Fabio Capello Percaya Akan Kehebatan Milan Dan Juventus
November 29, 2011 by blake · Leave a Comment
Fabio Capello, manajer Timnas Inggris, memberi pandangan mengenai dua bekas klubnya terdahulu yaitu AC Milan dan Juventus, yang sedang bertarung untuk menjadi juara Liga Italia musim ini. Capello yang saat ini berusia 65 tahun itu, menaruh kepercayaan pada dua tim bekas klubnya, yang saat ini hanya terpisah satu poin pada puncak klasemen Liga Italia. Menjelang pertandingan Selasa malam dengan pemimpin klasemen, Juventus, Napoli masih berada di posisi kedelapan dan tertinggal sembilan poin.
Jelang Derby Milan, Bukan Sekadar Posisi di Klasemen Yang lebih Baik
April 1, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Derby Milan kali ini boleh jadi berlangsung dengan pelakonnya duduk di dua posisi teratas klasemen, AC Milan di posisi satu dan Inter Milan di urutan dua. Tapi, Derby Milan, bukan hanya sekadar posisi di klasemen yang lebih baik.
Memang, siapa pun yang kali ini memenangi derby tersebut, maka posisinya di klasemen akan lebih baik. Andai Milan menang, mereka akan memperkokoh diri di puncak klasemen. Sebaliknya, jika Inter menang, mereka akan menyalip sang rival untuk duduk di puncak.
Gelandang Milan, Clarence Seedorf, juga tak ingin munafik. Bohong, katanya, jika duel kali ini tidak menentukan.
“Saya bilang, ini adalah derby yang krusial. Dari segi psikologis, ini duel yang sangat penting dan siapapun yang bilang sebaliknya itu pembohong,” seru Seedorf.
Tapi Derby Milan tak melulu soal posisi di klasemen. Bagaimana seandainya, posisi Milan atau Inter tak ada di dua tempat teratas klasemen?
“Ini bukan hanya soal apakah derby ini menentukan Scudetto atau tidak,” ujar Direktur Teknik Inter, Marco Branca, di situs resmi klub.
“Derby ini selalu menjadi pertandingan yang menarik, entah itu berkaitan dengan papan klasemen atau tidak, kami selalu bermain untuk memenanginya,” tegas Branca.
Ya, derby Milan adalah soal gengsi. Sejauh ini, keduanya sudah bertemu sebanyak 175 kali di Seri A. Siapa lebih unggul?
Sejauh ini, Inter lebih unggul. Il Biscione memenangi 64 di antaranya, sementara Milan baru 59 kali. Menarik untuk dinantikan, siapa keluar sebagai pemenang dari edisi ke-176 ini.
Carletto: “Bukan Duel Penentuan buat Chelsea”
December 18, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Chelsea mendapat ujian berat dengan kedatangan Manchester United, Minggu (19/12/2010). Tapi jika pun ‘Si Biru’ kalah, duel ini dinilai tetap tak akan mengakhiri harapannya mempertahankan gelar. Chelsea, penghuni urutan empat klasemen, masih memperlihatkan performa loyo dengan nihil kemenangan di empat laga terakhirnya.
Di kubu yang berseberangan MU nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin dari rivalnya itu. ‘Setan Merah’ sedang berada dalam kepercayaan diri yang tinggi usai membungkam Arsenal empat hari lalu. Namun, bukan perkara mudah juga bagi ‘Setan Merah’ memetik kemenangan. Bukan hanya karena Chelsea punya ambisi untuk bangkit tetapi juga MU punya rekor buruk di Stamford Bridge dengan selalu gagal menang dalam delapan tahun terakhir
Melihat penampilan timnya yang masih di bawah form, Ancelotti terima-terima saja MU lebih diunggulkan. Jadi walau timnya gagal menang, ia meyakini itu tak akan menyingkirkan mereka dari persaingan perebutan gelar karena kompetisi masih panjang.
“Banyak tim yang terlibat di atas papan atas, mungkin ada lima tim,” ungkap pelatih yang kerap disapa Carletto itu.
“Masih banyak pertandingan di musim ini dan saat ini masih terlalu awal untuk mengatakan ini menjadi duel yang menentukan.”
Ancelotti menambahkan kalau laga ini memang jadi laga yang krusial buat skuadnya. Kemenangan akan mampu mengembalikan kepercayaan diri tim.
“Ini juga laga yang penting untuk kepercayaan didi Anda,”imbuhnya. “Kamimengalahkan Man United tahun lalu. Kala itu tim saya bagus dalam mental, karakter dan kepribadian tim.”
Di laga ini Frank Lampard yang di laga sebelumnya cuma menjadi pemain pengganti akan tampil sebagai starter. Sementara MU akan tampil tanpa Paul Scholes yang cedera dan harus absen sampai tahun baru.
Everton Jadi Hambatan The Blues di Bridge
December 3, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Tak pernah menang dalam tiga pertandingan terakhirnya membuat Chelsea kehilangan tampuk klasemen sementara. Supaya tidak makin goyah, kemenangan di akhir pekan ini adalah sebuah kewajiban untuk mereka. Kalah dari Sunderland dan Birmingham, plus seri melawan Newcastle United minggu lalu merupakan catatan tidak menang secara beruntun terlama yang dimiliki Chelsea, sejak mereka melewati empat pertandingan tanpa menang di bulan September 2007.
Selain harus menyerahkan posisi puncak klasemen kepada Manchester United, pelatih Carlo Ancelotti pun mulai dispekulasikan nasibnya. Media secara berani merumorkan bahwa manajemen klub mulai menyiapkan rencana B, jika pelatih asal Italia itu tak segera memperbaiki performa tim. Rumor itu bisa bergaung lebih keras lagi apabila Chelsea tak bisa meraih kemenangan saat melakoni pertandingannya yang ke-16, melawan Everton hari Sabtu (4/12/2010) besok. Apalagi Florent Malouda dkk akan menjadi tuan rumah.
Everton semestinya bisa diatasi The Blues karena kesulitan mereka di musim lalu masih berlanjut. Pasukan David Moyes saat ini masih di dekat garis zona merah, persisnya di urutan 16. Statistik mereka pun buruk. Dari lima pertandingan terakhirnya mereka tidak merasakan kemenangan.
Rapor Everton di Stamford Bridge pun tergolong menyedihkan. Dari 18 kali melawat ke London barat, mereka hanya menang satu kali, seri delapan kali, dan kalah sembilan lagi. Satu-satunya kemenangan itu pun usianya sudah “tua”, yakni 16 tahun silam — pada November 1994.
Hanya saja, jika misi Everton adalah supaya tidak kalah, mereka punya catatan lumayan. Dari empat kunjungan terakhirnya di Bridge, mereka selalu bisa menahan imbang Chelsea. Di musim lalu, misalnya, Everton mengimbangi lawannya itu dengan skor 3-3 di Bridge — lalu menang 2-1 di pertemuan kedua di Goodison Park.
Sebaliknya, statistik terakhir itu menjadi alarm buat Chelsea. Mereka tidak butuh seri apalagi kalah. Mereka sedang memerlukan kemenangan supaya media tidak semakin “macam-macam” mengusik dressing room mereka — dan juga Ancelotti.
‘Bendera Putih’ Liverpool ke Liga Champions
April 12, 2010 by Administrator · 1 Comment
Laga Bola – Hasil imbang 0-0 yang diraih Liverpool dengan Fulham membuat Manajer Rafael Benitez kehilangan semangat. Bila sebelumnya Rafa optimistis bisa finis di peringkat 4 klasemen akhir, maka kini tidak lagi. Hasil imbang itu membuat The Reds berada di posisi 6 klasemen sementara Liga Inggris (Premier League) dengan koleksi 56 poin. Selisih enam poin dengan Manchester City yang berada di peringkat 4. Beban itu bertambah karena City memiliki sisa satu pertandingan di tangan.
“Pertanyaan berikut adalah soal peringkat 4 dan itu akan sangat sulit. Sekarang tidak lagi dalam kuasa kami, tapi tergantung dari tim lain,” kata Rafa.
“Perbedaan poin saat ini terlalu besar. Saya rasa akan amat sangat sulit. Jadi sekarang kami harus realistis,” ujarnya lagi.
Tersingkirnya The Reds dari posisi empat besar membuat mereka kemungkinan besar akan kembali berlaga di Europa League. Musim ini Steven Gerrard dan kawan-kawan berlaga di pentas nomor dua antarklub Eropa itu setelah tersingkir di fase penyisihan grup Liga Champions. Namun, tak percuma mereka ‘terbuang’. Sebab di Europa League, The Reds telah melaju ke babak semifinal untuk menghadapi Atletico Madrid.
Andrey Arshavin: Arsenal Butuh Pemain Baru
March 24, 2010 by Administrator · Leave a Comment
London Laga Bola – Andrey Arshavin merasa Arsenal masih kurang kuat dan itu bisa mengganggu usaha mereka mengejar gelar. Gelandang Rusia ini pun berharap The Gunners memboyong pemain baru. Arsenal saat ini berada di posisi kedua klasemen dan menempel pimpinan klasemen Manchester United dua poin. Sedangkan dengan Chelsea yang berada diperingkat ketiga Arsenal unggul dua poin.
Namun, Arshavin yakin Arsenal kurang membeli pemain di musim panas kemarin. “Saya tetap berpendapat bahwa memenangi trofi Arsenal membutuhkan pemain lebih,” ungkapnya seperti dilansir Sporting Life.
“Contoh mudah di musim panas lalu kami menjual dua pemain dan membeli satu pemain. Tentu saja kurang satu setelah itu kami kehilangan Van Persie, Gibbs dan Ramsey untuk waktu lama. Bagi saya kami butuh pemain baru,” tegas Arshavin.
Ia mengungkapkan bahwa kekurangan pemain tersebut berimbas pada permainan skuadnya. “Tanpa variasi pemain kami kurang keragaman dalam melakukan serangan. Itu membuat lawan bisa membaca kombinasi lebih mudah,” ujarnya.
“Premier League adalah sangat menarik, sepanjang kami dapat terus berjuang untuk memenanginya. Namun tanpa pemain baru berpengalaman, bintang sejati, ini akan sulit meraih sukses,” tegas Arshavin.
Belum Lama Membaik, Franck Ribery Cedera Lagi
March 13, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Munich Laga Bola – Tampaknya Franck Ribery belum bisa lepas dari yang namanya cedera musim ini. Karena, Baru sekitar satu-dua bulan kembali ke lapangan, Ribery kini harus menepi lagi karena engkelnya bermasalah.
Sosok Ribery yang begitu diandalkan Bayern Munich hampir melewatkan separuh musim ini akibat cedera lutut yang dideritanya pada awal musim ini. Alhasil Bayern pun sempat terseok-seok langkahnya di Bundesliga sebelum kini berada di puncak klasemen.
Tidak hanya dalam hal penampilan di liga lokal saja Bayern membaik, Ribery pun membawa klub tersukses di Jerman itu melaju ke perempatfinal Liga Champions. Korbannya di babak 16 besar adalah Fiorentina yang dikalahkan agregat gol tandang 4-4.
Namun, masa indah Ribery dan Bayern harus berlangsung dalam waktu singkat saja. Sebab si pemain harus masuk ruang operasi lagi karena menderita cedera engkel pasca melawan Fiorentina di mana ia bermain 90 menit sebelum digantikan Daniel Pranjic.
Belum pasti berapa lama pemain internasional Prancis itu akan absen membela FC Hollywood, namun Ribery akan melewatkan laga melawan Freiburg akhir pekan ini.
Musim ini Ribery baru tampil sebanyak 12 kali dan menyumbang tiga gol.
“Ribery memang disiapkan untuk bermain melawan Fiorentina dan tidak dimainkan dalam pertandingan liga. Kami memberinya waktu untuk pulih. Dia sangat luar biasa untuk kami walaupun belum fit sepenuhnya,” tukas manajer sang, Louis van Gaal.
Sir Alex Ferguson : Semua Bek MU Perlu ‘Di-hairdryer’
February 19, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Manchester Laga Bola – Hairdryer adalah sebutan untuk gaya khas Sir Alex Ferguson yang memberikan instruksi dengan nada keras kepada anak buahnya. Menurut Ferguson seluruh bek Manchester United perlu di-hairdryer. Salah satu aksi “pengering rambut” ditunjukkan Ferguson dalam laga melawan AC Milan di Liga Champions tengah pekan lalu.
Ketika itu manajer asal Skotlandia tersebut tertangkap kamera tengah membentak dan tampak marah ke arah bek muda Jonny Evans. Bahkan manajer MU sejak tahun 1986 itu harus ditenangkan oleh asistennya, Mike Phelan.
Menurut Fergie, kemarahan itu tidak hanya ditujukan ke arah Evans semata. “Saya hanya memberikan mereka masukan. Semua back four kami perlu itu, namun Jonny berada paling dekat dengan saya. Jadi ya, dia tak beruntung,” jelas Ferguson seperti dikutip dari Daily Mail.
Wajar bila Sir Alex mengingatkan para pemain bertahannya. Boleh jadi sikap manajer berusia 68 tahun itu merupakan akumulasi kegerahannya dengan penampilan MU yang sejak awal tahun ini, baru tiga kali tak kebobolan. Itu pun dicatat atas lawan-lawan yang kekuatannya di bawah mereka, yakni Burnley (menang 3-0), Hull City (menang 4-0), dan Portsmouth (menang 5-0). Dari sembilan laga resmi sejak awal tahun, gawang The Red Devils bergetar delapan kali.
“Mereka (empat pemain belakang) harus tampil tenang. Itu lah yang terpenting. Setelah (saya beri masukan) itu, mereka mulai bisa kalem dan tampil normal,” tandas Ferguson.
Akhir pekan ini MU akan berlaga ke markas Everton. The Toffees sedang dalam kondisi psikologis yang baik, pasca kemenangan atas Chelsea Rabu (10/2/2010). Selain itu Steven Pienaar dkk. begitu garang bila tampil di Goodison Park. Sejak kalah dari Liverpool akhir November, Everton tak pernah kalah kala tampil home.
Menghadapi tim besutan David Moyes, tentu saja back four Setan Merah harus tampil seperti yang diinginkan Ferguson. Bila tidak, siap-siap saja kena hairdryer lagi.




