Keterpurukan Juve Bukan karena Pemain

February 4, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Mantan pemain Juventus yang kini membela Wolfsburg, Diego Ribas turut menyoroti apa yang terjadi pada mantan klubnya tersebut. Diego mengatakan, keterpurukan Juventus saat ini bukan kesalahan para pemain.

Menurutnya, Del Piero dkk bukanlah pihak yang harus di salahkan, terkait menurunnya performa Bianconeri. Dari lima pertandingan terakhirnya di Serie A, Bianconeri hanya mampu mendulang satu kemenangan.

Diego menilai, pihak yang harus bertanggung jawab atas semua ini adalah pelatih Luigi Del Neri dan direktur klub Giuseppe Marotta. “Masalahnya tidak ada di pemain, tapi orang-orang yang ada disekitar mereka,” papar Diego.

“Saya melihat pertandingan mereka melawan Palermo. Mereka tidak terlihat menunjukan permain terbaiknya. Ada banyak pemain hebat di Juventus, tapi mereka membutuhkan pelatih yang lebih baik,” imbuhnya.

Pemain yang pernah tampil sebanyak 33 kali untuk Bianconeri ini juga yakin Juventus tidak dapat menembus zona Liga Champion. Diego beranggapan, Bianconeri masih akan mengalami masa-masa sulit.

Jelang Juventus VS Bayern Munich

September 14, 2009 by admin · Leave a Comment 

juve munichLagabola – Juventus dan Bayern Munich adalah dua raja di kompetisi domestik masing-masing. Kini, dua raja lokal itu harus saling sikut untuk beradu kualitas di ranah Eropa. Bayern adalah raja Bundesliga dengan koleksi 21 gelar. Sementara itu Juventus merupakan penguasa Seri A dengan 27 trofi.

Kini, kedua raja lokal itu harus saling bersaing untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa menjadi raja di Liga Champions. Juve dan Bayern tergabung dalam satu grup, bersama Bordeaux dan Maccabi Haifa. “Dari hasil undian, kami mendapatkan grup yang bisa kami kendalikan. Tapi, kondisinya juga bisa berubah menjadi sangat buruk. Kami harus menjalani setiap laga dengan benar,” demikian tukas kiper Juventus Gianluigi Buffon seperti dilansir dari situs resmi klub.

Bila merunut pada Liga Champions, prestasi FC Hollywood lebih baik daripada La Vecchia Signora . Tim asal Jerman empat kali juara, sedang wakil Italia baru dua kali. Ada pun kedua tim sama-sama mencatat tujuh kali penampilan di laga puncak. Kedua tim kini memiliki nyawa permainan baru. Diego Ribas di kubu Juve dan Arjen Robben di sisi Bayern.

“Bayern merupakan klub besar dengan sejarah yang luar biasa, dan yang terpenting mereka memiliki hasrat untuk selalu meraih kemajuan,” seru Robben seperti dilansir dari Soccernet. Di Liga Champions musim 2004/05, Juve dan Bayern juga berada dalam satu grup. Ketika itu tim Zebra sukses menjadi juara grup dengan poin 16, unggul enam poin dari tim asal Bavaria. Ada pun petualangan kedua tim sama-sama berakhir di perempatfinal. Jadi, siapakah satu dari dua raja lokal itu yang akan memperpanjang kekuasaannya di Liga Champions?

Juventus Menang Tipis 1-0

August 28, 2009 by admin · Leave a Comment 

File:Vincenzo Iaquinta.jpg

TURIN Lagabola – Juventus yang digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar Scudetto tampil kurang menggigit di laga perdana. Menghadapi Chievo Verona mereka cuma bisa menang tipis 1-0, Senin (24/8/2009). Kelemahan Bianconeri nampak jelas pada penampilan mereka kali ini. Kurang padunya permainan dari lini perlini membuat alur serangan kerap nampak berantakan.

Sementara Chievo sendiri juga tidak bisa memanfaatkan situasi. Mereka selalu gagal membangun serangan, bahkan terlihat lebih sering di tekan pada pertandingan tersebut. Sejak awal Juve memang mampu mendominasi permainan. Kinerja gelandang anyar mereka Diego Ribas di lini jadi tumpuan utama serangan. Sedangkan untu urusan pertahanan, Juve menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada dua bek Timnas Italia Giorgio Chiellini serta pemain veteran Fabio Cannavaro.

Harapan akan hadirnya sebuah permainan memikat dari La Vecchia Signora sempat terbesit ketika mereka berhasil mencetak gol di menit ke-11. Sebuah umpan silang Diego ke muka gawang langsung disambar Vicenzo Iaquinta untuk menaklukan kiper Stefano Sorrentino dan mengubah skor menjadi 1-0. Tapi harap tinggalah harapan, gol itu juga menjadi satu-satu yang terjadi di Olimpico Turin. Walaupun terus menekan The Flying Donkey selama laga berjalan anak-anak asuh Ciro Ferrara tetap tidak mampu mencetak gol tambahan, begitu juga dengan Chievo. Kurang padunya organisi permainan Juve sekali lagi ditenggarai jadi penyebab utama kegagalan mereka untuk tampil maksimal dan mendulang lebih banyak gol.