Van Bronckhorst: “Saya Pasti ke Indonesia”
January 11, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Sepakterjang Giovani van Bronckhorst di Timnas Belanda mencuatkan kebanggaan tersendiri publik sepakbola Tanah Air. Alasannya sederhana, mantan kapten De Oranje ini memiliki darah Indonesia yang kental.
Ya, ayahnya Victor van Bronckhorst adalah Indo sementara ibunya Fransien Sapulette berasal dari Saparua Maluku. Saat bertemu dengan wartawan Indonesia yang meliput Piala Dunia di Afrika Selatan, Victor dan Fransien sempat mengungkapkan bahwa Bronckhorst akan senang bila seandainya bisa datang ke Indonesia untuk membagikan ilmunya.
Setelah gantung sepatu, rencana itu nampaknya semakin terbuka. Dalam sebuah wawancara dengan Radio Nederland Wereldomroep (RNW), Gio membenarkan bahwa suatu saat dia ingin datang ke Indonesia membagi pengalamannya untuk memajukan sepakbola Tanah Air.
“Saya sudah punya rencana itu. Belum bisa mengatakan waktunya, tapi yang jelas dalam waktu dekat ini saya pasti akan kembali ke Indonesia,” kata Gio.
Kembali? Apakah Gio sudah pernah ke Indonesia? “Ehmm Belum sih, sejauh ini baru lihat dari udara saja, ketika terbang ke Australia,” kata Gio meluruskan.
Mantan pemain Barcelona dan Feyenoord itu mengakui merasa terpanggil untuk datang ke Indonesia karena memiliki ikatan kuat dengan Ambon dan Indonesia sebagai tanah leluhurnya.
“Tentu saja, itu kan negara asal kakek dan nenek. Jelas saya berminat kembali ke tempat akar saya,” jawab Gio.
November 2010 lalu, legenda Belanda yang juga mantan pemain Ajax Amsterdam, Simon Tahamata menyempatkan diri ke Maluku untuk memberikan pelatihan selama sepekan kepada anak-anak di sana, sebagai wujud kepeduliannya terhadap perkembangan sepakbola di kampung leluhurnya, Maluku dan Indonesia.
Robben: “Seharusnya Puyol Dikartu Merah”
July 12, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Arjen Robben juga melontarkan kekesalannya pada keputusan wast Howard Webb. Ia mengatakan bahwa Carles Puyol seharusnya menjadi pemain pertama yang dikeluarkan oleh Webb.
Robben kesal dengan keputusan wasit Webb yang memimpin laga final di Soccer City, Senin (12/7/2010) dinihari WIB. Ia menilai Puyol seharusnya yang mendapat kartu merah lebih dulu dari wasit asal Inggris itu.
Bek Spanyol itu telah mendapatkan kartu kuning saat babak pertama. Namun Robben mengeluh karena Puyol melakukan pelanggaran kepada dirinya saat melewatinya dan hal itu nyaris membuahkan gol bagi Belanda.
Meski demikian usaha Robben masih dapat digagalkan Iker Casillas. “Saat saya mendapatkan kesempatan kedua wasit seharusnya memberikan kami tendangan bebas dan Puyol (kedua) kartu kuning,” ujarnya seperti dilansir Reuters.
Robben pun beralasan bahwa dia tidak mendapatkan teman sehingga peluang tersebut gagal menjadi gol. “Saya tidak dapat terus bergerak begitu juga kiper mereka terlalu dekat,” ungkapnya.
Robben memang sempat mendapatkan kritikan karena aksi divingnya setelah mengalahkan Brasil di perempatfinal. Namun di laga final ini Robben mencoba meyakinkan wasit bahwa dia telah dilanggar.
“Sebagai pemain, Anda selalu ingin melanjutkannya dan terutama 10 menit sebelum pertandingan final Piala Dunia berakhir ketika Anda sudah mendekati tujuan,” tambahnya.
“Seluruh Warga Belanda Harus Bangga”
July 12, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Betapa kecewanya Wesley Sneijder kala Belanda takluk atas Spanyol di final Piala Dunia 2010. Si pemain pun gagal menutup musimnya dengan sempurna.
Bersama Inter Milan, Sneijder sudah mendapatkan segalanya. Musim 2009-10, eks Real Madrid itu sukses menyabet tiga gelar bergengsi; Scudetto, Coppa Italia dan Liga Champions.
Namun sederet sukses itu menjadi semacam motivasi buat Sneijder yang lantas membidik trofi Piala Dunia untuk yang pertama buat De Oranje. Apalagi Belanda memiliki semua syarat untuk menjadi juara: pemain berkualitas dan jejak rekam bagus di kualifikasi.
Belanda sontak menjadi unggulan di Afrika Selatan. Ekspektasi itu berhasil dibayar ‘Singa Oranye’ yang berhasil melaju hingga final–dua lainnya pada 1974, 1978.
Akan tetapi, keberuntungan belum berada di pihak Belanda terjadi justru terjadi di laga pamungkas. Pasukan Bert van Marwijk itu tidak kuasa menghadapi kedigdayaan Tim Matador.
Sebuah gol Andres Iniesta yang bersarang di gawang Maarten Stakelenberg di babak extra time gagal dibalas Belanda hingga akhir laga. Momen ini menandai pupusnya harapan Sneijder untuk mendapat quadruple gelar.
“Saya sudah memenangi tiga titel (musim ini) dan sekarang saya kehilangan titel saya yang keempat,” sesal peraih Silver Ball itu di Associated Press.
“Ini memang sebuah kemalangan. Tapi saya pikir kami tetap harus bangga, seluruh warga Belanda harus bangga,” tutup Sneijder.
“Kami Harus Menang”
July 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Timnas Belanda memang belum menunjukkan performa terbaiknya atau biasa dikenal dengan total football. Kendati demikian skuad Oranje yakin mampu merebut mahkota Piala Dunia 2010 untuk kali pertama.
Demikian disampaikan striker Timnas Belanda Dirk Kuyt. Pada perhelatan di Afrika Selatan (Afsel) ini saat Belanda menjadi yang terbaik setelah berjuang cukup lama.
Ini bukan kali pertama bagi Belanda bertarung di pertandingan pamungkas. Sebelumnya, juara Eropa 1988 tersebut pernah bertarung di final Piala Dunia 1974 dan 1978. Sayangnya, perjuangan Negeri Kincir Angin ini selalu gagal mencapai tangga juara.
“Setelah perjalanan panjang, kami berada final. Kami sangat dekat untuk menulis sejarah. Ini kali ketiga kami mencapai final. Sekarang kami harus menang,” tegas Kuyt seperti dilansir reuters, Kamis (8/7/2010),
“Apa yang terjadi adalah luar biasa. Ini sedikit menjadi kenyataan. Kami merasa sebelum turnamen memiliki kualitas tim untuk menang. Sekarang keyakinan ini menjadi modal yang luar biasa,” lanjutnya.
Belanda akan menghadapi jawara Eropa 2008, Timnas Spanyol pada laga pamungkas di Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dinihari.
Sejarah Besar Sedang Menunggu Tim Besar Oranje
July 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Penantian Belanda selama 32 tahun untuk mencapai final akhirnya diakhiri generasi Arjen Robben dkk dengan menyingkirkan Uruguay 3-2 di babak semifinal yang digelar di Stadion Green Point, Cape Town, Rabu (7/7/2010) dini hari WIB.
De Oranje, julukan Belanda selama ini dikenal sebagai tim besar tanpa gelar juara.Tangga final pernah dikecap Negeri Kincir Angin ini pada 1974 dan 1978, namun berakhir sebagai runner-up.
Setelah itu, Dewi Fortuna seolah semakin menjauh. Bahkan pada 1986 dan 2002 Belanda tidak mampu lolos ke Piala Dunia. Belanda memang sempat mencapai semifinal pada 1998, namun dikandaskan Brasil. Kegagalan Belanda di semifinal Piala Dunia yang digelar di Prancis itu tak berulang di Afrika Selatan.
Belanda membuka peluang melalui Dirt Kuyt yang mendapat umpan dari Wesley Sneijder, tapi tembakannya masih belum menemui sasaran.
Belanda yang turun dengan formasi 4-2-3-1 menguasai bola di menit-menit awal, sementara Uruguay sesekali melakukan serangan balik dengan menggantung Diego Forlan dan Edison Cavani di lini pertahanan Belanda.
Meski pertahanan Uruguay tidak terlalu ketat mengawal pergerakan Sneijder dan Robben, De Oranje tidak banyak mendapatkan peluang berarti yang mengancam gawang La Celeste yang dikawal Nestor Muslera.
Kebuntuan Belanda terpecahkan, melalui aksi individu Geovani Van Bronckhorst di luar kotak penalti di menit 17. Mantan pemain Barcelona itu secara mengejutkan menendang Jabulani ke arah gawang, bola meluncur deras ke sisi kiri mistar, tanpa bisa dibendung Muslera. Belanda unggul 1-0.
Tertinggal lebih dulu Uruguay tidak serta-merta gelap mata melancarkan serangan dan menumpuk pemain di pertahanan Belanda. Namun kesebaran ini berbuah manis. Diego Forlan membalas gol Van Bronchorst dengan cara yang sama, melakukan tendangan dari luar kotak penalti yang memaksa Maarten Stekelenburg memungut bola dari jalanya di menit 41.
Gol Forlan membuat moril pemain Uruguay semakin terlecut dan semakin berani melakukan tekanan, sementara organisasi serangan Belanda sedikit limbung.Namun, hingga peluit babak pertama dibunyikan skor 1-1 tidak berubah.
Di babak kedua, Paraguay mendapatkan peluang emas, ketika Stekelenburg terpaksa keluar dari sarangnya menghalau bola yang dibuntuti Alvaro Pereira, bola muntah ditendang ke arah gawang yang sudah ditinggalkan Stekelenburg, beruntung masih ada pemain Belanda yang menghalau bola.
Belanda kembali unggul dengan gol yang dicetak Sneijder dari luar kotak penalti di menit 70. Kemudian tiga menit berselang, giliran Robben yang memperlebar keunggulan menjadi 3-1, dengan sundulan, memanfaatkan umpan yang dikirim Dirt Kuyt. Uruguay sempat memperkecil ketinggalan menjadi 3-2 saat injury time melalui kaki Maxi Pereira. Namun usaha Uruguay menyamakan kedudukan berantakan setelah wasit Ravshan Irmatov meniup peluit akhir.
Sukes Belanda memupus harapan Uruguay untuk kembali mengulang prestasi mereka sebagai juara dunia seperti yang pernah terjadi pada 1930 dan 1950. Dengan hasil ini, Diego Forlan dkk hanya mempunyai kesempatan mengukir sejarah sebagai juara ketiga dengan mengalahkan tim yang tersisih dari pertandingan semifinal lain antara Jerman vs Spanyol. Pada 1954 dan 1970, Uruguay hanya menempati urutan ke empat.
Sementara, jika Belanda kembali sukses membukukan kemenangan di partai final, berarti capaian itu merupakan sejarah besar bagi De Oranje, karena untuk pertama kalinya meraih gelar juara.
Uruguay: F. Muslera, M. Pereira,D. Godín, M. Victorino, M. Cáceres,W. Gargano, E. Arévalo, D. Pérez, Á. Pereira,E. Cavani, D. Forlán
Belanda: Stekelenburg, K. Boulahrouz, J. Heitinga, J. Mathijsen, G. van Bronckhorst, M. van Bommel, D. de Zeeuw, A. Robben, W. Sneijder, D. Kuyt, R. van Persie.
Tekuk Uruguay, Oranje ke Final
July 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola - Belanda mengakhiri penantian mereka untuk menembus partai puncak di Piala Dunia. Tiket final berhasil mereka genggam setelah membekap Uruguay di babak empat besar.
Dalam laga yang digelar di Green Point Stadium, Rabu (7/7/2010) dinihari WIB tersebut, De Oranje menang 3-2.
Kedua tim bermain imbang 1-1 di babak pertama. Belanda unggul dahulu melalui Giovanni van Bronckhorst dan dibalas oleh Diego Forlan. Di babak kedua, wakil Eropa berhasil menambah angka lewat Wesley Sneijder dan Arjen Robben. Sedangkan wakil Amerika Selatan hanya mencetak satu gol lewat Maximiliano Pereira.
Kesuksesan ini menyusul prestasi Belanda sebelumnya yang berhasil menembus partai puncak Piala Dunia 1974 dan 1978.
Di final, Sneijder dkk. akan menghadapi pemenang laga Jerman vs Spanyol yang digelar Kamis (8/7/2010) dinihari WIB.
Jalannya Pertandingan
Kedua tim melakukan tiga hingga empat perubahan dalam starting line up mereka.
Peluang pertama menjadi milik Belanda. Memasuki menit ketiga, berawal dari umpan silang Wesley Sneijder, bola yang ditinju kiper Fernando Muslera mengarah ke Dirk Kuyt. Pemain Liverpool itu selanjutnya melepas tembakan tapi bola masih melintas di atas gawang Uruguay.
Tiga menit berselang, Alvaro Pereira melepas tendangan spekulasi dari hampir separuh lapangan yang masih melayang jauh di atas gawang Maarten Stekelenburg.
Sneijder! Memasuki menit kesebelas, pemain Inter Milan ini melepas tembakan dari luar kotak penalti. Namun bola membentur rekannya sendiri Robin Van Persie.
Gol! Belanda memimpin ketika laga memasuki menit ke-17 saat tendangan keras jarak jauh Giovanni Van Bronckhorst menjebol gawang Uruguay. Berdiri di sebelah kanan pertahanan Uruguay, pemain bernomor punggung lima itu melepas tembakan dengan kaki kiri ke arah tiang jauh. Fernando Muslera gagal menjangaku bola dan Jabulani bersarang ke gawang Uruguay. 1-0 Belanda unggul.
Sempat terjadi kegaduhan kecil antara pemain kedua tim, ketika laga memasuki menit ke-26, saat Uruguay melakukan serangan ke gawang Belanda. Muka pemain Belanda Demy De Zeeuw terkena tendangan salto Martin Caceres.
Robben! Setengah jam usia laga, pemain berjuluk Manusia Kaca itu memiliki kans menambah skor bagi Belanda. Menerima umpan dari Van Persie, Robben gagal memaksimalkan kesempatan yang ada karena ditempel ketat oleh Caceres.
Selanjutnya Uruguay mencoba menyerang lewat Edinson Cavani dan Diego Forlan. Namun upaya mereka bisa dikandaskan barisan bertahan Belanda.
Menit ke-35 pemain Alvaro Pereira melepas tembakan dari luar kotak penalti yang masih bisa ditangkap oleh Stakelenburg.
Usaha wakil Amerika Selatan berbuah hasil menit ke-40. Tendangan keras Diego Forlan dari luar kotak penalti berhasil menjebol gawang Belanda. Setelah mengecoh penjagaan satu pemain Belanda, pemain Atletico Madrid itu selanjutnya melepaskan eksekusi. Bola sempat mengenai tangan Stakelenburg, namun tetap bergulir masuk gawang.
Lima menit selepas restart, kesalahan barisan belakang Belanda hampir membuat mereka kebobolan. Stakelenburg yang meninggalkan kotak penalti untuk menyambut backpass, kalah cepat dari Edinson Cavani. Pemain La Celeste itu selanjutnya melepas bola lob yang masih bisa dihalau oleh Van Bronckhorst dan berbuah sepak pojok bagi Uruguay.
Dalam interval 15 menit selanjutnya, kedua tim saling melancarkan tekanan. Namun masih belum ada tembakan-tembakan berbahaya yang memaksa Stakelenubrg atau Muslera bekerja keras.
Forlan! Tendangan bebas eks Manchester United itu di menit ke-66 masih bisa ditangkal oleh Stakelenburg.
Dua menit setelahnya giliran Muslera yang beraksi menggagalkan peluang wakil Eropa. Bola sodoran Van Persie diterima Van der Vart yang tidak mendapatkan pengawalan berarti. Nama terakhir melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis Muslera. Bola rebound diterima Robben namun sepakan pemain Bayern Muenchen itu masih gagal menembus sasaran.
Sneijder memecahkan kebuntuan Belanda di menit ke-70. Operan dari Van der Vaart diteruskan kepada Van Persie, dan kemudian diteruskan lagi kepada Sneijder di dalam kotak penalti. Sepakan langsung dilepaskan pemain Inter Milan itu sempat membentur bek Uruguay, dan akhirnya masuk ke arah tiang jauh!
Skor 2-1 bagi Belanda tak bertahan lama. Tiga menit berselang, tandukan Robben yang menerima umpan silang dari sayap kiri yang dilepas Dirk Kuyt kembali merobek gawang wakil Amerika Selatan. Negeri Kincir Angin pun semakin jauh unggul dengan skor 3-1.
Meski sudah memiliki keunggulan dua gol, Belanda tetap melancarkan serbuan terhadap asuhan Oscar Washington Tabarez. Sebaliknya Uruguay mengalami kesulitan untuk keluar dari tekanan anak buah Bert Van Marwijk.
Lima menit menuju bubaran, Robben berhasil lolos dari penjagaan pemain belakang lawan. Namun eksekusi pemain yang pernah bersreagam Chelsea dan Real Madrid ini masih bisa ditangkal oleh Muslera.
Uruguay berhasil mencetak gol di masa injury time lewat tendangan Maximiliano Pereira yang memanfaatkan umpan bola tendangan bebas datar yang dilepas Walter Gargano.
Susunan Pemain
Uruguay: 1-Fernando Muslera; 3-Diego Godin, 6-Mauricio Victorino, 5-Walter Gargano, 16-Maximiliano Pereira, 22-Martin Caceres, 15-Diego Perez, 11-Alvaro Pereira (13-Sebastian Abreu 77′), 17-Egidio Arevalo, 7-Edinson Cavani, 10-Diego Forlan (21-Sebastian Fernandez 83′)
Belanda: 1-Maarten Stekelenburg; 12-Khalid Boulahrouz, 3-John Heitinga, 4-Joris Mathijsen, 5-Giovanni van Bronckhorst; 7-Dirk Kuyt, 6-Mark van Bommel, 10-Wesley Sneijder, 14-Demy de Zeeuw (23-Rafael Van der Vaart 46′), 11-Arjen Robben (17-Eljero Elia 88′) 9-Robin van Persie




