UNICEF Akan Tetap Menjadi Bagian dari Kostum Barca

May 17, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - UNICEF masih akan menjadi bagian dari kostum yang akan digunakan Barcelona pada musim mendatang. Sebelumnya UNICEF dengan Barcelona telah menyelesaikan kontrak persetujuan dukungan Azulgrana terhadap salah satu badan sosial dibawah naungan PBB tersebut.

Sebelumnya, berdasarkan kontrak, Barcelona akan menempatkan nama UNICEF di bagian depan kostum mereka untuk jangka waktu lima tahun, sejak 2006-2011. Namun manajemen dan pihak UNICEF telah menyepakati perjanjian baru untuk tetap memasang logo UNICEF untuk musim 2011-2012. Perpanjangan ini merupakan bukti komitmen klub yang dipimpin Sandro Rossell ini masih ingin menyokong anak-anak di seluruh dunia melalui UNICEF.

Namun kali ini, penempatan logo UNICEF tersebut tidak lagi di bagian depan kostum Barcelona, melainkan di bagian belakang, di bawah nomor pemain. Sementara, bagian depan kostum, akan ada sponsor baru, Qatar Foundation, seperti dikutip Yahoosports, Selasa (17/5/2011).

Kesepakatan dengan Qatar Foundation ini sudah terjadi Desember tahun lalu dan baru akan berjalan mulai musim depan. Kesepakatan sponsorship ini bernilai 30 juta euro per musimnya atau 165 juta euro sampai kontraknya berakhir pada 2016 nanti.

Salah satu orang dalam Barcelona mengatakan akan menjelaskan lebih detail tentang kesepakatan ini mengenai UNICEF dan Qatar Foundation pada Juni nanti.

“Fase berikutnya dari kerjasama yang masih dalam pembicaraan adalah pemanfaatan aset sosial klub dalam mendukung gerakan global bagi pendidikan dan olahraga yang akan memberikan hasil nyata bagi anak-anak di dunia,” imbuh salah seorang pengurus klub.

Visca Azulgrana!

May 12, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Barcelona memang gagal memetik poin sempurna. Tapi, Valencia tetap menjadi tempat pengukuhan Azulgrana sebagai penguasa La Liga untuk kali ketiga secara beruntun.

Lionel Messi dkk memang hanya butuh tambahan satu angka demi memastikan gelar La Liga. Pasalnya, dengan nilai 92 di dua pertandingan sisa, Real Madrid (86 poin) tak akan mampu mengejar defisit angka.

Azulgrana pun akhirnya berpesta di Ciudad de Valencia meski harus puas dengan hasil imbang 1-1 kontra Levante, Kamis (12/5/2011), berkat gol Seydou Keita (27’) yang kemudian disamakan Felipe Caicedo (41’). Hasil ini sekaligus menjadi gelar ke-21 sepanjang sejarah.

Pep Guardiola menurunkan skuad terbaiknya kala bertandang menghadapi Levante. Bahkan, Eric Abidal tampil sebagai starter mengisi sisi kiri pertahanan Azulgrana.

Seperti biasa, tim tamu tampil menyerang sejak menit awal. Berbekal kepercayaan diri tinggi serta para pemain yang memiliki skill di atas rata-rata, Barca terus menggempur pertahanan Levate.

Namun, trisula Barca dibuat frustrasi dengan rapatnya barisan belakang Levante. Mereka harus menunggu hingga menit 27 untuk memecah kebuntuan.

Berawal aksi Xavi dari lapangan tengah, sang pengatur serangan memberikan umpan lambung kepada Keita. Lepas dari kawalan dua pemain belakang lawan, sundulan Keita bersarang di gawang Munua.

Tertinggal satu gol, kubu tuan rumah tak mau menanggung malu. Beberapa kali serangan Levante membahayakan gawang Victor Valdes. Bahkan tak jarang lini belakang yang dijaga Gerard Pique dibuat keteteran.

Benar saja, Levante berhasil mencuri gol beberapa saat sebelum turun minum. Kesalahan komunikasi Pique dan Valdes tak disia-siakan Caicedo yang langsung menyambar bola dengan kaki kanan. Sepakan Caicedo sempurna bersarang di gawang Valdes.

Pertandingan kian sengit di babak kedua. Barcelona berusaha menambah gol demi menyempurnakan perayaan gelar juara. Di menit 57 aksi individu Messi melewati beberapa pemain belakang, sayang sepakannya dihentikan tiang gawang.

Levante juga tak berhenti memberikan perlawanan. Namun, usaha tim tuan rumah menambah gol tak berhasil.

Messi kembali membuka peluang lewat aksinya melewati pemain lawan, namun lagi-lagi tendangannya melebar di sisi gawang. Hingga wasit meniup peluit akhir, kedudukan imbang 1-1 tak berubah.

Susunan pemain
Levante: G. Munúa , Javi Venta, Nano, Juanfran, Ballesteros, Pallardó, Iborra, Xavi Torres, Valdo, Xisco Nadal, F. Caicedo

Barcelona: Victor Valdés, Abidal, Dani Alves, Piqué, Mascherano, Xavi, Keita, Afellay, Busquets, Messi, Villa

Tak Juara, Barca Janji Tetap Bermain Indah

April 23, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Tak selamanya gaya permainanan indah Barcelona berujung kemenangan atau gelar juara. Namun begitu pelatih Josep Guardiola menegaskan bahwa timnya tak akan mengubah style. Barcelona adalah tim yang dikenal selalu tampil atraktif. Namun begitu tidak selamanya gaya permainan indah itu berujung gelar juara bagi Azulgrana.

Tengah pekan kemarin, Barcelona dikalahkan oleh Real Madrid 0-1 dalam final Copa del Rey. Ketika itu, seperti laga yang dilakoni Barca pada umumnya, Lionel Messi dkk. praktis menguasai pertandingan.

Bukan kali ini saja permainan indah Blaugrana bisa diredam dan berujung kegagalan. Musim lalu, Barcelona gagal melangkah ke final Liga Champions usai disingkirkan Inter Milan. Di leg kedua, The Catalans yang tampil mengurung Nerazzuri memang menang. Namun kemenangan itu secara agregat masih belum cukup mangantar Barca ke laga puncak.

Pasca kegagalan merebut Copa del Rey, pelatih Josep Guardiola menegaskan bahwa gaya Barca tidak akan berbuah. “Sebab itulah cara saya memahami sepakbola selama saya berada di Barcelona. Cara seperti ini akan terus berjalan,” ujar Pep seperti dikutip dari situs resmi FIFA.

Guardiola mengharapkan para pemainnya memberikan reaksi positif untuk mersepon kekalahan di final Piala Raja. “Pemain harus memberikan reaksi yang benar, sebab itu tanggungjawab mereka. Bila pemain bersedih, saya tidak akan memainkan dia.”

“Saya akan memberinya waktu melupakan kekecewaan. Sebab di olahraga kita bisa mengalami lebih banyak kegagalan dibanding kemenangan,” tuntas pelatih yang memberikan Barca enam gelar di tahun 2009 itu.

Mourinho Antisipasi ‘Tradisi’ Kartu Merah Saat Melawan Barca

April 14, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Jose Mourinho mulai merancang strategi untuk menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions. Salah satunya, membiasakan Real Madrid bermain dengan sepuluh pemain.

Mourinho melakukan hal tersebut bukannya tanpa alasan. Pelatih Portugal itu sudah berulang kali menghadapi Azulgrana di babak knockout Liga Champions dan sudah dua kali dia kehilangan pemain saat bertandang ke Camp Nou.

Kejadian pertama terjadi pada babak 16 besar musim 2004/2005 saat Mourinho masih menangani Chelsea. Saat itu, The Blues kalah 1-2 dalam laga yang diwarnai kartu merah kontroversial untuk Didier Drogba. Bahkan, gara-gara kartu merah ini, wasit Anders Frisk akhirnya mengundurkan diri karena mendapatkan ancaman pembunuhan.

Kejadian berikutnya terjadi pada semifinal musim lalu. Bersama Inter Milan, Mourinho sukses menahan gempuran pemain-pemain Barca meski Thiago Motta sudah harus meninggalkan lapangan sejak menit-menit awal. Nerazzurri cuma kalah 0-1 dan tetap lolos ke final dan selanjutnya menjadi kampiun.

Dengan pengalaman tersebut, Mourinho pun mulai menyiapkan langkah antisipasi. Madrid pun mulai dibiasakan ‘kehilangan’ satu pemain.

“Saya harus berlatih dengan sepuluh pemain, bagaimana bermain dengan sepuluh pemain,” terangnya, seperti dikutip SkySports.

“Saya ke sana bersama Chelsea, saya mengakhiri laga dengan sepuluh pemain. Saya ke sana dengan Inter, saya mengakhiri laga dengan sepuluh pemain,” ujar pria 48 tahun ini.

“Saya harus berlatih dengan sepuluh pemain karena itu bisa terjadi lagi,” prediksi dia.

Azulgrana Tak Ingin Meremehkan Shakhtar

April 11, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - Barcelona tinggal selangkah lagi maju ke babak berikutnya setelah berhasil memetik kemenangan besar di leg I menghadapi Shakhtar Donetsk. Keunggulan jauh tak membuat Los Cules bakal santai laga penentuan. Barca hampir pasti lolos usai mengalahkan Shakhtar dengan skor telah 5-1 di leg pertama yang dihelat di Camp Nou sepakan lalu. Sebuah hasil seri di leg kedua, Rabu (13/4) dinihari WIB sudah cukup mengantarkan pasukan Josep Guardiola ke semifinal.

Meski begitu masih ada 90 menit yang tersisa. Shakhtar memang bukan tim yang layak untuk diremehkan, apalagi laga penentuan ini akan digelar di kandang sendiri yang mana wakil Ukraina itu punya rekor bagus.

“Kami tak akan meremehkan tim mana pun, dan tentu saja bukan Shakhtar karena mereka adalah tim yang hebat,” ujar Pedro Rodriguez.

“Masih ada 90 menit lagi, semuanya bisa terjadi mereka punya tim yang kuat, tim dengan para pemain cepat seperti Douglas Costa dan Luiz Adriano.

Shakhtar diyakini akan mati-matian meraih kemenangan. Pedro turut menegaskan timnya tetap akan memperagakan gaya permainan menyerang.

“Kami tak akan mengubah gaya bermain kami. Akami akan bermain dengan tensi dan konsentrasi menghadapi Shakhtar,” pungkas dia.

Josep Guardiola telah memilih skuadnya untuk menghadapi Shakhtar di leg kedua. Selain Cales Puyol dan Bojan yang absen karena cedera, Barca akan tampil tanpa Andres Iniesta karena akumulasi kartu. Sejumlah pemain Barcelona B turut disertakan seperti kiper Oier Olazabal dan Jonathan dos Santos.

Simpati Azulgrana untuk Negeri Sakura

March 12, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Jepang diguncang gempa dahsyat dan tsunami yang telah menewaskan banyak orang. Barcelona, yang punya kaitan erat dengan Negeri Sakura, pun mengungkapkan rasa simpatinya.

Lewat situs resminya, Azulgrana menyampaikan solidaritasnya. Mereka ikut berduka, apalagi Jepang merupakan negara dengan jumlah fans resmi Barca terbanyak kedua di dunia, dengan jumlah 1.470 member.

Di Tokyo, Barca punya dua basis suporter aktif, masing-masing bernama Sol Naixent dan Penya Japan. Perwakilan Barca, Josep Maria Barnils, telah mengirimkan email kepada mereka dan memastikan bahwa suporter mereka baik-baik saja dan mengungkapkan rasa simpatinya.

FCB Escola, akademi sepakbola Barca di Fukuoka, dilaporkan tidak mengalami kerusakan akibat gempa kemarin. Akademi ini memiliki sekitar 300 siswa.

Direktur teknis FCB Escola di Jepang, Ivan Palanco, mengabarkan bahwa kondisi akademi dan para siswa baik-baik saja.

“Dia (Ivan), para pelatih, dan para siswa di sekolah dan dalam kondisi yang sempurna,” ujar Xevi Merce, direktur sekolah sepakbola Barca.

Selain karena suporter dan akademi sepakbola, Jepang juga termasuk negara yang sering dikunjungi oleh Barca dalam tur pra-musimnya.

Liverpool Butuh Waktu untuk Meniru La Masia

March 3, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - La Masia, akademi sepakbola Barcelona, diklaim sebagai pembinaan sepakbola terbaik dunia. Tak heran jika banyak klub yang meniru langkah Azulgrana. Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Gerard Pique, Cesc Fabregas, Bojan Krkic, Pedro Rodiguez merupakan beberapa pemain jebolan La Masia yang kini mengenyam sukses sebagai aktor lapangan hijau.

Banyak klub yang berharap akademi mereka bisa menelurkan pemain-pemain kelas dunia seperti yang dilakukan La Masia. Salah satunya adalah Liverpool.

Akademi The Reds dirombak pada 2009 lalu, sebagaimana permintaan mantan pelatih Rafael Benitez, dengan mendatangkan Rodolfo Borrell dan Pep Segura. Keduanya pernah bekerja menelurkan bintang di Camp Nou.

Namun, kiper Pepe Reina tak mau buru-buru mengharapkan hasil maksimal dari akademi The Reds.

“Akademi yang bagus memang sangat penting, tapi itu butuh waktu. Barcelona kini mengusung filofosi dari era Johan Cruyff, tapi itu bukan satu atau dua hari,” cetus Reina.

“Butuh 15 tahun untuk bisa bekerja di jalur yang mengikuti satu filosofi,” Reina menuntaskan.

Xavi: Kekalahan yang Memalukan!

February 17, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Barcelona tampaknya harus menerima kenyataan pahit setelah dini hari tadi dibungkam Arsenal dengan skor 2-1 di leg-pertama 16 besar Liga Champions.

Padahal tim besutan Josep Guardiola sempat unggul lebih dulu lewat David Villa. Namun keadaan berubah setelah Arsenal berhasil membalikan keadaan lewat gol yang dilesakan Robin van Persie dan Andrey Arshavin di babak ke-dua.

Kekecewaan jelas terlihat di tubuh Blaugrana. Adalah Xavi Hernandez yang mengaku tidak puas dengan hasil ini.Xavi mengklaim Blaugrana sebenarnya lebih kuat dan mendominasi jalannya pertandingan. Namun sayang, mereka gagal membuat peluang menjadi gol.

“Kekalahan ini sangat memalukan karena kita merasa lebih ungul dibandingkan Arsenal. Hasil ini lebih buruk daripada musim lalu,” papar Xavi pascapertandingan seperti dilansir Goal, Kamis, (17/2/2011).

“Tim sudah membuat kesalahan yang fatal, meski tampil sangat baik. Kami kurang beruntung dalam penyelesaian akhir,” pungkasnya.

Meski begitu, Xavi tetap mengusung nada optimistis pada leg-kedua nanti di Nou Camp, markas Blaugrana. Pemain 31 tahun ini yakin timnya akan tampil lebih baik dan akan tetap menaruh respek pada Arsenal.