Claudio Ranieri Merasa Motta Sudah Melakukan Hal Yang Benar Dan Wajar
February 6, 2012 by blake · Leave a Comment
Claudio Ranieri pelatih Inter Milan, yang baru saja kehilangan Thiago Motta sebagai gelandang andalannya, merasa tidak merasa kehilangan dengan kepergian sang gelandang asal Brasil tersebut ke PSG, meski sebenarnya kepergian Motta langsung berdampak dengan kekalahan telak Inter dari AS Roma. Inter Milan memang hancur lebur ditangan Roma, gawang mereka diberondong dengan 4 gol tanpa bisa membalas di kandang sang Serigala Roma tersebut. Meski mendapatkan hasil yang sangat mengecewakan, Ranieri tidak serta merta menyatakan jika kehilangan Motta lah yang membuat Inter kehilangan keseimbangan permainan. Ia juga tidak menyalahkan Motta karena meninggalkan Inter, sang pelatih menganggap jika keputusan sang pemain merupakan hal yang lumrah dan hasil yang didapat juga menguntungkan bagi klub dan sang pemain itu sendiri.
Thiago Motta Akan Tetap Bermain Untuk Inter Milan
January 30, 2012 by blake · Leave a Comment
Thiago Motta tengah santer dikabarkan akan segera bergabung dengan klub Prancis, Paris Saint Germain atau PSG. Akan tetapi Claudio Ranieri pelatih Inter Milan meyakini jika anak didiknya itu akan bertahan. Pemain naturalisasi Italia itu diklaim akan memainkan laga terakhirnya bersama Nerazzurri dengan menghadapi Napoli di Coppa Italia. Motta disebut-sebut telah bersedia menerima pinangan PSG karena Inter tidak menunjukkan tanda ingin memperpanjang kontraknya yang akan habis pada tahun depan. Nama Motta pun tidak ada di susunan pemain Inter ketika dikalahkan Lecce 0 – 1. Namun, Ranieri menegaskan bahwa klub meyakinkannya kalau Motta akan tidak akan mana-mana, setidaknya sampai bulan Juni.
Inter Milan VS Lecce Berakhir Dengan Kemenangan Lecce 1 – 0
January 29, 2012 by blake · Leave a Comment
Rentetan kemenangan beruntun Inter Milan akhirnya terhenti di angka tujuh. Lecce-lah yang menjadi tim yang menghentikan catatan impresif La Beneamata tersebut lewat kemenangan tipis 1 – 0. Nerazzuri berbekal catatan impresif dengan meraih tujuh kemenangan beruntun di Serie A namun pada akhirnya Inter justru kebobolan di menit ke-40 lewat Guillermo Giacomazzi. Hingga peluit panjang berbunyi, tim besutan Claudio Ranieri ini tak mempu sekalipun mencetak gol balasan meski menciptakan banyak peluang. Dengan kekalahan ini, Inter turun satu tingkat ke posisi lima klasemen dengan nilai 35. Sementara Lecce naik ke posisi 18 dengan poin 16.
Napoli Menang 2 – 0 Atas Inter Milan Claudio Ranieri Berang
January 25, 2012 by blake · Leave a Comment
Kekalahan dari Napoli memberikan perasaan kesal terhadap Claudio Ranieri. Pelatih Inter Milan itu merasa bahwa seharusnya timnya mendapatkan penalti pada laga tersebut. Inter takluk 0 – 2 dan gagal melangkah ke semifinal Coppa Italia. Dua gol yang masuk ke gawang Inter dihasilkan oleh Edinson Cavani. Meski kalah akan tetapi Ranieri tetap memuji penampilan anak buahnya di babak kedua. Satu-satunya yang bikin The Tinkerman berang adalah keputusan wasit Domenico Celi yang tidak memberikan penalti ketika Diego Milito dilanggar Christian Maggio.
Inter Milan Diminta Membantu Persepak Bolaan Mongolia
October 21, 2011 by blake · Leave a Comment
Tsakhia Elbegdorj, presiden Mongolia, mengunjungi markas Inter Milan, dan meminta
agar Inter memberi dukungan pada dunia persepakbolaan Mongolia. Meskipun Elbeddorj
membicarakan tentang Genghis Khan dan kuda-kuda yang terkenal dari Mongolia, namun
pelatih Inter, Claudio Ranieri, nampaknya sedang memikirkan hal lain, khususnya
menjelang pertandingan melawan Chievo Verona yang akan dilangsungkan hari Minggu
23/10/11. Dengan koleksi empat poin dari enam pertandingan di Serie A, Inter yang
diundang ke Mongolia oleh sang presiden, nampaknya harus melakukan perenungan di
tempat yang kurang eksotis seperti Padova, Bari, atau Brescia andai mereka masih
kesulitan mendulang poin.
Dukungan Ranieri untuk Vicenzo Montella
February 22, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola - Meski harus melepas kursi kepelatihan Roma, Claudio Ranieri mengaku akan mendukung sepenuhnya Vicenzo Montella sebagai suksesornya.
Diketahui, Ranieri memutuskan mundur sebagai pelatih Roma setelah skuadnya dibungkam Genoa 4-3, Minggu, (20/2/2011). Kekalahan atas Genoa menambah rangkaian hasil buruk di tiga laga terakhir Giallorossi pada kancah Serie A.
“Saya berharap Vicenzo Montella dapat terus terbang tinggi. Banyak orang mengirimkan pesan singkat berisi dukungan kepercayaan kepada saya. Baik dari kalangan sepakbola maupun yang bukan,” papar Ranieri.
“Saya berterima kasih kepada semua orang, terutama kepada Presiden Roma, Rosella Sensi atas kesempatan yang diberikannya kepada saya untuk melatih disini,” imbuhnya, seperti dilansir Football-Italia, Selasa, (22/2/2011).
Sebelum memutuskan Montella sebagai allenatore anyar Giallorossi, nama Carlo Mazzone juga masuk dalam kandidat terkuat. Namun sayang, pengalaman yang dimiliki Mazzone sebagai pelatih terbentur oleh faktor usia yang kini menginjak 74 tahun.
The Tinkerman menambahkan, dirinya juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para fans yang selama ini sudah memberikan dukungan dan perhatian kepadanya selama menjabat sebagai pelatih I Lupi.
As Roma Butuh Amunisi Baru
February 4, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Pelatih AS Roma Claudio Ranieri mengakui kurangnya amunisi baru hingga menyulitkan Giallorossi dalam persaingan merengkuh trofi Sudetto.
Praktis, akibat krisis finansial yang menimpa Roma, tim besutan Ranieri ini tidak melakukan belanja pemain pada Januari lalu. Malahan Giallorossi harus kehilangan beberapa pemainnya. Sebut saja seperti Julio Baptista (Malaga), Okaka (Bari), Cicinho (Villarreal), Antunes (Livorno).
Beda halnya dengan Roma, pesaing mereka AC Milan dan Inter Milan justru banyak mendatangkan pemain baru. Terkait ada pernyataaan yang mengatakan Giallorossi tidak membutuhkan pemain baru, The Tinkerman menyangkalnya.
“Direktur olahraga Roma, Daniele Prade mengatakan Milan dan Inter memang sedang membutuhkan pemain baru, tapi kami tidak? Saya tidak setuju dengannya,” ujar Ranieri.
“Mereka (Milan dan Inter) tetap lebih kuat dari kami. Mereka memiliki uang lebih banyak untuk membeli pemain, dan mampu menekan pasar,” jelasnya.
Juan Telah Membuat As Roma Beda
February 10, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Roma Laga Bola - Berkat sejumlah penampilan apik, AS Roma berhasil melesat ke posisi dua klasemen sementara. Salah satu penyebabnya boleh jadi adalah sosok Juan si pemain bertahan.
Sempat harus bergelut dengan cedera, bek Brasil tersebut kembali ke susunan pemain saat Roma menghadapi Atalanta akhir November tahun lalu. Setelah itu, statistik performa Roma menanjak.
Dalam catatan Italia tercatat setelah Juan tampil dan bermain di lapangan, Roma hanya kebobolan lima kali di laga Seri A. Ketangguhan di lini belakang ini menjadi fondasi penting dalam mengoleksi tujuh kemenangan dan dua hasil imbang.
Dengan Juan mengawal lini belakang, gawang Roma hanya kebobolan masing-masing satu lawan Atalanta, Juventus, Siena dan sepasang lawan Cagliari. Di dua laga pertama yang disebut, Giallorossi meraih kemenangan sedangkan melawan Cagliari hanya imbang 2-2.
Ini cukup kontras dengan data pertandingan Roma sebelum Juan dapat bermain. Dari 13 laga sebelum menghadapi Atalanta, gawang ‘Serigala’ kebobolan 21 gol di Seri A.
Akan tetapi, Juan justru malah memberikan pujian besar untuk sang pelatih Claudio Ranieri atas capaian Roma sejauh ini. Bek Brasil itu menyebut sang allenatore telah berhasil memompa kepercayaan diri anak-anak tim ibukota.
“Semenjak Ranieri datang kami telah menemukan motivasi yang tepat. Pelatih datang tanpa gembar-gembor dan berhasil menanti saat yang tepat untuk membuat perubahan taktis,” ucap Juan akhir pekan lalu.




