CR7: “Pelanggaran? Itu Hal yang Biasa”
February 11, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Cristiano Ronaldo cukup sering dilanggar oleh pemain lawan. Sebagai bukti, ia menunjukkan memar-memar di kakinya. Namun mesin gol Real Madrid itu mengatakan dia sudah biasa menghadapi hal tersebut. Cristiano Ronaldo adalah pemain yang memiliki ketajaman kelas wahid. Meski bukan striker murni, namun pemain 26 tahun itu membuktikan diri sebagai predator yang selalu memiliki rasa lapar untuk mengoyak gawang lawan.
Di La Liga musim ini sudah 24 gol dia bukukan dan menempatkannya –bersama bintang Barcelona Lionel Messi- sebagai pemuncak daftar top skorer.
Secara keseluruhan, CR7 sudah membukukan 50 gol di kancah La Liga sejauh ini. Pria berpaspor Portugal tersebut berhasil menjadi pemain Madrid yang mencetak 50 gol dalam jumlah pertandingan yang paling sedikit, mengungguli legenda Los Blancos lainnya seperti Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas.
Selain ketajaman, aksi-aksi individu Ronaldo juga sering menyulitkan pemain lawan yang menjaganya. Guna mencegah pergerakan eks Manchester United lawan pun terpaksa mengganjalnya.
Data dari Soccernet menunjukkan bahwa Ronaldo 58 kali dilanggar lawan dari 22 penampilannya di ajang La Liga musim ini. Sementara untuk musim lalu, Ronaldo 94 kali dilanggar dari 29 kali bermain di kompetisi yang sama.
Ronaldo sendiri mengakui bahwa pelanggaran terhadapnya merupakan hal biasa. “Lihatlah kedua kaki saya dan memar-memar yang ada di sana. Tapi bagi saya, pelanggaran itu merupakan sesuatu yang normal. Saya memang sering mendapatkan tantangan, namun saya berusaha untuk tak menanggapinya,” ujar CR7 seperti dikutip dari situs resmi Madrid.
“Saya mencoa bangkit dan melanjutkan bermain. Ketika saya kecil, saya pernah memiliki pengalaman dilanggar di sana-sini dan saya terus bangkit dan berjuang lagi karena lawan ketika itu lebih besar daripada saya,” tegas dia.
Ronaldo tak jarang melakukan protes atas tindakan yang dilakukan lawan kepadanya. Kondisi seperti itu tak pelak membuat pemain kelahiran 5 Februari 1986 itu sering dituduh melakukan tindakan provokatif dan berusaha mempengaruhi wasit.
Ronaldo tak terganggu dengan segala anggapan miring kepadanya. “Saya sudah terbiasa menghadapi situasi yang tak mengenakkan. Memang kadang saya terganggu dengan apa yang dikatakan orang terhadap saya, namun hal-hal seperti itu sudah jadi bagian dari hidup saya,” seru dia.
“Saya terus berjuang. Saya hanya mendengarkan ketika orang berkata: ‘pemain asal Portugal ini tampil sangat baik’. Untuk bisa bermain bagus, saya tidak butuh orang-orang yang mengganggu saya.”
“Saya selalu berusaha untuk menampilkan yang terbaik di lapangan dan berusaha untuk membantu tim saya meraih kemenangan dengan gol-gol dari saya, dengan umpan-umpan dan sebagainya. Saya selalu berusaha menjadi yang terbaik,” tutup dia.
Ronaldo Titisan Alfredo di Stefano, Bukan Lionel Messi
February 7, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Direktur Olahraga Real Madrid, Jorge Valdano percaya Cristiano Ronaldo merupakan titisan Alfredo di Stefano. Bukan Lionel Messi seperti opini yang dikemukakan pelatih Atletico Madrid, Quique Sanchez Flores.
Kilas balik ke belakang, Quique sempat mengapungkan pendapat bahwa Messi merupakan Di Stafano abad 21, berangkat dari pencapaian bocah ajaib asal Argentina bersama Alzulgrana. Messi telah menyumbangkan 4 gelar La Liga, 2 gelar Liga Champions. Sedangkan untuk raihan individual, Messi sukses menyabet gelar Ballon d’Or selama dua musim beruntun.
Kendati bertabur prestasi, Valdano tetap berprinsip, Messi bukanlah refleksi dari seorang legenda besar Madrid seperti Di Stefano. Terlebih, Di Stefano sendiri berstatus sebagai punggawa Madrid.“Ini bukan Messi. Ini Ronaldo, yang memakai kemeja sama (dengan Di Stefano),” kata Valdano di Eurosports, Senin (7/2/2011).
“Dia (Ronaldo) merupakan pemain yang sangat penting di klub ini dan telah ditetapkan untuk membuat sejarah klub ini,” sambung Valdano yang tidak menyangkal baik Ronaldo dan Messi sama brilliannya.
“Kami tidak akan menukar Ronaldo dengan siapa saja. Walaupun, kami harus mengakui dia dan Messi pemain berkualitas tinggi yang menjadi kebanggaan La Liga,” pungkas Valdano
Sekedar informasi, Di Stefano menjadi salah satu ikon Madrid di dekade 1960-an. Lebih dari itu, Di Stefano memiliki andil besar dalam mengantarkan Madrid menorehkan 15 kemenagan beruntun di zamannya.
Dalam memorabilianya, Di Stefano telah mencetak 418 gol dan 510 pertandingan untuk Madrid. Menilik sisi kontribusi, Di Stefano turut membantu Madrid meraih kampiun Liga Champions untuk pertama kalinya di musim 1955/56.
CR7 Ciptakan Sejarah Baru di Real Madrid
February 7, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Dua gol yang dilesakkan Cristiano Ronaldo ke gawang Real Sociedad menggenapkan jumlah golnya menjadi 50 di La Liga. Sang pesepakbola termahal pun menciptakan sejarah baru di Real Madrid.
Di Santiago Bernabeu, Senin (7/2/2011) dinihari WIB, Madrid berhasil merebut kemenangan 4-1 atas tamunya Sociedad. Dari empat gol tersebut, Ronaldo menyumbang dua di antaranya.
Berkat dua gol itu, Ronaldo kini memuncaki daftar top skorer musim ini bersama bintang Barcelona Lionel Messi yang sama-sama mengemas 24 gol.
Ketajaman pria Portugal itu tak hanya menuai pujian dari sang entrenador Jose Mourinho. Tetapi juga menciptakan sejarah baru di kubu Los Blancos.
Dicatat situs resmi Madrid, Ronaldo yang kini telah tampil di 51 partai timnya di La Liga menjadi pemain Madrid pertama yang mengemas 50 gol dalam jumlah partai paling sedikit.
Ia mengalahkan menggungguli legenda Madrid lainnya seperti Ferenc Puskas dan Alfredo Di Stefano. Puskas butuh 54 partai untuk mengukir jumlah gol yang sama sedangkan Di Stefano memerlukan 56 partai untuk mencetak 50 gol.
Ronaldo Kemabli ke CR-7 Lagi
August 4, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Ada perubahan pada nomor punggung pemain di skuad Real Madrid, di musim depan. Pemain termahal dunia, Cristiano Ronaldo akan kembali mengenakan kostum dengan nomor 7. Hengkangnya Raul Gonzalez dan Guti Hernandez dari Santiago Bernabeu, menjadikan dua nomor menganggur. Ronaldo sendiri sempat identik dengan nomor 7, sebagai nomor kebesarannya di Manchester United dan Timnas Portugal.
Musim lalu, Ronaldo tidak bisa mendapatkan nomor tersebut karena menjadi milik Raul. Tapi Ronaldo akan mengambil alih nomor 7 itu, sementara Xabi Alonso akan mengklaim nomor 14, milik Guti. Angka 14 adalah angka keberuntungan Xabi selama membela Liverpool dan Timnas Spanyol.
Berubahnya CR9 kembali ke CR7, dimanfaatkan oleh striker Karim Benzema yang memilih nomor 9 daripada 11. Angka 9 adalah milik para legenda Madrid seperti Alfredo Di Stefano, Hugo Sanchez dan sriker asal Brasil, Ronaldo. Pendatang baru asal Argentina Angel Di Maria akan mengenakan nomor warisan dari Benzema. Sementara rekan sekompatriot Di Maria, Gonzalo Higuain, bertahan dengan angka 20.
“Saya mendapatkan nomor ini ketika saya tiba di Madrid. Saya tidak melihat ada alasan untuk mengubahnya. Pemain sepakbola dilihat dari permainannya, bukan nomor punggung,” jelas Higuain.
Pemain baru Pedro Leon belum memutuskan mengambil nomor, tapi sepertinya dia memilih nomor 21. Nomor warisan Alonso, 22, akan digunakan pemain muda Sergio Canales. Gelandang asal Jerman Sami Khedira, memilih nomor 16 pada ajang pra-musim. Tapi Khedira bisa saja mendapatkan nomor 6 bila Mahamadou Diarra jadi hengkang.
Nomor punggung 2 juga menganggur, setelah Alvaro Arbeloa memutuskan pindah ke nomor 17, atau nomor yang sama dengan yang digunakannya di Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2010.




