‘Titel Juara untuk Inter Milan Lebih Berarti Daripada 45 Gol’
January 20, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Saat ini Samuel Eto’o tengah menikmati ketajamannya dalam mencetak gol. Meski punya peluang untuk jadi yang tersubur musim ini, Eto’o lebih memilih menukarnya dengan titel juara untuk Inter Milan.
Hingga Seri A memasuki pekan ke-19 Eto’o sudah mencetak 11 gol. Itu pun diraihnya dalam 16 penampilan bersama Inter, karena ia sempat absen di tiga laga akibat skorsing.
Jika ditotal dengan kompetisi lain yaitu Liga Champions dan Coppa Italia, striker Kamerun itu sudah mencetak 21 gol dari 23 penampilannya. Sebuah performa gemilang mengingat musim lalu Eto’o cuma mampu mencetak total 16 gol dari 47 penampilannya.
Di musim ini setelah posisinya dikembalikan sebagai striker utama, ketajamannya pun kembali muncul. Meski begitu Eto’o tak mau gol-gol yang dicetaknya hanya berujung pada kegagalan meraih trofi,
“Rekorku adalah tujuan dari tim musim ini. Bertarung untuk memperebutkan titel juara Liga lebih indah dari mencetak 45 gol,” sahut Eto’o seperti dilansir Inter Channel.
“Jika kami bertarung dengan Milan untuk hal itu, maka itu akan sangat lebih bagus,” sambungnya.
Sempat tercecer di papan tengah, Inter kini mulai menanjak penampilannya setelah ditangani Leonardo. Saat ini Inter duduk di posisi keempat dengan 35 poin dari 19 laganya, selisih enam dari AC Milan di puncak dan masih mempunyai satu laga tersisa.
“Dalam hidup tidak ada hal yang mustahil. Kini kami harus bekerja keras untuk mewujudkannya,” tegas Eto’o.
“Kami akan bekerja dan bertarung di setiap pertandingan untuk mentransformasikan sesuatu (scudetto), yang mana saat ini masih sulit untuk diwujudkan,” tuntasnya.
Leonardo Banggakan Kemenangan Inter Milan 3-2 atas Cesena
January 20, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Inter Milan kembali melanjutkan tren positifnya sejak ditangani pelatih baru mereka, Leonardo Araujo. Kemenangan 3-2 atas Cesena memperpanjang rekor kemenangan Inter menjadi lima kali berturut-turut.
Laga Inter Milan menghadapi Cesena sebenarnya adalah laga tunda. Leonardo mengaku menemui sejumlah masalah kala menghadapi Cesena di Giuseppe Meazza, Kamis (20/1/2011) dini hari tadi.
Masalah tersebut datang dari barisan pertahanan mereka. La Beneamata terpaksa harus kehilangan beberapa pemain kunci mereka seperti, kiper Julio Cesar dan bek Walter Samuel.
Alhasil, Inter harus rela gawanganya kemasukan dua gol yakni lewat Erjon Bogdani dan Emanuele Giaccherini. Beruntung Christian Chivu berhasil membawa Inter kembali unggul sebelum peluit babak kedua dibunyikan.
“Kami kehilangan gaya permainan pada pertandingan ini setelah mereka menyamakan kedudukan. Tapi, saya puas dengan performa tim,” ujar sang allenatore.
“Ini adalah penderitaan yang berbuah kemenangan, dan kami layak menerimanya,” imbuh Leo, seperti dilansir Goal.
Dengan hasil ini, La Beneamata merangsek ke posisi empat klasemen sementara Seria A dengan poin 35 dari 19 pertandingan, sekaligus menggeser Juventus dan AS Roma.
Sialnya Inter Milan di Stadion Olimpico
March 28, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Roma Laga Bola – Diego Milito mengklaim kalau Inter Milan setidaknya layak menyudahi laga kontra AS Roma dengan hasil imbang. Soalnya dalam pertandingan tersebut tiga peluang Nerazzurri dimentahkan mistar gawang. Inter dipaksa bertekuk lutut dengan skor 1-2 saat melawat ke Stadion Olimpico menghadapi AS Roma. Meski belum tergeser dari puncak klasemen, Nerazzurri kini cuma punya keunggulan satu poin atas serigala-serigala ibukota.
Selain menyesali kekalahan, hal lain yang layak disalahkan Inter dari hasil itu adalah soal nasib baik. Di samping kesalahan yang dibuat Julio Cesar dan berbuntut lahirnya gol pertama Roma, upaya Nerazzurri mencetak gol tiga kali terhalang mistar gawang.
Yang pertama terjadi di jelang turun minum, saat tandukan Walter Samuel meneruskan umpan tendangan sudut membentur mistar gawang. Di awal babak kedua skenario serupa terulang saat tendangan Milito dari sudut sempit sempat membentur pemain belakang Roma dan mentah oleh mistar gawang. Yang paling menyakitkan terjadi di menit kelima masa injury time. Inter yang tertinggal 1-2 bisa menyamakan kedudukan andai saja upaya terakhir Milito tidak menyasar mistar.
“Sayang sekali Toni bisa mencetak gol kedua setelah kami membuat gol penyama, dan itu menjadi pukulan buat kami. Saya pikir hasil imbang cukup adil karena kami membentur tiang tiga kali . Tapi itu sama sekali tak mengubah musim kami. Semuanya masih tergantung kami sendiri,” sahut Milito di situs resmi Inter.
Kembalinya ‘Sepatu Emas’ Milik Materazzi
Milan Lagabola – Marco Materazzi sempat kecewa karena sepatu bola berharga miliknya karena dicuri maling. Kini Matrix sudah bisa tersenyum karena ‘Sepatu Emas’ miliknya sudah kembali. Seperti diberitakan Football-Italia, pada Sabtu (5/9/2009) lalu, Materazzi yang sedang melakukan sesi latihan bersama Inter Milan di Appiano Gentile ketiban sial karena sepatunya hilang. Diceritakan si pencuri itu masuk ke dalam lapangan latihan melalui jendela yang dirusak terlebih dahulu. Selain Materazzi, empat pemain tim Primavera turut kehilangan benda yang sama termasuk sarung tangan kiper milik Julio Cesar.
Untungnya kesedihan Materazzi tak berkepanjangan, sebab sepekan berselang tepatnya, Senin (7/9), kepolisian setempat sudah menemukan pencurinya dan mengembalikan barang-barang hasil jarahan termasuk sepatu bola berukuran 14 milik Materazzi. Apa sih istimewanya sepatu itu hingga Materazzi begitu kehilangan? Rupanya sepatu itu dipakai pemain umur 35 tahun itu saat membawa Italia menjadi juara dunia pada 2006 lalu. Saat menggunakan sepatu itu pun, bek jangkung itu berhasil mencetak gol penyama kedudukan saat Azzuri tertinggal 0-1 dari Prancis.
Maka tak salah, jika sepatu berwarna putih campuran emas itu sangat bernilai baginya dan pantas disebut sebagai ‘Sepatu Emas’nya Materazzi. Rupanya pencuri di Italia sana sedang hobi-hobinya menjarah barang-barang milik pemain Nerazzuri. Sebelum Materazzi, dua pemain Inter lainnya Patrick Vieira dan Sulley Muntari pun mengalami kejadian yang sama ketika rumahnya kemalingan.




