Jelang Wales vs Inggris, Pemain Tiga Singa Takut Suporter
March 22, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Craig Bellamy mengumbar perang urat syaraf jelang duel timnas Wales dengan Inggris di babak kualifikasi Euro 2012. Dalam pernyataannya, Bellamy menyebut para pemain Inggris takut kepada fans.
Bellamy, yang cukup lama mengenyam karier di ranah Inggris (sekarang bermain di Cardiff City), memang cukup mengenal baik atmosfer Inggris. Pengalaman inilah yang membuatnya bisa berbicara soal ketakutan para pemain Inggris kepada fansnya. Menurutnya, para punggawa Inggris selalu cemas dicemooh fans saat tampil buruk.
“Saat saya masih bermain untuk Liverpool, saya tahu beberapa pemain Inggris selalu diliputi kecemasan saat membela timnas,” ujar Bellamy.
“Saya ingat Steven Gerrard, sebelum tampil melawan Andorra, dia sempat mengatakan bahwa ini merupakan kali pertama dimana dia tidak ingin mengambil risiko saat bermain, karena takut dimarahi boss (pelatih),” tambahnya.
“Mengingat suasana saat pertandingan. Dan Anda mengatakan bahwa pemain tampil untuk timnas hanya untuk gengsi? Mereka adalah pemain top, pemain kelas atas. Jadi, mereka jelas tidak membutuhkan itu,” tegasnya.
Laga melawan Wales memang memiliki arti cukup penting bagi Three Lions. John Terry dkk dituntut meraih kemenangan untuk bisa mengambil alih pimpinan klasemen Grup G dari tangan Montenegro.
Inggris saat ini berada di posisi dua dengan tujuh poin, atau terpaut tiga angka dari Montenegro. Sementara bagi Wales, duel ini merupakan ajang untuk mendapatkan poin perdana setelah selalu gagal meraih angka di tiga laga sebelumnya.
Keajaiban Untuk Portsmouth
April 12, 2010 by Administrator · 1 Comment
London Laga Bola – Tak punya uang, dilanda cedera pemain, dan telah dipastikan terdegrasi dari Premiership di akhir musim, Portsmouth seperti memperoleh sekaligus menciptakan keajaiban dengan lolos ke babak final Piala FA. Portsmouth adalah klub paling mengenaskan saat ini lantaran terlilit utang sekitar 70 juta poundsterling, atau lebih dari Rp 970 miliar. Krisis keuangan itu membuat mereka tak bisa membayar gaji para pemainnya.
Efek terbesar krisis itu adalah Portsmouth terkena sanksi administrasi dari otoritas Liga Inggris di bulan Februari, dan mereka dipotong angkanya di klasemen sebanyak sembilan poin. Itu membuat mereka tak mungkin beranjak dari zona degradasi sampai musim ini berakhir. Portsmouth tampil menghadapi Tottenham Hotspur di semifinal Piala FA hari Minggu (11/4/2010), dengan ketiadaan uang untuk para pemainnya, serta sederet punggawanya cedera. Tapi yang terjadi kemudian menjadi mengharukan: mereka menang 2-0 lewat extra time dan lolos ke final.
Manajer Avram Grant “ditetapkan” sebagai sosok kunci keberhasilan tersebut. Sebagai seorang pimpinan, ia dinilai mampu membangun semangat di dalam diri para pemainnya sehingga tetap tampil seperti tidak ada apa-apa di luar lapangan.
“Apa yang telah terjadi di musim ini, dan banyak pemain cedera pula dalam beberapa minggu terakhir ini … melihat anak-anak mengerahkan segalanya dan pantang menyerah, ini adalah sebuah cerita yang gila,” tutur Grant usai pertandingan, dikutip Reuters.
“Kami sekarang hidup untuk sehari-hari, dan meski demikian kami bisa mencapai final. Kami memutuskan untuk tetap berjuang, tapi ini tidaklah mudah. Datang setiap hari untuk bekerja dan tidak tahu apa selanjutnya.”
Portsmouth menjadi klub pertama yang mencapai final Piala FA di musim yang sama setelah dipastikan terdegradasi, setelah Middlesbrough seperti itu di tahun 1997. Pompey akan memainkan final keduanya dalam tiga tahun, setelah mengalahkan Cardiff City dan memenangi turnamen ini di tahun 2008.
“Musim ini meringkaskan sebuah cerita tentang emosi apa saja yang bisa anda miliki sebagai seorang pemain bola, dan hari ini sungguh luar biasa,” ujar kiper David James.
Di final 15 Mei Portsmouth akan menghadapi Chelsea, klub yang memecat Grant setelah kalah dari Manchester United di final Liga Champions 2008 lewat adu penalti.
“Kalau kami bisa menang hari ini, dengan semua masalah yang ada ini, itu berarti apapun bisa terjadi. Tak bisa dipercaya. Saya takkan melupakan ini sepanjang hidupku. Pencapaian ini untuk fans dan para pemain. Mereka pantas mendapatkannya,” pungkas Grant.




