Diego Milito Akan Merumput Ketika Inter Akan Berhadapan Dengan Atalanta

October 27, 2011 by blake · Leave a Comment 

Claudio Ranieri, pelatih Inter Milan, pasti akan memainkan penyerang asal Argentina, Diego Milito, saat mereka menghadapi Atalanta. Musim ini Milito memang sedang kesulitan mendapatkan satu tempat di lini depan Inter yang telah diisi Giampaolo Pazzini, Diego Forlan, dan juga Mauro Zarate. Namun Ranieri telah memutuskan bahwa partai di Bergamo tersebut akan menjadi arena yang tepat untuk menunjukkan kalau ia masih memiliki kepercayaan terhadap pemain yang baru pada 18 bulan lalu mencetak dua gol kemenangan Inter atas Bayern Muenchen di final Liga Champions.

Akhir Musim Ini, Montolivo Akal Bergabung dengan Inter Milan

April 26, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - Lini tengah Inter Milan di musim depan sepertinya bakal lebih tangguh. Pasalnya, Nerazzurri akan kedatangan satu gelandang tangguh, yakni Riccardo Montolivo.

Memang, kepastian soal merapatnya gelandang sekaligus kapten tim Fiorentina ke Giuseppe Meazza masih tanda tanya. Namun, direktur olahraga La Viola, Pier Paolo Marino meyakini bila gelandang timnas Italia itu lebih memilih bergabung dengan Inter ketimbang Juventus yang juga dikabarkan serius meminangnya.

“Saya yakin itu, seperti yang dikatana Pantaleo Corvino (direktur Fiorentina), saat putaran roda berakhir, maka solusi tepatnya adalah dengan mencari sosok yang masih segar,” ujar Marino menggambarkan kebijakan yang akan ditempuh Fiorentina untuk menjual beberapa pemain andalannya, menyusul hasil buruk yang mereka raih di musim ini.

“Sejak empat atau lima bulan lalu, saya sempat menggarisbawahi opini saya yakni, Montolivo akan bergabung dengan Inter,” sambungnya dikutip Football-Italia, Selasa (26/4/2011).

“Nerazzurri tengah membutuhkan sosok gelandang tangguh untuk memperkuat lini tengah mereka dan mereka jelas membutuhkan seorang pemain seperti kapten Fiorentina ini (Montolivo),” imbuhnya.

Ditanya soal peluang Montolivo bergabung dengan Juve yang juga telah menyatakan kesiapannya merekrut Montolivo, Marino yakin Montolivo akan memilih bergabung dengan tim yang sempat diperkuatnya (Inter). Terlebih, antara Juve dan Fiorentina juga terbalut hubungan yang kurang baik.

“Saya ulangi. Dalam opini saya Montolivo akan bergabung dengan Inter, sementara Juve kemungkinan akan mendapatkan servis Andrea Pirlo,” tegasnya.

“Antara Inter dan Juve, saya yakin dia akan memilih mantan klubnya, juga karena rivalitas antara Juve dan Fiorentina. Menurut saya, Montolivo pantas mendapatkan tim yang hebat. Selalu sulit mempertahankan pemain apabila tawaran itu datang dari klub besar (Inter),” imbuhnya.

“Montolivo memiliki segalanya untuk bermain di klub besar. Dia punya kekuatan, kualitas dan juga masih muda,” Marino memuji gelandang 26 tahun ini.

Inter Incar Tevez Demi Era Baru

April 15, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Inter Milan mencoba membangun era baru. Hal itu dimulai dengan mencoba menggaet bomber tajam Carlos Tevez. Sebagaimana dilaporkan Corriere dello Sport, Jumat (15/4/2011), dalam beberapa pekan terakhir masa depan bomber milik Manchester City itu memang tengah dikaitkan dengan kepindahan ke Inter, akhir musim nanti.

Nerazzurri memang berencana melakukan perubahan skuad, akhir musim ini. Itu tak lain, buntut dari tersingkirnya pasukan Leonardo Araujo dari pentas Liga Champions, setelah disingkirkan Schalke 04 pada babak perempatfinal, kemarin.

Presiden Inter Massimo Moratti seperti tidak puas dengan lini depan yang ada; Samuel Eto’o Goran Pandev, dan Diego Milito. Tak heran, Moratti mengejar tanda-tangan Tevez untuk digaet akhir musim mendatang.

Kabarnya, penyerang asal Argentina itu sudah berada disebuah restoran Milan, tadi malam. Kemungkinan, kedatangan Tevez sendiri bertujuan untuk membahas kepindahan mantan penyerang Manchester United itu ke Giuseppe Meazza.

Kendati demikian, tidak mudah bagi Nerazzurri untuk mendapatkan Tevez. Pasalnya, City juga tidak mau melepaskan kapten mereka begitu saja. Jika bersikeras, maka Moratti harus mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan Tevez.

Menunggu Jawaban dari Sang Juara Bertahan

April 11, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - Kekalahan memalukan dialami Inter Milan dari Schalke di leg I. Kini Inter pun diberikan tantangan untuk membalikkan keadaan guna lolos ke semifinal dan menjaga kans mempertahankan gelar. Bisa? Di luar dugaan, Inter keok 2-5 saat menjamu Schalke di leg I babak perempatfinal pekan lalu. Hasil tersebut membuat Inter kini memiliki misi cukup berat di leg II, Kamis (14/4/2011) dinihari WIB, untuk menjaga asa mempertahankan gelar juara.

Berikut data dan fakta terkait partai Schalke kontra Inter nanti, sebagaimana diwartakan Reuters.

Schalke, yang sudah tidak terkalahkan di delapan partai Liga Champions dan di ambang semifinal pertamanya di kompetisi itu, sudah memenangi seluruh empat partai kandangnya musim ini dengan selisih setidaknya dua gol. Mereka bikin 11 gol dan kebobolan hanya dua saja.

Schalke tidak pernah kalah di kandang saat menjamu tim Italia dalam lima pertemuan, tetapi mereka sempat diimbangi 2-2 oleh AC Milan lima musim lalu.

Penyerang Schalke asal Spanyol, Raul Gonzales, menjadi pemain pertama yang bikin 70 gol di Liga Champions berkat golnya di leg I. Itu adalah gol keempatnya untuk Schalke di Liga Champions musim ini, dengan 66 gol sebelumnya ia buat saat masih membela Real Madrid.

Kans Inter mencapai semifinal dan mempertahankan gelar cukup kecil. Tidak ada tim yang sudah kebobolan lima gol di kandang sendiri pada leg I di sebuah kompetisi antarklub Eropa, tetap bisa lolos.

Inter, yang sempat dikenal punya pertahanan solid, kini sudah kebobolan 19 gol di sembilan partai Liga Champions musim ini, lebih banyak dari tim lain.

Musim ini Inter mampu membalikkan kekalahan kandang dari sebuah tim Jerman saat ganti memukul Bayern 3-2 di laga tandang, setelah sebelumnya kalah 0-1 di Giuseppe Meazza. Itu adalah satu-satunya kemenangan tandang Inter ke Jerman dalam lima lawatan terakhirnya di Liga Champions.

SCHALKE 04 v INTER MILAN
Pertemuan
Berhadapan: 5
Kemenangan: Schalke 2, Inter 2, imbang 1
Gol: Schalke 7, Inter 5

Double Winners Jadi Impian Milan

April 4, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Keberhasilan AC Milan menundukkan rival sekotanya Inter Milan di laga derby della Madonnina, Minggu dini hari kemarin, sontak memperbesar peluang Alexandre Pato dkk menggenggam scudetto. Namun, gelar scudetto saja belum cukup buat Rossoneri yang ingin melengkapinya dengan trofi Coppa Italia.

Dua gol Pato dan sebuah eksekusi penalti Antonio Cassano sukses membuat Inter tertunduk lesu di San Siro. Sang juara bertahan dipaksa menelan kekalahan telak 3-0, sekaligus menyulitkan peluang anak asuh Leonardo Araujo untuk bisa bersaing mempertahankan scudetto yang mereka raih dalam lima musim terakhir.

Selain sukses mentasbihkan diri sebagai tim terbaik di kota Milan, tambahan tiga angka atas Inter membuat posisi skuad Iblis Merah kian kokoh di puncak clasifica Serie A. Milan nyaman di pucuk klasemen dengan raihan 65 poin atau unggul lima angka dari La Beneamata di posisi ketiga, dan tiga angka dari Napoli sebagai runner-up.

Dengan tujuh laga tersisa, Milan memang berpeluang besar menyudahi dahaga scudetto yang terakhir kali mereka raih tujuh tahun silam. Namun, perjuangan Gennaro Gattuso dkk dipastikan tidak mudah lantaran di tujuh laga tersisa, mereka masih harus berhadapan dengan empat lawan tangguh, yakni Fiorentina, Sampdoria, AS Roma dan Udinese di laga pamungkas.

Tak hanya scudetto, Rossoneri juga berpeluang melengkapinya dengan trofi Coppa Italia dimana Milan sukses menembus semifinal dan akan berhadapan dengan Palermo 21 April (kandang) dan 11 Mei (tandang) mendatang. Laga melawan Palermo bisa dijadikan Milan sebagai ajang balas dendam setelah dalam dua pertemuan di Serie A musim ini, Milan selalu takluk dari klub berjuluk Rosanero.

“Kami tidak mampu melakukan apa yang jadi target kami di Palermo (kalah 0-1), tapi kami mampu melakukannya saat melawan Inter,” ujar Pato.

“Masih ada tujuh laga tersisa, jadi kami harus tetap bekerja keras untuk mendapatkan scudetto. Saya berharap, kami bisa melengkapinya dengan meraih trofi Coppa Italia,” tutup bomber yang kini tengah menjalin asmara dengan Barbara, putri pemilik Milan, Silvio Berlusconi.

Inter Masih Layak Dapat Scudetto 2006!

April 1, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Di tengah euforia menyambut Derby della Madonnina, Presiden Inter Milan Massimo Moratti masih menyempatkan diri bicara Scudetto.

Kamis (31/3/2011) waktu setempat Moratti datang ke pengadilan di Naples sebagai saksi kasus Calciopoli yang kembali dibuka pihak Juventus. Selain Moratti pengadilan Naples juga memanggil sejumlah wasit untuk dimintai keterangan.

Seperti diketahui Juventus diduga melakukan pelanggaran dengan mengatur hasil pertandingan pada 2006. Sebagai akibatnya, dua Scudetti Juventus dicabut dan salah satunya diberikan kepada Inter.

Juventus pun kini menuntut dibuka kembali kasus yang membuat mereka terdegradasi ke Serie B. Kendati demikian, Moratti mengaku siap menghadapi tuntutan.

“Saya tidak lelah dengan kontroversi Scudetto 2006 dan menegaskan gelar itu sangat layak,” cetus Moratti.

“Saya tak khawatir sebelum pertemuan ini atau merasa Scudetto itu tak bernilai,” imbuh pengusaha minyak tersebut.

Moratti menghabiskan waktu 3,5 dalam pemeriksaan tersebut untuk mendiskusikan kemungkinan adanya bukti baru dalam kasus Calciopoli. Moratti juga meminta maaf atas klaimnya baru-baru ini yang menyebut dirinya sengaja dijerumuskan dalam kasus Calciopoli.

“Saya meminta maaf atas pernyataan tersebut. Kami akan lihat bagaimana nantinya hingga kasus ini berakhir,” pungkasnya.

Menang Tipis, Inter Dekati Milan

March 21, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Inter Milan tidak menyia-nyiakan kesempatan memperpendek jarak dengan pemuncak klasemen AC Milan. Setelah rival sekotanya itu terjungkal Minggu dini hari, malam ini Nerrazurri menghantam Lecce 1-0. Meski sejumlah pilar belum bisa diturunkan untuk memuluskan upaya meraih tiga poin, Inter kembali diperkuat Javier Zanetti dan Giampaolo Pazzini. Pelatih Leonardo juga menurunkan Goran Pandev, untuk memperkokoh barisan depan.

Berlaga di hadapan pendukungnya di Giuseppe Meazza, Inter langsung memegang kendali permainan. Gebrakan Wesley Sneijder dan Giampaolo Pazzini membuka peluang pasukan Leonardo di menit-menit awal.

Lecce sendiri hanya bisa mencoba mengirimkan ancaman melalui aksi Nenad Tomovic, dan Daniele Corvia.Namun lini belakang Inter masih bisa mengatasi akselerasi kedua pemain itu.

Hingga jeda, Inter masih belum bisa menembus pertahanan Lecce. Interisti harus puas melihat skor kacamata saat babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Inter tetap merajai pertandingan.Peluang pertama bagi Inter, terbuka melalui aksi Pazzini di menit 51 saat eks pemain Sampdoria itu memanfaatkan umpan silang Sneijder. Sayang sundulannya masih bisa dimentahkan dengan sempurna oleh Antonio Rosati.

Giuseppe Meazza akhirnya bergemuruh satu menit kemudian.Pazzini sukses menaklukan Antonio Rosati setelah menerima umpan dari Goran Pandev.1-0 Inter memimpin, meski Rosati mengklaim Pazzini menggunakan tangan untuk mengarahkan bola, wasit tak menghiraukannya.

Kepercayaan diri Eto’o dkk semakin terlecut dengan satu gol Pazzini di menit 52 itu.Tapi Leonardo justru menarik Goran Pandev dan Sneijder. Sebagai gantinya sang arsitek memasukan Coutinho dan Kharja. Saat injury time, Eto’o ditarik keluar digantikan Dejan Stankovic.Hingga akhir babak kedua, kedudukan 1-0 tetap bertahan.

Kemenangan ini membawa Inter mengemas 60 poin, terpaut dua poin di bawah AC Milan yang di pekan ke 30 ini takluk di tangan Palermo 1-0.Sementara Lecce tetap bertahan di zona degradasi dengan poin 28.

Lecce starting XI: Antonio Rosati, Medina Fabiano, Stefano Ferrario, Davide Brivio, Nenad Tomovic, Andrea Bertolacci, Giuseppe Vives, Guillermo Giacomazzi, Djamel Mesbah, Ruben Olivera, Daniele Corvia.

Inter starting XI: Julio Cesar, Cristian Chivu, Lucio, Javier Zanetti, Maicon, Esteban Cambiasso, Thiago Motta, Samuel Eto’o, Goran Pandev, Giampaolo Pazzini, Wesley Sneijder.

Leonardo Pelatih Masa Depan Nerazzurri

March 17, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Leonardo memang baru menangani Inter Milan sejak pertengahan musim ini. Namun dengan apa yang sudah dibuat oleh Leo sejauh ini, ia pun dianggap sebagai pelatih masa depan Nerazzurri. Inter yang baru saja mereguk sukses meraih treble winner musim lalu berubah drastis penampilannya seiring kedatangan Rafael Benitez. Intrik di ruang ganti pemain, cedera pemain serta inkonsistensi penampilan membuat mereka sempat terpuruk di awal musim ini.

Meski membawa Inter jadi juara Piala Dunia Antar Klub, Benitez tetap tak luput dari pemecatan. Alhasil Leonardo yang sedang menganggur usai dipecat dari AC Milan akhir musim lalu ditunjuk sebagai suksesor Benitez.

Beban berat pun langsung dibawa Leonardo untuk membawa La Beneamata kembali ke jalur juara. Hasilnya? Inter pun kembali “sembuh” dan kini mereka jadi pesaing serius Milan setelah sempat tertinggal 13 poin dan di Coppa Italia mereka sudah menapaki semifinal.

Di Liga Champions pun Leonardo sukses membawa tim kebangaan para Interisti itu lolos dari 16 besar secara dramatis usai menaklukkan Bayern Munich. Sempat tertinggal agregat total 1-3 mereka pun menyamakan kedudukan jadi 3-3 dan berhak ke perempatfinal akibat unggul selisih gol tandang.

Peluang Inter untuk mempertahankan tiga gelarnya musim ini masih terbuka lebar dan Leonardo pun patut apresiasi khusus atas usahanya tersebut, mengingat ia baru memulai karir kepelatihannya pada 2009. Dengan kemampuan dan bakatnya saat ini, Leonardo tak diragukan bakal lebih lama berada di Giuseppe Meazza dari kontraknya yang akan berakhir 2012.

“Ini adalah kemenangan krusial yang diinginkan tim ini. Jadi kami semua puas dan bangga,” sahut Manajer Umum Ernesto Paolillo kepada Radio Sportiva yang dikutip Football Italia.

“Saya percaya kami bisa melakukannya hingga akhir laga. Gol-gol Bayern datang hanya karena kesalahan pertahanan kami. Di babak kedua Inter jelas tampil lebih baik dan menunjukkan semangat hebat mereka untuk membalikkan ketertinggalan di leg pertama,” lanjut Paolillo.

“Leonardo akan menjadi pelatih masa depan. Dia datang kepada kami untuk program jangka panjang dan kami ingin menelurkan lagi pemain muda. Disamping seorang pelatih hebat, Leonardo tahu bagaimana menggunakan psikologis dalam sepakbola untuk menolong para pemain keluar dari situasi sulit dan mempertahankan spirit tim,” tuntas Paolillo.