Sepp Blater Menyayangkan Yang Terjadi Di Mesir Dan Turut Berduka

February 3, 2012 by blake · Leave a Comment 

Sepp Blatter, yang merupakan presiden FIFA, mengutarakan rasa simpatinya menyusul tragedi berdarah di Stadion Port Said seusai laga Liga Primer Mesir antara Al-Masry dan Al-Ahly. Selepas pertandingan yang dimenangkan Al-Masry 3 – 1 itu, ribuan suporter tuan rumah menginvasi lapangan dan menyerang fans serta para pemain Al-Ahly. Sekurangnya 74 korban jiwa melayang dalam kerusuhan tersebut. Samir Zaher, presiden federasi sepakbola Mesir (EFA), telah mengumumkan bahwa liga akan ditunda hingga batas waktu yang tak ditentukan oleh karena peristiwa tersebut. Sementara itu, konfederasi sepakbola Afrika (CAF) juga turut menyampaikan duka cita terkait insiden berdarah itu. Mengheningkan cipta selama satu menit akan dilakukan menjelang setiap laga perempat-final Piala Afrika 2012 yang dijadwalkan diseluruh akhir pekan ini.

Arema Dipukul Jeonbuk Motors 6 Gol!

May 10, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Arema benar-benar tidak bisa berbicara banyak pada perhelatan Liga Champions Asia musim ini. Alih-alih menjaga harga diri di pertandingan terakhir, tim asal kota Malang ini malah digasak 6-0 oleh Jeonbuk Motors. Adapun Arema bermain seperti tanpa semangat di pertandingan terakhirnya. Hal itu mengakibatkan mereka gagal mengantisipasi serangan cepat Jeonbuk yang akhirnya membuahkan gol di menit pertama lewat sontekan manis Krunoslav Lovrek.

Tak puas dengan gol cepatnya, Jeonbuk tak kunjung henti melancarkan serangan frontal terhadap pertahanan Arema. Hasilnya adalah mereka kembali kebobolan dua gol lewat aksi Kim Dong-Chan di menit ke sembilan dan sundulan Jeong Seong-Hoon pada menit ke 28.

Berawal dari skema serangan di sisi kiri lini pertahanan Arema, Lovrek berhasil kembali mencetak gol untuk timnya di menit ke 45. Hal ini membuat para punggawa Arema tertunduk lesu meninggalkan lapangan karena tertinggal dengan selisih empat gol sepanjang paruh pertama.

Memasuki babak kedua, situasi Arema tidak berubah, karena kendali permainan tetap dipegang oleh sang lawan dari Korea Selatan. Lovrek benar-benar menjadi bintang pada laga ini karena berhasil membuat hattick setelah melesakkan gol ketiganya di menit 60.

Arema sempat mendapat peluang emas di menit 74 namun Noh Alamshah gagal mengkreasikannya menjadi sebuah gol. Arema ini benar-benar dicukur habis setelah di menit 77 Kang Seung-Jo memperbanyak pundi gol Jeonbuk menjadi enam gol.

Arema sempat mendapat peluang lewat titik putih di menit 84, namun hal ini gagal dimanfaatkan Roman Chemelo menjadi sebuah gol. Lewat hasil ini, Arema benar-benar menutup laga akhirnya di perhelatan AFC Champions League dengan sangat buruk.

Susunan Pemain

Arema:
A. Kurniawan, Z. Syukur (A. Farisi/70’), L.Tupamahu, B.Wahyudi, M. Muhamad (Sunarto/46’), R. Chemelo, A. Bustomi, A. Auriqto, A. Amirudin, (A. Talaohu/46’), N. Alamshah.

Jeonbuk Motors:
Min-Sik Kim, Kwang-Hyun Lee, You-Hwan Lim, Seung-Jo Kang, Eninho (Hyung-Bum Kim/57’), Kyung-Sun Jin, Sung-Min Ha, Seong-Hoon Jeong, Dong-Chan Kim, K. Lovrek (Jae-Hwan Kim/67’), Luiz Henrique.

Gaji Telat, Para Pemain Punya Hak Melapor ke FIFA

May 5, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Persoalan gaji pemain telat tengah melanda beberapa klub di Indonesia. PT Liga Indonesia, selaku pengelola Liga Indonesia, menyebut bahwa para pemain punya hak untuk mengadu ke FIFA. Beberapa klub yang dimaksud di antaranya adalah Arema dan Deltras Sidoarjo. Sejumlah pemain Arema sudah lima bulan belum menerima gaji. Sementara para pemain Deltras bahkan sampai mengadu kepada Bupati.

Sekretaris PT Liga, Tigor Shalom, mengatakan bahwa kasus seperti ini kerap terjadi setiap musim. Jika sebuah klub melakukan demikian, maka mereka telah melakukan pelanggaran terhadap kontrak dengan pemain.

Andai sebuah klub masih menunggak gaji pemain, sampai akhirnya si pemain itu pindah di akhir musim, maka berarti pihak klub masih memiliki “utang” terhadap si pemain. Andai tak kunjung diberikan, si pemain bisa melapor kepada FIFA atau PSSI. PT Liga sendiri juga bisa menjatuhkan sanksi.

“Setiap tahun pasti ada kasus seperti ini. Pada saat musim baru, setiap klub harus tidak punya utang kepada pihak ketiga, termasuk pemain,” ujar Tigor.

“Sanksi tegasnya, mereka harusnya tidak bisa mengikuti kompetisi atau ditahan pendaftaran pemain asingnya dulu.”

“Tapi, kalau kasusnya tak kunjung selesai, pemain bisa mengadu ke FIFA. Kalau kasusnya sudah ke FIFA, biasanya bisa berimplikasi pada pengurangan poin atau paling berat didegradasi.”

Menurut Tigor, sanksi denda pun juga bisa dijatuhkan FIFA kepada klub yang menunggak gaji pemain. “Denda juga bisa. Jumlahnya bisa puluhan ribu dolar, tergantung kasusnya,” tuntasnya.

Menunggu FIFA Melarang NH sebagai Ketum PSSI

March 3, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Surat tahun 2007 silam menunjukkan bahwa FIFA pernah melarang PSSI untuk memilih kembali Nurdin Halid sebagai ketua karena terlibat kasus pidana. Ada kemungkinan FIFA melakukannya lagi saat ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, hampir empat tahun lalu FIFA mengindikasikan bahwa “PSSI harus mengulangi pemilihan (Ketua Umum PSSI), karena proses pemilihan yang dilakukan pada 20 April 2007 (sehari setelah ratifikasi perubahan statuta) tidak dilaksanakan sesuai dengan garis waktu yang diatur di Statuta PSSI. Komite meratifikasi keputusan ini dan juga memutuskan bahwa sesuai dengan statuta, seseorang yang sudah diputuskan bersalah atas tindak pidana dan sedang dipenjara tidak boleh mengikuti pemilihan.”

Akan tetapi, pada perkembangannya Nurdin tetap menjalankan organisasinya termasuk dari dalam penjara, terkait kasus korupsi. Entah kenapa, pada Kongres di Ancol 2009, FIFA melalui Thierry Regenass menyetujui perubahan statuta PSSI dan Nurdin langgeng.

Walaupun terus digoyang dari dalam, Nurdin tetap bertahan dan bahkan sampai mencalonkan diri sebagai anggota Komite Eksekutif AFC pimpinan Mohammmed bin Hammam –tapi gagal. Ia tak menyerah dan maju ke bursa calon presiden Federasi Sepakbola ASEAN (AFF). Notifikasi dari FIFA per 2007 itu seperti “menguap”.

Kisruh PSSI dikabarkan telah sampai ke meja FIFA, tak sekadar dari surat-surat PSSI, mulai dari yang melaporkan adanya kompetisi “tandingan” bernama Liga Primer Indonesia, sampai kegagalan menggelar Kongres akhir ini karena belum ada calon ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif.

Namun, derasnya desakan masyarakat yang meminta reformasi di tubuh PSSI, dengan tuntutan utama Nurdin mundur, juga diyakini terpantau oleh Zurich. Wartawan sebuah harian di Jakarta pernah mengirim surat elektronik yang mempertanyakan surat FIFA kepada PSSI pada Januari lalu, juga serangkaian demonstrasi suporter, plus PSSI sampai dipanggil oleh DPR dua hari lalu.

Pemerintah melalui kementerian pemuda dan olahraga juga mengaku akan melakukan komunikasi langsung dengan FIFA terjadi situasi di PSSI saat ini, antara lain dengan menugaskan duta besar di Swiss.

Pada Selasa (1/3) kemarin, Komite Asosiasi FIFA melakukan pertemuan untuk membahas permasalahan di asosiasi-asosiasi termasuk Indonesia (PSSI). Sebuah situs worldfootballinsider.com menulis, berdasarkan informasi dari sumber di komite tersebut, Nurdin akan dilarang untuk masuk bursa lagi terutama karena statuta organisasi jelas-jelas menyebut bahwa orang yang pernah dipenjara tidak boleh mengikuti pemilihan.

Kabarnya, sidang yang dipimpin oleh wakil presiden FIFA yang juga ketua Komite Asosiasi FIFA, Geoff Thompson, itu telah mengeluarkan tiga rekomendasi yang akan dilempar di sidang Komite Eksekutif FIFA pada Rabu dan Kamis (3/3) ini.

Informasi yang beredar, beberapa poin yang dihasilkan Komite Asosiasi adalah, PSSI diharuskan membentuk komite pemilihan paling lambat 19 April, yang bertepatan dengan hari terakhir masa kepemimpinan Nurdin Halid. Sebulan setelah terpilih, komite pemilihan melakukan seleksi untuk calon ketua, wakil ketua dan anggota Komite Eksekutif. Terakhir, Komite Asosiasi FIFA melarang Nurdin kembali mencalonkan diri sebagai ketua karena trek rekornya sebagai mantan narapidana.

Hasil sidang FIFA tersebut, jika tidak hari ini juga, akan diumumkan besok. Masyarakat sepakbola Indonesia sudah pasti menunggu apa hasilnya.

Nurdin Halid Sudah Tebus Kesalahannya

March 1, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - Ketua komite pemilihan PSSI, Syarif Bastaman menyebut Nurdin Halid sudah cukup memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua umum.

Penetapan Nurdin sebagai calon ketua menuai kontroversi karena dinilai banyak kalangan telah menyalahi statuta AFC serta FIFA karena pernah terlibat dalam kasus pidana. Keputusan itu sendiri akhirnya dianulir oleh komisi banding setelah munculnya gelombang protes dari masyarakat.

Dalam rapat dengan pendapat umum (RDPU) di hadapan anggota komisi X DPR RI, Syarif mencoba meluruskan statuta FIFA yang melarang seorang ketum terlibat sanksi hukum. Menurut syarif dalam hal ini seorang calon bisa mengajukan diri karena yang bersangkutan tidak sedang terlibat kasus hukum saat kongres.

Selain itu Syarif mengakui Nurdin punya hak untuk mencalonkan diri karena sudah membayar kesalahannya di masa lalu. “Hak sipilnya sudah pulih karena telah membayar kesalahan” tegasnya.

Mengenai masa jabatan pengurus PSSI, Syarif juga memberikan pemaparannya. “Tidak ada ketentuan yang tidak bisa diukur,” kata Syarif. Karenanya PSSI menetapkan waktu lima tahun untuk masa jabatan dan semua ketetapan tersebut juga telah dikomunikasikan dengan FIFA.

”Soal lama jabatan harus lima tahun. Syarat jadi ketua umum bisa dari pengurus dan mantan pemain nasional,” jelasnya di gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (1/3/2011).

Hal lain yang juga ditanyakan komisi X adalah soal kekisruhan dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Secara lugas Syarif kembali menjelaskan bahwa kompetisi yang back-up oleh Arifin Panigoro itu tidak diakui oleh PSSI maupun FIFA.

“Setiap kompetisi ada hirarkinya seperti divisi I, II, III dan Liga Super. Sementara LPI tidak ada. LPI di luar FIFA,” jelas syarif menjawab pertanyaan anggota dewan.

Keaslian Tanda Tangan FIFA Dipertanyakan, NH Jamin PSSI Tak Rekayasa

March 1, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Sedikitnya dua kali FIFA mengirim surat kepada PSSI dalam dua bulan terakhir. Ditanya kenapa tanda tangan di surat itu berbeda, Nurdin Halid menjamin sampai sejuta persen, PSSI tidak merekayasa. Adalah anggota Komisi X dari Fraksi Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardikah, yang menggelontorkan pertanyaan tersebut, terkait dua surat yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke pada 11 Januari dan 24 Febuari.

Surat pertama berisi teguran sehubungan bergulirnya kompetisi yang tidak diakui PSSI, Liga Primer Indonesia (LPI). Surat kedua terkait intervensi dari pemerintah (Menpora).

“Yang mau saya tanyakan, dari dua surat itu kenapa tanda tangannya berbeda. Padahal itu atas nama yang sama, yaitu Jerome Vaclke. Perbedaannya sangat jauh. Ini kok bisa begitu?” tanya I Gede Pasek.

Nurdin Halid dengan sigap menjawab, “Interupsi Pak Ketua. Soal itu silakan konfirmasi saja ke FIFA. Kita jamin 100 persen, seribu, sejuta, bahkan setriliun persen, tidak ada anggota kami yang membuatnya. Silakan konfirmasi ke FIFA.”

Kopi kedua surat itu juga diserahkan kepada pimpinan sidang dan pihak PSSI. Di situ memang terlihat tanda tangan Jerome Valcke sangat berbeda. Tanda tangan pertama tidak jelas huruf V, dan garis menyampingnya lurus kaku. Sedangkan yang kedua, huruf V lebih jelas, dan garis menyampingnya agak melingkar.

Meragukan Statuta PSSI Sama dengan Melecehkan FIFA

February 15, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Jika masih ada yang meragukan Statuta PSSI, maka mereka juga melecehkan Badan Sepakbola Dunia (FIFA).

Karena Statuta PSSI sudah mengadopsi Statuta FIFA, maka sudah sangat sewajarnya jika PSSI adalah kepanjangan tangan FIFA, sehingga otomatis seluruh kegiatan PSSI adalah kegiatan yang diatiur dalam Statuta FIFA. Pasal-pasal dalam Statuta PSSI merupakan hasil perundingan mendalam dengan mengacu pada Standar Statuta FIFA, namun yang dibicarakan adalah dalam bahasa Indonesia.

Angota Komite Etik FIFA Suryadharma “Dali” Tahir mengemukakan hal itu menanggapi kekhawatiran sebagian kalangan mengenai penerapan Statuta PSSI berkaitan dengan bakal berlangsungnya Kongres Luar Biasa PSSI pada 19 Maret mendatang, dengan agenda utama pemilihan ketua umum, wakil ketua umum dan anggota Exco PSSI 2011-2015.

Menurut Dali Tahir, jika masih ada orang yang meragukan Statuta PSSI, maka hal itu sama sama dengan melecehkan kewibawaan FIFA. “Karena FIFA sudah memberikan pujiannya atas Statuta PSSI, setelah melalui belasan kali perundingan hampir selama dua tahun, baik di markas besar AFC di Kuala Liumpur maupun di markas besar FIFA di Zurich,” tegas Dali Tahir.

Statuta PSSI secara resmi disahkan pada Kongres Luar Biasa PSSI di Hotel Mercure, Ancol, yang kala itu juga dihadiri oleh Direktur Asosiasi dan Pengembangan FIFA, Thierry Regenass.

“Setelah itu ada beberapa surat lagi dari FIFA yang menyatakan dukungananya terhadap kepengurusan Nurdin Halid. Surat-surat itu menegaskan, Nurdin Halid dapat melanjutkan kepemimpinannya di PSSI hingga tahun 2011. Logikanya, jika FIFA tidak mempercayai Nurdin Halid, mana mungkin (Nurdin Halid) bisa bertahan sampai sekarang?,” tegas Dali Tahir dilansir situs PSSI, Selasa (15/2/2011).

Nurdin: “Surat FIFA itu Asli”

January 17, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Ramai soal surat FIFA ke PSSI terus berlanjut. FIFA sendiri sudah menyebut telah mengirim surat ke federasi sepakbola nasional itu. Dan kini giliran Ketum PSSI Nurdin Halid yang menegaskan surat tersebut asli “1.000 persen”

“Soal surat FIFA, ‘kan sudah diberitahu Sekjen (Nugraha Besoes) kalau surat itu asli. Pokoknya saya yakinkan surat itu asli 1.000 persen. Kalau tidak percaya silakan tanya aja ke FIFA,” tegas Nurdin.

Sebelumnya sempat terjadi kesimpang-siuran mengenai keaslian surat tersebut, dikarenakan awalnya tak ada tangan dari Sekjen FIFA serta penggunaan tata bahasa Inggris yang buruk.

Pada akhirnya seorang rekan wartawan menanyakan langsung kepada FIFA melalui surat elektronik. Dan dipastikan bahwa FIFA mengakui bahwa mereka telah mengirim surat kepada PSSI.

“Yang pasti mana mungkin Sekjen memberitahu yang tidak pasti. Kita adalah organisasi yang patuh pada peraturan,” tuntas Nurdin.