyundai Motors. Singo Edan pun merasa yakin bisa mengimbangi klub elit Korea Selatan tersebut.
Arema akan menghadapi Jeonbuk dalam lanjutan Liga Champions Asia (LCA). Laga akan dihelat di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Rabu (16/3/2011).
“Kita diuntungkan dengan tim lawan tak main full team, karena enam pemain pilar mereka tidak diturunkan,” ujar Pelatih Arema Indonesia, Mirolav Janu.
Janu mengakui, dirinya baru dua hari ini mempelajari permainan Jeonbuk melalui rekaman video ketika mereka bermain melawan tim asal China, Shandong Luneng. Meski demikian, hal itu menjadi modal besar bagi dirinya untuk mengetahui kekuatan lawan.
“Jeonbuk lebih bagus dari Cerezo, kita bisa lihat dari permainan mereka sebelumnya,” ungkapnya.
Menurutnya, Jeonbuk adalah tim kuat dengan didukung materi pemain handal serta mempunyai kualitas tinggi. Tempo permainan cepat yang sering mereka peragakan bisa menjadi ancaman bagi timnya.
“Komposisi pemain mereka lebih bagus dari kami,” akunya.
Sementara terkait kemelut yang melanda kubu Arema saat ini, Janu menganggap semua ini sebagai sebuah ironi. Pasalnya, di tengah Arema akan menghadapi laga besar, kendala finansial justru menjadi ganjalan tim untuk maju.
“Ini soal finansial, dan merupakan hak pemain untuk melakukan apa saja. Ini sungguh ironi, menurut saya,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Janu juga mengungkapkan, dirinya tak dapat berbuat banyak atas keputusan para pemain terkait masalah gaji. Dirinya juga tidak bisa memastikan siapa saja pemain yang bakal ikut latihan sore ini di Stadion Kanjuruhan, serta dalam pertandingan besok.
“Saya tak tahu siapa yang nanti mau ikut latihan ataupun main pada pertandingan besok,” keluhnya.
Janu telah mempersiapkan pemain pengganti menyusul rencana hengkangnya ketiga pemain pilar.
“Sudah kita siapkan, siapa yang akan mengganti. Kalau depan bisa Yongki dan Sunarto,” tuturnya.
Pelatih Jeonbuk, Choi Kang-Hee, mengakui, jika kini timnya tengah melakukan pemulihan usai pertandingan Minggu kemarin. Sampai saat ini anak asuhnya tak terpengaruh terkait cuaca di Kabupaten Malang.
“Kalau capek memang iya, karena kita habis main Minggu kemarin. Sekarang dalam tahap pemulihan,” jelasnya terpisah.
Menurutnya, pertandingan besok merupakan laga penting bagi Jeonbuk. Timnya ingin makin memantapkan posisi di klasemen sementara.
“Pastinya kita mau tambah poin dari pertandingan besok,” bebernya.
Choi mengakui bahwa Arema juga merupakan tim kuat. Hal itu dia ketahui saat Arema berlaga melawan Cerezo Osaka beberapa waktu lalu. Namun, saat ditanya soal krisis keuangan yang melanda Arema, Choi mengaku tak tahu.
“Saya tidak tahu soal finansial di Arema, tapi terkait tim saya tahu,” katanya.
Arema Bersedia Kunjungi Persipura Dengan Jaminan
March 5, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Setelah sempat menolak berangkat ke Papua karena ruwetnya pembayaran gaji, akhirnya pemain Arema Indonesia melunak. Sabtu (5/3/2011) pagi, sejumlah punggawa Singo Edan akhirnya terbang ke Makassar setelah menerima jaminan bahwa gaji bakal dibayar.
Rombongan yang dikomando kapten tim Noh Alam Shah menuju Makassar untuk bergabung dengan Manager-Coach Miroslav Janu dan lima pemain lainnya. Selanjutnya, mereka bakal langsung terbang ke Jayapura untuk persiapan laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) kontra Persipura, Senin (7/3/2011).
Sikap pemain yang kembali rela menelan janji ini melegakan manajemen tim berlogo kepala singa. Bagaimana tidak, jika pemain tetap tak memutuskan berangkat ke Papua, maka Arema bakal mendapatkan sanksi karena tidak bermain di Stadion Mandala.
“Pemain sudah bersedia berangkat ke Papua. Kami sangat berterima kasih karena bagaimana pun Arema terancam sanksi kalau tidak bertanding,” ucap Media Officer Arema FC Sudarmaji. Pemain sendiri mendapat jaminan gaji bakal dibayar paling lambat Selasa pekan depan.
Informasi yang diperoleh HATTRICK, untuk membayar gaji pemain dua bulan itu paling tidak membutuhkan dana Rp800 juta. Namun belum diperoleh kabar akurat darimana klub mendapat nominal itu dalam waktu singkat. Rumor yang berkembang, sementara kebutuhan itu ditanggung Presiden Kehormatan Arema FC Rendra Kresna.
Selesai? Jelas belum. Pemain mungkin sudah bersedia terbang ke Papua untuk bertanding kontra Mutiara Hitam. Masalahnya justru ada di mental pemain yang rusak sepulang dari Jepang, akibat kekalahan 1-2 dari Cerezo Osaka di ajang Liga Champions Asia. Selain psikis yang tidak stabil, persiapan teknis tim pun berantakan.
Sejatinya pada Jumat kemarin, pemain menggelar latihan di Makassar untuk persiapan menuju Papua. Nyatanya pemain tidak sempat terbang ke Makassar sehingga jadwal latihan terpaksa terhapus dan pemain langsung terbang ke Papua.
Ini jelas bukan sinyal positif bagi sebuah klub sebelum bertanding. “Kita tahu kondisi psikis pemain mungkin tidak menguntungkan. Tapi semua pemain berkomitmen menunjukkan penampilan terbaik dan bertekad mendapatkan poin,” lanjut Sudarmaji.
Miroslav Janu sendiri masih juga enggan berkomentar tentang kondisi anak asuhnya. Pelatih asal Republik Ceska ini juga dalam kondisi yang dilematis. Ia tak banyak bersuara terkait pembayaran gaji. Ini berbeda dengan pelatih Arema sebelumnya Robert Rene Albert yang tak henti berkoar saat hak pemainnya belum diberikan.
Menghadapi Persipura, Arema diperkirakan tak banyak mengubah format tim seperti di Osaka lalu. Hanya saja, Miro sepertinya bakal langsung menurunkan pemain anyar Roman Golian. Rekan akrab Roman Chmelo ini dihadirkan untuk mengganti posisi Pierre Njanka.
Sedangkan sosok Hendra Ridwan juga terbilang penting dalam pertandingan nanti. Pemain bertahan ini sempat membela Persipura dan bisa dimintai rujukan soal kekuatan milik Jacksen F Tiago. Ia juga hafal dengan karakter permainan anak-anak Jayapura.
Arema benar-benar bakal menghadapi lawan berat, karena Persipura sendiri tengah dalam kondisi prima secata mental. Boaz Solossa dan kawan-kawan sedang bergairah karena sebelumnya menahan South China 1-1 di ajang Piala AFC.
Di Liga Champions Asia 2011, Arema Hanya Kalah Tipis dari Cerezo
March 2, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Arema Indonesia gagal meraih poin saat bertandang ke markas Cerezo Osaka di laga pembuka babak penyisihan Grup B Liga Champions Asia. Ahmad Bustomi dkk harus menyerah dengan skor tipis 2-1, Rabu (2/3/2011). Pertarungan sengit di lini tengah mewarnai laga yang berlangsung di Stadion Nagai. Kubu Arema sendiri lebih banyak mendapat tekanan di sepuluh menit awal.
Pada menit ke-13 Arema tidak bisa menghidar dari nasib sial. Sebuah gol bersarang di gawang Achmad Kurniawan. Berawal dari sebuah serangan balik cepat, Takashi Inui melepaskan upan silang terukur ke tengah lapangan dan langsung disambut tandukkan oleh Rodrigo Pimpao. Tuan rumah unggul 1-0.
Dalam kondisi tertinggal ‘Singo Edan’ berusaha tetap bermain tenang. Hasilnya, pada menit ke-30 sebuah peluang emas berhasil didapatkan melalui Ahmad Amiruddin. Penyerang bernomor punggung sepuluh itu lolos dari jebakan offside, sayang penyelesaiannya yang tidak sempurna gagal mengubah keadaan.
Carezo sendiri sempat menciptakan beberapa kesempatan jelang turun minum. Namun lemahnya penyelesaian akhir memaksa mereka harus puas menutup paruh waktu awak dengan keunggulan satu gol saja.
Arema berhasil memberikan kejutan kepada Cerezo di awal babak kedua. Bomber asal Singapura, Nooh Alam Shah mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1, melalui titik putih di menit 50 setelah pemain Cerezo melakukan hand ball.
Kondisi itu rupanya membuat Cerezo panas. Mereka lalu sekuat tenaga melancarkan serangan ke daerah pertahanan Arema. Sejumlah peluang sempat tercipta, meski masih bisa diselamatkan oleh penjaga gawang.
Arema akhirnya tidak bisa menghindar dari petaka pada menit ke-75. Berawal dari free-kick dari sisi kiri lapangan, bola yang melintas di muka gawang disambar oleh Pimpao hingga masuk sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-1.
Belum puas dengan keunggulan itu, Cerezo terus melancarkan serangan. Namun pada menit ke-80 Arema yang berhasil mengancam. Nooh Alam Shah mendapat umpan matang di depan kotak penalti lawan, sialnya kiper Jin-Hyeon Kim juga sudah siap menghalau.
Hingga pertandingan selesai skor 2-1 untuk Cerezo tetap bertahan. Dengan demikian wakil Jepang tersebut berhak memuncaki klasemen sementara grup G dengan torehan tiga poin, Sementara Arema duduk di tempat ketiga di bawah Joenbuk Motors yang pada laga lain meraih kemenangan tipis 1-0 atas Shandong Luneng.
Susunan Pemain
Cerezo Osaka – Kim Jin Hyeon, Teruyuki Moniwa, Masaki Chugo, Takashi Inui, Rodrigo Pimpao, Martinez, Yusuke Maruhashi, Kim Bo Kyung, Daisuke Takahashi, Taikai Uemoto, Shu Kurata
Arema Indonesia – Achmad Kurniawan, Purwoko Pratomo, Zulkifli Syukur, Muhammad Ridhuan, Benny Wahyudi, Waluyo, Chmelo Roman, Ahmad Amiruddin, Esteban, Ahmad Bustomi, Noh Alam Shah
Okto: “Tak Ada Senioritas di Timnas U-23″
January 25, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola - Bintang timnas Indonesia Oktovianus Maniani menjadi salah satu pemain yang paling mentereng namanya ketimbang 24 pemain lain yang tergabung dalam skuad timnas U-23. Meski demikian, Okto tak lantas menjadi besar kepala dengan statusnya sebagai seorang bintang.
Ya, Okto yang baru berusia 20 tahun memang secara otomatis masuk dalam timnas U-23 untuk Pra Olimpiade 2012, karena sebelumnya sudah tampil bersama timnas senior di AFF Suzuki Cup 2010, Desember silam. Selain Okto, sejumlah jebolan timnas senior lain yang juga masuk skuad adalah dua pilar Arema Indonesia, Yongki Aribowo (striker) dan Kurnia Meiga (kiper).
Jika biasanya mereka berlatih bersama dengan sejumlah pemain bintang macam Firman Utina, Maman Abdurahman dan Bambang Pamungkas, namun kini Okto harus berlatih bersama pemain-pemain yang notabene belum terkenal. Meski begitu, Okto mengaku cukup enjoy bermain dengan para pemain muda ini.
“Bagi saya pribadi tidak ada masalah, sebab tim ini pemainnya hampir seumuran semua dengan saya. Jadi, tidak ada kesulitan buat saya. Lagipula, saya juga sudah tahu mereka dan biasa bermain dengan mereka,” ujar Okto.
Winger lincah Sriwijaya FC ini juga membantah adanya senioritas di tim U-23. “Enggak, enggak, di sini semuanya sama rata. Kita semua saling membantu untuk menunjukkan kualitas kepada pelatih,” tandas winger yang sempat mendapat teguran dari pelatih Alfred Riedl menyusul kartu merah yang diterimanya akibat menanduk wasit, saat Sriwijaya FC dikalahkan Persisam Putra Samarinda 1-4, akhir pekan kemarin.
Panpel Arema Bantah Dakwaan Menyuap Komdis
February 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Malang Laga Bola – Dijatuh skorsing selama 20 tahun, Ketua Panpel Arema Indonesia Abdul Haris pun membantah keras dakwaan dirinya berniat melakukan penyuapan kepada Komdis dan pencemaran nama baik. Kalau perlu dia siap sumpah pocong. Haris mengaku isi rekaman pembicaraan dirinya dengan radio lokal dalam acara talkshow tersebut bukan membeberkan pihaknya telah melakukan suap atau mencoba melakukan suap.
“Saya memang mengatakan seperti yang ada dalam rekaman, tapi itu bukan berarti itu benar adanya. Apa yang ada dalam transkrip tersebut merupakan salah interpelasi bahasa,” jelas Haris.
Haris membeberkan bahwa dirinya memang pernah menghubungi Hinca Panjaitan sebelum sidang Komdis untuk pengajuan PK (Peninjauan Kembali) dari Arema atas sanksi satu kali pertandingan tertutup buat Arema dan denda sebesar Rp 50 juta.
“Saya juga pernah menghubungi Pak Hinca sebelum sehari sebelum sidang komdis melalui telpon. Dalam pembicaraan itu saya meminta adanya bantuan dari komdis untuk meringankan beban sanksi. Semua itu bertujuan demi Aremania,” terang Haris.
Haris akan menempuh langkah banding serta PK (Peninjauan Kembali) atas sanksi yang diberikan kepada dirinya oleh komdis. Dia juga menilai sanksi tersebut tidak berdasar. Selain itu Haris menegaskan, sebagai langkah terakhir jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, dirinya berani menjalani sumpah pocong. “Langkah terakhir akan saya lakukan adalah sumpah pocong, karena saya tidak ada niat melakukan itu,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu Haris juga membeberkan kronologi dirinya dalam acara talkshow di radio lokal Malang yang kemudian memuat transkrip pembicaraan itu. Munculnya kata ‘Komisi’ 10 persen itu terjadi ketika dirinya menjawab pertanyaan dari pembawa acara.
Tentang apa saja pembicaraan yang terjadi saat sidang komdis. “Pada waktu itu saya jawab, Bapak Alfred wakil ketua komdis mengatakan pertandingan Arema menjamu Persema dapat 1 miliar. Jika 10 persennya sudah berapa itu. Itu kata pak Alfred dengan bergurau saat mengawali sidang,” tutur Haris.
Perkataan itu, lanjut Haris, kembali dia utarakan pada saat talkshow di radio tersebut. Dia sendiri sempat menjawab pertanyaan pembawa acara untuk apa 10 persen dari pendapatan tiket sebesar Rp 1 miliar. “Waktu itu saya jawab mungkin dibagi-bagi dengan anggota komdis,” kata Haris seraya mengaku perkataan itu dengan nada bergurau buka serius.
Haris menambahkan, pada sidang tanggal 21 Januari 2010 tersebut Hinca Panjaitan tidak mengikuti sidang. Hanya ada empat anggota komdis yang mengikuti sidang, yakni Wakil Ketua Komdis Alfred Niagara, Ramli, Purwanto, Budi dan Sekretaris Komdis Lorenz. “Bapak panjaitan tidak ikut dalam sidang itu,” ujarnya.
Yang menjadi persoalan, kata Haris, sidang lanjutan digelar pada Selasa (2/2/2010), kemarin, Alfred membantah telah melontarkan gurauan tentang 10 persen dari pemasukan tiket Arema menjamu Persema sebesar Rp 1 miliar. Bahkan, komdis menyodorkan rekaman pembicaraan Haris dengan radio lokal pada acara talkshow yang mencantumkan ada upaya penyuapan.
“Saya kira komdis tidak melakukan klarifikasi dulu, seperti pihak radio menghubungi Pak Hinca apakah itu benar, atau memberi kami kesempatan untuk mengklarifikasi bahwa pembicaraan itu mengutip gurauan Pak Alfred,” tegasnya.
Seperti diberitakan, Ketua panpel Arema Indonesia Abdul Haris terbukti mencoba menyuap Komdis dan melakukan pencemaran nama baik. Maka Haris pun dihukum tak boleh aktif di persepakbolaan nasional selama 20 tahun.
Awal hukuman ini adalah dijatuhkannya hukuman kepada panpel Arena karena penonton yang meluber saat derby kontra Persema pada 10 Januari lalu – sanksi saat itu adalah denda Rp 50 juta dan satu kali pertandingan tertutup buat Arema. Hukuman ini diputuskan di sidang komdis PSSI tanggal 21 Januari.




