Tim Cahill Didukung Oleh David Moyes
December 25, 2011 by blake · Leave a Comment
David Moyes, manajer Everton, mendukung Tim Cahill untuk menemukan kembali kemampuannya untuk mencetak gol, meskipun penyerang internasional Australia tersebut sekarang sering berada dibangku cadangan. Cahill yang saat ini sudah berusia 32 tahun itu tidak dimasukkan dalam tim Everton yang sudah menang dengan skor akhir 1 – 0 atas Swansea, di mana Leon Osman-lah yang mencetak gol tunggal pada pertandingan itu dengan didukung Louis Saha di lini depan.
James McFadden Kembali Bermain Untuk Everton
October 18, 2011 by blake · Leave a Comment
James McFadden, mantan pemain depan Everton, kembali dikontrak hingga akhir musim oleh Everton. Pemain internasional Skotlandia itu meninggalkan Toffees tiga tahun lalu dan bergabung dengan klub Birmingham, tetapi tidak memiliki klub karena sudah terdegradasi musim lalu. Ia memilih bergabung dengan tim David Moyes di Merseyside dalam usaha tampil lagi setelah mengalami cidera. Everton mengontrak pemain Skotlandia itu hingga akhir musim ini. Catatan penampilan McFadden ketika bergabung dengan tim Biru itu pada tahun 2003 dan berhasil mencetak 11 gol dalam 109 penampilannya. Setelah pindah ke Midlands dengan transfer senilai lima juta dolar AS, ia mencetak 13 gol dalam 82 pertandingan sampai akhirnya mengalami cedera pada urat kakinya sehingga tidak bermain pada musim lalu.
Lampard Disimpan untuk Hadapi MU
December 11, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Ketika John Terry sudah bisa dimainkan sejak pekan lalu, Frnak Lampard malah belum terlihat. Carlo Ancelotti memberikan bocoran, Lampard disimpan supaya siap untuk menghadapi Manchester United. Ancelotti belum lama ini mengatakan bahwa kehadiran Terry dan Lampard di dalam skuad sangat ia butuhkan. Bukan hanya merujuk pada kemampuan keduanya, tetapi juga karakter yang dimiliki keduanya dinilai Ancelotti bisa menjadi pembangkit tim.
Terry sudah bermain sejak Chelsea ditahan Everton 1-1 pekan lalu, dan ketika ditekuk Marseille 0-1 di Liga Champions. Namun, Lampard masih terus disimpan. Ancelotti menantinya sampai benar-benar fit, dan itu diharapkan terjadi pada laga melawan MU pekan depan.
“Kami harus mengatur pertandingan untuknya. Mungkin pada hari Kamis nanti, baru setelah itu dia bisa dimainkan dalam laga melawan Manchester United,” ujarnya di Daily Mail.
“Dia tak punya masalah dalam latihan. Segalanya oke. Lebih baik untuk mempersiapkannya dalam laga persahabatan, lalu memainkannya dalam laga melawan United.”
Setelah menghadapi Tottenham Hotspur akhir pekan ini, Chelsea bakal menghadapi MU dan Arsenal secara berurutan. Melihat jadwal yang demikian ketat, dan fakta bahwa The Blues belum pernah menang dalam empat pekan terakhir, tenaga Terry dan Lampard sepertinya memang dibutuhkan.
Everton Jadi Hambatan The Blues di Bridge
December 3, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Tak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhirnya membuat Chelsea kehilangan tampuk klasemen sementara. Supaya tidak makin goyah, kemenangan di akhir pekan ini adalah sebuah kewajiban untuk mereka. Kalah dari Sunderland dan Birmingham, plus seri melawan Newcastle United minggu lalu merupakan catatan tidak menang secara beruntun terlama yang dimiliki Chelsea, sejak mereka melewati empat pertandingan tanpa menang di bulan September 2007.
Selain harus menyerahkan posisi puncak klasemen kepada Manchester United, pelatih Carlo Ancelotti pun mulai dispekulasikan nasibnya. Media secara berani merumorkan bahwa manajemen klub mulai menyiapkan rencana B, jika pelatih asal Italia itu tak segera memperbaiki performa tim. Rumor itu bisa bergaung lebih keras lagi apabila Chelsea tak bisa meraih kemenangan saat melakoni pertandingannya yang ke-16, melawan Everton hari Sabtu (4/12/2010) besok. Apalagi Florent Malouda dkk akan menjadi tuan rumah.
Everton semestinya bisa diatasi The Blues karena kesulitan mereka di musim lalu masih berlanjut. Pasukan David Moyes saat ini masih di dekat garis zona merah, persisnya di urutan 16. Statistik mereka pun buruk. Dari lima pertandingan terakhirnya mereka tidak merasakan kemenangan.
Rapor Everton di Stamford Bridge pun tergolong menyedihkan. Dari 18 kali melawat ke London barat, mereka hanya menang satu kali, seri delapan kali, dan kalah sembilan lagi. Satu-satunya kemenangan itu pun usianya sudah “tua”, yakni 16 tahun silam — pada November 1994.
Hanya saja, jika misi Everton adalah supaya tidak kalah, mereka punya catatan lumayan. Dari empat kunjungan terakhirnya di Bridge, mereka selalu bisa menahan imbang Chelsea. Di musim lalu, misalnya, Everton mengimbangi lawannya itu dengan skor 3-3 di Bridge — lalu menang 2-1 di pertemuan kedua di Goodison Park.
Sebaliknya, statistik terakhir itu menjadi alarm buat Chelsea. Mereka tidak butuh seri apalagi kalah. Mereka sedang memerlukan kemenangan supaya media tidak semakin “macam-macam” mengusik dressing room mereka — dan juga Ancelotti.
Kebanggaan Kuyt Mencetak Gol ke-50 bagi The Reds
February 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Liverpool Laga Bola – Sepertinya Dirk Kuyt tidak hanya senang menjadi penentu kemenangan Liverpool atas Everton. Striker internasional Belanda ini juga merasa bangga karena bisa mencetak gol ke-50 bagi Liverpool.
Bisa dikatakan Liverpool sangat beruntung memiliki Kuyt. Saat manajer Rafael Benitez kehilangan Fernando Torres di lini depan, Kuyt bisa menjadi jawaban untuk menjadi mesin gol bagi The Reds.
Pada saat derby Meryseyside, Kuyt mencetak gol tunggal kemenangan bagi The Kop. Gol itu juga sangat penting bagi pemain berusia 29 tahun sebagai pembuktian ketajaman bagi Liverpool.
“Ini perasaan yang luar biasa dan saya sangat senang bisa mencetak 50 gol bagi klub, khusus di laga seperti itu. Tapi saya tidak memikirkan golnya, yang penting kami menang,” ungkap Kuyt seperti dilansir Sky Sports.
Meski demikian, Kuyt lebih berharap skuadnya bisa bangkit memenangi setiap pertandingan ke depan. “Kami harus memiliki keyakinan bahwa kami masih dapat memenangi pertandingan dan kami melakukannya,” ujarnya.
Kuyt di musim ini telah menyumbangkan 9 gol dan beberapa golnya menjadi penentu kemenangan Liverpool. Tak heran, manajer Benitez pun memberikan pujian khusus kepada Kuyt atas kontribusinya tersebut.
“Saya pikir setiap orang tahu sekarang apa yang yang bisa Kuyt lakukan untuk kami. Dia punya kualitas dan fantastis di setiap pertandingan, bekerja keras. Dia jgua bisa melakukan banyak pekerjaan berbeda,” uji Benitez.




