Irfan Bachdim Ungkapkan Hasratnya untuk Membela Timnas
March 14, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Akibat keikutsertaannya di Liga Primer Indonesia (LPI) bersama Persema Malang, status Irfan Bachdim di timnas Indonesia masih “dibekukan”. Padahal sampai saat ini ia masih punya hasrat besar kembali membela ‘Merah Putih’.
Irfan mencuri perhatian tatkala berlaga di Piala AFF 2010 lalu. Dengan kemampuanya mengolah bola plus figurnya yang blasteran Indonesia-Belanda, ia bukan hanya jadi idola para penggila sepakbola tetapi juga kaum Hawa.
Akan tetapi, karirnya di timnas untuk sementara harus terhenti dulu. Keikutsertaan Persema di LPI, yang dinilai ilegal oleh PSSI, sudah membuat pemuda kelahiran Amsterdam 11 Agustus 1988 itu terkena imbasnya.
Padahal, ditilik dari usianya yang belum genap 23 tahun, Irfan sejatinya bisa saja dipanggil masuk ke dalam timnas SEA Games 2011 yang skuadnya baru saja diumumkan oleh Pelatih Alfred Riedl.
“Saya tidak tahu alasannya (tidak dipanggil),” jawabnya dalam perbincangan dengan detikSport tatkala berkunjung ke kantor detikcom di bilangan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (14/3/2011) sore WIB.
“Kalau dipanggil (ke timnas) pasti datang,” lanjut Irfan menegaskan.
Ditanyakan apakah ia pernah ngobrol dari hati ke hati perihal statusnya di timnas saat ini dengan Riedl selaku pelatih, Irfan menjawab tidak. “Suatu kali saya datang ke latihan tapi tidak bicara itu. Ia cuma tanya kabar saja, apa kondisi saya oke.”
“Obrolan kami normal, kami bicara dan kami masih berteman,” imbuh Irfan yang berbalut busana santai dengan paduan kaos hitam dan celana jeans.
Irfan, yang dalam kunjungannya itu adalah guna menemani sang kekasih Jennifer Kurniawan melakukan live chat di DetikForum, juga tak mau terlalu jauh menanggapi situasi yang melibatkan PSSI saat ini, kendati hal itu niscaya ikut memengaruhi nasibnya di timnas.
“Buat saya nggak masalah siapa bosnya, apa itu Nurdin Halid atau siapa saja. Saya hanya ingin main lagi di timnas,” pungkas Irfan.
Kembangkan Sepakbola Usia Muda, British Council Gandeng Arema
January 18, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – British Council menggandeng Arema Indonesia untuk mengembangkan sepakbola di usia muda. Pertimbangan British Council menggandeng Arema karena klub memiliki kemandirian pengelolaan dana serta mempunyai basis suporter fanatik.
“Iya British Council akan menggandeng Arema dalam beberapa kerjasama, dengan tujuan memajukan sepakbola profesional,” kata Media Officer Arema Indonesia Sudarmadji.
Sudarmadji menjelaskan, dalam dua pertemuan digelar bersama British Council digelar Desember 2010 dan Januari 2011 ini, menitikberatkan dua program. Yakni program Kick and Premier Skill. Kedua program untuk pembinaan dan pengembangan potensi muda. “Karena itu ada wacana membangun akademi Arema nantinya,” jelasnya.
Menurut mereka, sambung Sudarmadji, terpilihnya Arema untuk menjadi partner kerjasama, tak luput dari hasil pantauan British Council selama satu tahun kemarin. Bahwa hasil survey dilakukan mereka, Arema satu-satunya klub di tanah air, memiliki kemandirian pengelolaan dana, serta mempunyai basis suporter fanatik.
“Apa yang dilalui Arema, sama dengan program British Council, itu yang menjadi pertimbangan mereka menjalin kerjasama,” beber mantan wartawan ini.
Kerjasama ini, lanjut Sudarmadji, membawa Arema Indonesia satu-satunya klub di Asia Tenggara yang membangun program dengan perwakilan Liga Prmier Inggris. “Kesepakatan sudah dilakukan, tinggal pelaksanaan saja. Semoga ini bisa membawa Arema lebih maju ke depannya,” harap Sudarmadji.
PSSI Gantung Nasib Irfan Bachdim
January 5, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Meski namanya tercantum dalam daftar seleksi Timnas Indonesia U-23 untuk Pra-Olimpiade dan SEA Games 2011, nasib Irfan Bachdim belum jelas. Irfan memang masuk daftar seleksi yang dirilis pssi kemarin. Sayang, pihak PSSI ternyata belum menjamin satu tempat untuk pemain blesteran Indo-Belanda.
“Kita akan kaji apakah dia akan terus main untuk Persema atau tidak,” kata direktur teknik PSSI Sutan Harhara.
“Kalau dia memang layak dipanggil ya tidak masalah, dengan catatan dia bukan pemain bermasalah (status LPI),” lanjut Sutan.
“Kalau LPI dianggap illegal, maka akan ada sanksi dan orang terhukum tidak mungkin membela timnas,” pungkasnya.
Sementara itu, terkait kelanjutan naturalisasi Seme Patrick, bek Persema Malang, Sutan memilih bungkam.
Rajagopal: “Kalah, Menang Yang Penting Fair Play”
December 28, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Optimisme terpancar dari wajah arsitek skuad Malaysia, K Rajagopal menjelang leg kedua final AFF Suzuki Cup 2010 29 Desember 2010 besok. Meski demikian Rajagopal enggan menganggap remeh Indonesia.
Langkah Harimau Malaya untuk mengangkat trofi piala AFF untuk pertama kalinya cukup terbuka lebar setelah mengandaskan Indonesia 3-0 di leg pertama di Stadion Bukit Jalil. Tapi hasil ini tidak akan membuat Malaysia bermain pasif.
Rajagopal menegaskan tetap mencari kemenangan.” Kami datang tidak untuk hasil imbang. Walau ada bekal kemenangan 3-0 di kandang, Timnas Indonesia merupakan skuad yang kuat kami akan tetap menyuguhkan permainan yang terbaik,” kata Rajagopal.
Rajagopal meminta Safee Sali dkk tetap fokus sehingga skuadnya bisa membawa pulang gelar juara dari Stadion Gelora Bung Karno.
“Saya percaya skuad kami selalu tampil lebih baik di setiap pertandingan.Saya menyarankan para pemain untuk fokus pada laga sesuai arahan saya.”
“Soal target berapa gol atau skor akhir saya tidak usah memikirkan itu, terima saja hasil akhir yang penting kita bermain fair play,” ujarnya.
Timnas Malaysia Harus Tampil Teroganisir
December 28, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Malaysia punya pengalaman pahit saat harus menelan kekalahan 1-5 dari Indonesia pada babak penyisihan Grup A, AFF Cup 2010, awal Desember lalu. Tapi, Malaysia bisa memperbaiki permainan hingga sukses menembus final.
Di final, Harimau Malaya kembali bersua Indonesia dan mampu membalas dengan menang tiga gol tanpa balas, pada laga leg pertama akhir pekan lalu. Kini Malaysia harus kembali ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, untuk melakoni laga leg kedua, Rabu (29/12/2010).
Bayang-bayang kekalahan 1-5 seperti pada babak penyisihan grup, mungkin sudah terlupakan oleh skuad asuhan K Rajagopal ini. Modal kemenangan 3-0 di leg pertama membuat tugas mereka menjadi mudah di leg kedua. Malaysia hanya membutuhkan hasil imbang atau kalah tidak lebih dari dua gol untuk bisa menjadi juara.
Mengenai strategi pertandingan nanti, Rajagopal sudah menyuarakan bahwa timnya tidak akan bermain bertahan. Dia akan lebih menitikberatkan pada permainan tim secara kesatuan yang teroganisir.
”Kita ingin mencetak gol tandang. Pemain akan bermain dengan cara yang patut, sebab Indonesia juga tidak akan terus menyerang. Kita juga punya barisan penyerang yang cukup baik. Apabila kita bisa cetak gol maka itu akan menyulitkan Indonesia,” jelas Rajagopal.
”Berbeda dengan laga kandang di mana kita bisa bermain menyerang. Kali ini saya memilih tampil secara teroganisir. Mungkin terlihat seperti bertahan, tapi sebenarnya ketika menyerang kita juga bisa mendapatkan bahaya,” tutup Rajagopal.
Selain menghadapi 11 pemain Indonesia, skuad Malaysia juga akan menghadapi tekanan dari pemain ke-12, yakni suporter Indonesia. Tekanan ini harus diperhatikan oleh Rajagopal, karena bisa mempengaruhi mental bertanding para pemainnya.
Rajagopal Tunggu Pinangan Klub Indonesia
December 27, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Pelatih Timnas Malaysia Krishnasamy Rajagopal mengaku tertarik berkarier di Indonesia. Tantangan baru menjadi alasan sang arsitek sehingga dia siap bekerja untuk klub Tanah Air.
Banyak pernak-pernik yang menyertai laga final Piala AFF 2010 yang mempertemukan dua tim serumpun Indonesia kontra Malaysia. Tingginya tensi pertandingan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Rajagopal. Pelatih berusia 54 tahun itu mengaku ingin merasakan panasnya kompetisi internal Indonesia. Apalagi, perkembangan kompetisi di Tanah Air saat ini makin membubung dari segi penonton. Tercatat, AFC menempatkan tingkat crowd tertinggi sepak bola Asia pada suporter Indonesia di Indonesia Super League (ISL) musim lalu.
”Saya seorang profesional.Seusai laga final Piala AFF ini, saya ingin melatih di Indonesia. Semua bisa saja terjadi setelah turnamen ini,” kata Rajagopal.
Selain alasan dari rating suporter dari AFC, ada banyak daya tarik di kompetisi Indonesia. Atmosfer kompetisi yang ketat plus amunisi bintang yang membela klubklub ISL ditambah anggaran miliaran tentu bisa jadi alasan kuat pelatih luar negeri.
”Saya belum tahu masa depan bersama timnas Malaysia seperti apa. Bila tidak ada tawaran dari Indonesia, pada dasarnya saya bisa melatih di mana saja. Saya tertantang untuk melatih di luar Malaysia,” tutur pria yang terakhir membesut klub pada 2001, kala melatih Kelantan FA. Sebelum meloloskan pasukan senior Harimau Malaya, julukan Malaysia, ke final Piala AFF 2010, Rajagopal sempat menangani timnas U-23 negerinya.
Hasilnya, timnas U-2 Malaysia sukses meraih medali emas SEA Games (SEAG) 2009. Pada pesta olahraga Asia Tenggara di Laos tahun lalu itu, pasukan muda Harimau Malaya menang atas Vietnam dengan skor 1-0. Padahal, timnas U-23 Malaysia saat di SEAG 2009 pada laga fase penyisihan Grup A kalah dari Vietnam. Mohd Safiq Rahim dkk bahkan tumbang dengan skor yang cukup telak 1-3. Namun, semua dibalikkan pada perebutan emas. Kemampuan Rajagopal sebagai pelatih dengan cara memotivasi bagus ini yang dibutuhkan klub ISL. Apalagi, dia juga tak pernah lupa up date informasi perkembangan sepak bola Asia Tenggara, terutama Indonesia.
”Saya tahu di Indonesia juga ada pelatih dari Malaysia. Tapi, saat ini yang penting fokus di final dulu,” lanjutnya. Pada musim pertama Djarum ISL, setidaknya ada dua pelatih Malaysia yang beredar. Mereka adalah Raja Isa yang menangani Persipura Jayapura dan Pelatih Deltras Sidoarjo Abdul Rahman Ibrahim. Namun, Abdul Rahman akhirnya dipecat karena dinilai sebagai aktor terdegradasinya The Lobster, julukan Deltras. Raja Isa juga akhirnya terpental dari Persipura karena performa labil pasukannya.
Raja Isa kemudian melatih PSM Makassar dan mengangkat performa klub itu, meski tak sampai akhir musim. Isa pada dua musim terakhir menangani klub Divisi Utama Persiram Raja Ampat.
”Saya berharap bisa menangani salah satu klub papan atas di Indonesia dengan mental juara tinggi. Timnas Malaysia yang saya tangani saat ini sebenarnya bukan yang terbaik karena sepuluh pemain cedera. Tapi, mereka punya motivasi dan mental juara,” tuturnya. ”Kami sebenarnya diberi target lolos ke final round Piala Asia 2015 lalu berlanjut ke Piala Dunia 2018,” imbuh Rajagopal.
Rajagobal merupakan satu dari dua nama pelatih lokal yang menangani kontestan turnamen dua tahunan ini. Selain Malaysia, Myanmar juga memakai jasa pelatih lokal. Hanya, prestasi Soe Myat Min tidak seberuntung Rajagopal. Myanmar hanya finis sebagai juru kunci Grup B dengan nilai satu dari tiga laga. Tentu sebuah catatan yang jauh dari harapan. Apalagi, Myanmar dalam beberapa tahun terakhir sering jadi kuda hitam di Piala AFF.
SBY: “Saya Tidak Memberikan Beban Juara Untuk Timnas!”
December 13, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Pemain Indonesia mendapatkan kejutan menjelang laga melawan Filipina. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri menyambangi tempat latihan Merah Putih.
SBY datang ke Lapangan PSSI di Senayan, Jakarta, Senin (13/12/2010) pukul 11.10 WIB. Beliau didampingi Menpora Andi Mallarangeng dan manajer Timnas Indonesia Andi Darussalam Tabusala.
SBY mengaku bangga dengan performa Firman Utina dkk selama ajang AFF Cup 2010. Kendati demikian, SBY mengaku tidak akan memberikan beban kepada para pemain untuk menjadi juara di even ini.
“Saya ingin menyampaikan rasa bangga saya. Saya senang dan bersyukur terhadap pencapaian Timnas Indonesia. Saya melihat pertandingan melawan Malaysia, Laos dan Thailand,” ungkap SBY kepada wartawan.
“Apa yang sudah dicapai Timnas Indonesia hingga sekarang sudah sangat membanggakan. Namun, saya tidak mau memberikan beban secara berlebihan kepada pemain,” lanjut orang nomor satu Indonesia ini.
“Saya senang karena Timnas Indonesia memiliki pelatih yang sangat bagus. Harapan saya adalah semoga para pemain bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini,” tandasnya.
Menpora Berharap Garuda Bisa Kalahkan Harimau Malaya
December 1, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Timnas Indonesia akan mengawali perjuangan di AFF Cup melawan Malaysia malam nanti. Menpora Andi Mallarangeng berharap skuad Garuda mampu mengalahkan Malaysia.
Anak asuh Alfred Riedl akan membawa anak asuhnya bentrok melawan Malaysia di Stadion Gelora Bung Karno Senayan malam nanti. Raihan tiga angka pertama atas Malaysia bakal mempermudah langkah Indonesia melaju ke semifinal. Mengingat Firman Utina dkk tergabung di grup A yang cukup berat di mana terdapat juara tiga kali, Thailand.
Menyikapi calon lawan di fase grup, Menpora enggan menurunkan target. Andi tetap berharap tim Merah-Putih menggondol trofi juara untuk pertama kalinya. Khusus untuk duel malam nanti, Andi menilai Indonesia memiliki kans untuk mengemas poin penuh apalagi Harimau Malaya tidak diperkuat enam pilarnya.
“Seharusnya kita bisa menang. Berapa pun skornya saya harap Indonesia bisa menang lawan Malaysia dan jadi juara,” kata Andi Mallarangeng.
Ini merupakan momen tepat bagi PSSI untuk berjaya sebab, sudah lama rakyat Indonesia dan para pencinta sepakbola khususnya menunggu prestasi. “Mereka sudah lapar gelar juara. Ini juga merupakan ajang persiapan ideal sebelum turun di SEA Games 2011,” kata Andi.
Sebelum partai Indonesia versus Malaysia, GBK akan menggelar pertandingan lain di Grup A antara Thailand versus Laos pukul 17.00 WIB.




