Tidak Ada Sangkut Pautnya Antara Penampilan Tim Chelsea Dan Villas-Boas

January 19, 2012 by blake · Leave a Comment 

Awal musim ini ada isu jika sejumlah besar pemain senior Chelsea tak akur dengan sang manajer, Andre Villas-Boas. John Terry pun membantah hal tersebut dan mengatakan hubungan mereka sampai saat ini baik-baik saja. Kedatangan Villas-Boas awal musim ini membuat peran sejumlah pemain senior mulai berkurang di tubuh tim asal London Barat itu. Sudah ada Nicolas Anelka Didier Drogba, Salomon Kalou, Frank Lampard dan Alex yang tersingkir dan memilih untuk pergi. Memang nama-nama itu sulit mendapatkan jam terbang saat hingga setengah musim berjalan. Maka wajar jika akhirnya mereka digosipkan akan pergi dan sekaligus memperlihatkan jika adanya ketidak harmonisan di ruang ganti The Blues. Terry, Sebagai kapten klub, pun menegaskan jika kondisi tim saat ini masih harmonis dan jika ada pemain yang tidak bahagia, itu karena jarang mendapat kesempatan bermain.

John Terry Dan Ban Kapten Yang Ia Pegang Saat Ini

November 17, 2011 by blake · Leave a Comment 

John Terry memberikan pernyataan tentang peran kapten yang sekarang menjadi miliknya, ia mengatakan bahwa ia tidak akan pernah menyerahkan ban kapten kepada siapa pun juga. Terry berpendapat bahwa tidak ada satupun alasan baginya untuk melepaskankan ban kapten Inggris. Beberapa kalangan menyatakan bahwa bek Chelsea ini tidak layak lagi menjadi kapten Inggris karena keterlibatan Terry dalam kasus rasisme kepada bek QPR, Anton Ferdinand dan menjadi sebuah permasalahan yang diurus oleh pihak kepolisian setempat.

Fabio Capelo Menunjuk Frank Lampard Menjadi Kapten TimNas Inggris

November 12, 2011 by blake · Leave a Comment 

Fabio Capello, pelatih tim Inggris, mengkonfirmasi kalau Frank Lampard akan menjadi kapten saat Inggris melakoni pertandingan persahabatan melawan Spanyol di akhir pekan ini. Gelandang Chelsea, Lampard (33 tahun) akan mengenakan ban kapten, setelah Capello memutuskan untuk mengistirahatkan John Terry dari tim inti pada pertandingan di Wembley. Penunjukan ini merupakan keberuntungan bagi Lampard, yang pada dua pertandingan terakhir Inggris melawan Bulgaria dan Montenegro, tidak masuk timnas, dan sempat membuat spekulasi kalau karir Lampard di timnas akan segera berakhir. Bagaimanapun juga Lampard merupakan pilihan logis bagi Capello setelah keputusannya untuk mengistirahatkan Terry, menyusul cederanya Steven Gerrard, dan juga Rio Ferdinand yang sedang tidak berada dalam performa terbaiknya. Capello juga menekankan kalau Terry, yang sekarang sedang menjalani investigasi dari polisi dan juga FA karena tuduhan melakukan pelecehan rasial.

Terry Anggap Spurs dan Barca Sebagai Lawan Terberatnya

May 6, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Sudah 500 pertandingan dilewati John Terry bersama Chelsea. Dari 500 pertandingan itu, siapa lawan terberat menurut bek asal Inggris itu? Ia menjawab Tottenham Hotspur dan Barcelona. Laga ke-500 Terry dia catatkan ketika membela The Blues menghadapi Tottenham Hotspur akhir pekan kemarin. Catatan itu makin terasa manis karena tim London Barat berhasil mengandaskan Spurs 2-1 dan kemenangan itu juga menghidupkan kembali peluang “juara Si Biru” di Premier League.

Dalam kurun waktu selama itu, Terry tentunya memiliki banyak kesan salah satunya mengenai lawan yang dihadapi. Dalam wawancaranya dengan situs resmi klub, pria yang masuk tim senior Chelsea tahun 1998 itu ditanyai siapakah lawan terberat yang pernah dihadapi.

Dari opsi jawaban yang ditawarkan yakni Arsenal, Manchester United, Liverpool atau Barcelona, bek berusia 30 tahun itu hanya memilih Barcelona untuk level Eropa. Sedangkan di level domestik, tiga tim sesama Big Four itu oleh Terry tidak dipilih.

“Ya bagi saya, saya akan mengatakan bahwa rival terberat yang pernah saya hadapi adalah Spurs di level domestik. Sementara di tingkat Eropa sudah jelas Barcelona,” jawab bek bernonor punggung 26 itu.

Ada beberapa kejadian yang boleh jadi pahit bagi Terry ketika bertemu dengan Tottenham. Salah satunya dalam laga 5 November 2006 di kandang The Lilywhites. Ketika itu Terry untuk pertama kalinya menerima kartu merah di sepanjang karirnya. Laga berakhir bagi kekalahan “Si Biru” dan itu menjadi kekalahan pertama tim berlambang singa tersebut di White Hart Lane sejak 1987.

Kemudian di tahun 2008, Terry bersama Chelsea juga takluk 1-2 dari Tottenham di final Piala Liga.

Sementara itu terkait Barcelona, Terry mengatakan bahwa gol terbaik di sepanjang karirnya sejauh ini dia cetak ke gawang Blaugrana di Liga Champions musim 2004/2005. Dalam laga yang dilangsungkan 8 Maret 2005 itu, Chelsea menang 4-2.

“Ketika itu kami unggul 3-0 dan mereka kemudian berusaha bangkit. Namun kemudian ketika Damien Duff mengambil sepak pojok, saya ingat ketika itu saya memberikan tanda,” ujar bek kelahiran 7 Desember 1980 itu.

“Saya kemudian berlari mendekati tiang dekat dan menyambut bola. Itu merupakan malam yang luar biasa karena kami mengalahkan Barcelona, tim yang memiliki pemain luar biasa dan tengah berada di puncak performa.”

“Hasil itu merupakan hasil yang sempurna untuk kami dan gol saya seperti memecah kebuntuan. Sungguh malam yang luar biasa.”

Soal Rooney, Gary Neville Juga Mengecam Keputusan FA

April 9, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Tak satupun pihak Manchester United yang menerima hukuman Asosiasi Sepakbola (FA) Inggris pada Wayne Rooney. Gary Neville pun turut mengecam keputusan FA.

Akibat pernyataan kasar di depan kamera TV, usai mencetak hattrick ke gawang West Ham United pada akhir pekan lalu, Rooney diganjar hukuman larangan tampil dalam dua pertandingan domestik. Bomber Timnas Inggris harus absen pada laga melawan Fulham, akhir pekan ini, serta laga semifinal FA Cup melawan Manchester City pada 16 April mendatang.

Kendati harus menerima, pihak United tetap melayangkan keberatannya. Kini, giliran Neville yang mengungkapkan dukungan pada Rooney. Tak sekadar membela, mantan kapten tim Setan Merah berkaca dari pengalamannya.

“FA terlalu reaktif dan sangat tidak konsisten dengan reaksi mereka,” sungut Neville. “Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa mengumpat di depan kamera akan menggiring Anda pada hukuman dua pertandingan.

“Pekan ini, mereka (FA) membuat aturan itu. Mulai saat ini, mereka harus memastikan akan terus menerapkannya. Ya, setiap pemain yang tertangkap mengumpat di depan kamera akan dihukum larangan tampil dua pertandingan,” papar pria 36 tahun, yang sudah mengutarakan gantung sepatu pada Februari lalu.

“Selama 20 tahun terakhir, nenek saya mengatakan bahwa saya terlihat mengumpat di kamera. Itu terjadi 20 kali di setiap pertandingan. Saya tidak bisa mengerti kenapa kali ini jadi berbeda. Anda tidak bisa memisahkan emosi dari sepakbola,” tandasnya.

Rooney Diskors Dua Pertandingan, MU Kecewa

April 7, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Manchester United kecewa atas sanksi yang dijatuhkan FA kepada striker andalan mereka Wayne Rooney. Pasalnya Wazza segera meminta maaf atas selebrasi gol-nya ke gawang West Ham.

Rooney dikenai sanksi dua pertandingan oleh FA, usai mengumpat setelah merayakan gol ke gawang The Hammers dalam laga yang berlangsung akhir pekan kemarin. Hukuman skorsing itu diumumkan Kamis (7/4/2011) sore WIB.

“Manchester United benar-benar kecewa dengan keputusan komisi regulator FA. Klub berusaha sekuat tenaga agar hukuman tersebut bisa lebih ringan, tapi ternyata tidak sukses,” demikian keterangan yang disampaikan MU lewat situs resminya beberapa saat setelah hukuman dijatuhkan.

“Wayne Rooney segera meminta maaf segera setelah pertandingan berakhir dan sekarang klub berharap bisa terus melangkah maju di musim yang bakal memiliki akhir sangat menarik ini.”

Sanksi telah dijatuhkan, Rooney pun bisa menerimanya meski dengan berat hati. “Tidak seperti pemain lain yang tertangkap mengumpat di depan kamera, saya sudah langsung minta maaf. sepertinya aku jadi orang yang pertama kali diskorsing karena mengumpat. Itu tidak benar,” jelas dia.

“Apa pun itu, saya harus menerimanya dan semua sudah terjadi. Kita harus melangkah maju. Itu yang menjadi tujuan saya.”

Inggris Tak Turunkan Pemain Inti, Ghana Merasa Diremehkan

March 30, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Para punggawa Timnas Ghana merasa kecewa, meski mampu menahan 1-1 Timnas Inggris dalam laga persahabatan, Rabu (30/3/2011) dini hari tadi. Pasukan Black Stars -julukan Ghana- merasa diremehkan skuad arahan Fabio Capello.

Padahal, sebagian besar pemain Ghana mengimpikan berduel bersama bintang-bintang besar The Three Lions, seperti John Terry, Frank Lampard dan Wayne Rooney. Namun ternyata, Capello urung menurunkan para pemain kuncinya di Stadion Wembley, London.

Menurut mantan kapten Ghana Stephen Appiah, Asamoah Gyan dkk merasa diremehkan oleh Capello. Bahkan, Appiah mengatakan, tak sedikit dari mereka yang enggan bermain lagi di stadion keramat tersebut. “Beberapa pemain Ghana sangat sedih karena mereka (pemain bintang Inggris) tidak tampil,” cetus Appiah pada BBC.

“Sepertinya mereka menganggap remeh pertandingan ini. Padahal, banyak pemain Ghana yang datang dari Amerika, Kanada dan dari segala penjuru dunia. Rasanya seperti mimpi jadi kenyataan. Ini partai besar dan semua pemain ingin berlaga,” sungutnya.

“Para pemain sangat kecewa. Mereka sangat ingin melihat para pemain bintang (Inggris). Mereka berharap bisa bermain melawan Terry, Wayne Rooney, Frank Lampard, dan semua pemain. Mungkin sebagian dari mereka tidak akan lagi bermain di stadion (Wembley) itu,” tutup mantan gelandang Juventus dan Bologna.

“Saya Terlahir Sebagai Seorang Pemimpin”

March 26, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Kapten Chelsea sekaligus timnas Inggris John Terry menyatakan dirinya telah terlahir sebagai seorang pemimpin. Hal ini merupakan sebuah kepercayaan diri yang tinggi dari dirinya.

Dirinya mengakui tidak perlu bersusah payah menyesuaikan diri dengan posisinya sebagai kapten. Hal itu disebabkan dia sudah memiliki naluri untuk memimpin sejak lahir.

“Menjadi seorang pemimpin adalah bawaan sejak lahir. Kau tidak akan bisa mengajarkannya ke orang lain,” tukasnya.

Bek berusia 30 tahun tersebut mengaku mendapat contoh yang baik dari Dennis Wise dan Marcel Desailly. Walau begitu menurutnya hal mengenai kepemimpinan tidak bisa diajarkan ke orang lain.

“Memimpin skuad di sebuah stadion besar pada peristiwa yang besar pula, semua itu adalah hal yang saya impikan sejak kecil, dan saya menjadi sangat bangga,” ujarnya.

Mengenai posisinya Terry merasa itu adalah hal yang fantastis baginya. Namun dirinya menegaskan bahwa yang terpenting baginya adalah Inggris meraih tiga poin dan berada di posisi puncak grup.