Piala Asia 2011, Ajang Pembuktian ‘Singa Mesopotamia’

January 5, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Empat tahun lalu di Jakarta, Indonesia, Irak secara mengejutkan tampil menjadi kampiun Asia. Kini sebagai juara bertahan, ‘Singa Mesopotamia’ siap membuktikan kalau kesuksesan itu bukan kebetulan. Laju Irak di Piala Asia 2007 silam bak kisah Cinderella. Tampil mengejutkan di gelaran tersebut, Irak lolos ke final dengan menyingkirkan Korea Selatan di semifinal.

Pada penampilan perdananya di final Piala Asia, Irak berhasil jadi jawara berkat gol tunggal Younis Mahmoud ke gawang salah satu tim kuat Asia, Arab Saudi. Tak sedikit yang menilai kalau capaian Irak tersebut hanyalah kebetulan belaka. Apalagi setelah itu prestasi Irak di kancah sepakbola dunia malah tidak mengilap akibat faktor politis –yang membuat federasinya dihukum FIFA– dan penampilan tak konsisten. Posisi Irak yang melorot dari posisi 58 ke 101 dunia semakin memperkuat keraguan terhadap sang juara Asia.

Meski demikian, timnas Irak kini bak sudah terlahir kembali seiring dengan kedatangan pelatih Wolfgang Sidka bulan Agustus lalu. Mahmoud cs mulai menemukan kemilaunya lagi.

Semenjak bulan September, Irak di bawah arahan Sidka sudah mengemas delapan kemenangan, termasuk atas Arab Saudi yang kembali jadi rival di Piala Asia 2011 yang dihelat di Qatar mulai tanggal 7 Januari nanti.

Bulan Desember lalu Irak juga berhasil sampai ke semifinal Piala Teluk 2010, hanya untuk kalah adu penalti dari Kuwait yang kemudian menjadi juara.

Dengan modal itulah kini Irak bertekad untuk memberi bukti di Piala Asia 2011 kalau apa yang sudah mereka capai empat tahun lalu adalah buah dari kemampuan dan bukannya kebetulan.

“Ambisi kami adalah menjadi juara lagi. Dengan memenangi piala dulu, kami sudah melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh Amerika dan pemerintah (Irak), yaitu menyatukan negara kami,” tegas Mahmoud di Yahoosports.

Untuk bisa jadi juara Irak pertama-tama tentu harus melewati ujian pertama dulu yaitu fase grup yang dihuni bersama Korea Utara, Uni Emirat Arab dan Iran, yang bukan lawan ringan.

“Ekspektasi kami tinggi karena kami punya tim yang berisi pemain berbakat dan berpengalaman. Kami tahu grup kami sangat berat, tapi kami percaya penuh kepada tim dan berpikir kami bisa juara lagi,” ujar Manajer Tim Abdul-Khaliq Masoud yakin.

Guus Hiddink Berbagi Tips Untuk Afsel

April 13, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Cape Town Laga Bola – Guus Hiddink tidak memungkiri bahwa tuan rumah Afrika Selatan adalah tim underdog di Piala Dunia 2010. Namun, ia memberi tips kepada Bafana Bafana. Dalam riwayatnya di Piala Dunia, Afsel tidak memiliki catatan bagus. Dalam tiga kali keikutsertaannya, skuad yang kini dibesut Carlos Alberto Parreira itu selalu terhenti di babak pertama yakni pada 1998 dan 2002.

Makanya tidak heran jika Afsel tetap dianggap sebagai tim lemah kendati menjadi host dalam hajatan kali ini. Meski begitu, bukan berarti Steven Pienaar dkk sama sekali tidak memiliki peluang.

“Pemain ke-12 sangat penting karena mereka dapat mengangkat sebuah tim ke level yang lebih tinggi. Tetapi, tekanan yang ada juga dapat berdampak negatif kepada pemain,” ujar Hiddink.

“Apa yang sesungguhnya penting adalah memulai turnamen dengan sebuah start yang sempurna.”

Persiapan yang matang juga ditekankan oleh Hiddink. Ia mencontohkan bagaimana tim Korea Selatan yang awalnya dianggap underdog akhirnya berhasil menembus semifinal Piala Dunia 2002.

“Ketika saya melatih Korea Selatan, hal ini merupakan tantangan besar dan saya tahu apa yang saya butuhkan adalah waktu yang lebih lama untuk persiapan.”

“Kami menggunakan waktu latihan untuk mengikat seluruh pemain sebagai sebuah tim dan memperoleh kepercayaan diri. Hal yang terpenting adalah para pemain sangat fit dan memiliki keyakinan kepada mereka,” tutup pelatih yang namanya diabadikan sebagai nama stadion di Korsel itu.

Arema Datangkan Pelatih Asing

September 12, 2009 by Administrator · 1 Comment 

Malang Lagabola – Manajemen Arema Malang secara resmi melakukan penandatangan kontrak dengan Robert Rene Alberts, yang dipilih untuk mengarsiteki ‘Singo Edan’ menghadapi kompetisi musim mendatang. Alberts dikontrak selama satu musim dengan target membawa Arema finish empat besar di Indonesia Super League (ISL) 2009/ empat besar Indonesia Super Liga (ISL) musim 2009/2010.

“Saya senang dengan kontrak ini, dan tak perlu membicarakan besar nilainya,” kata pria asal Belanda ini kepada wartawan selesai penandatangan kontrak di Kantor Arema Malang Jalan Panderman, Kota Malang, Jumat (11/9/2009) siang. Terkait target tersebut, Roberts memberi catatan kepada manajemen yaitu komposisi pemain harus dibenahi. Merekrut pemain-pemain berkualitas menjadi syarat yang lumrah. Misalnya adalah mencari tandem berbobot untuk penyerang Singapura yang baru digaet ke Malang, Noh Alam Shah.

“Harus ada dua striker haus gol, dan dapat dipadukan dengan Alam Shah. Saat ini kami masih mencari dan kalau perlu juga yang pernah bermain dengan Alam Shah seperti Baihakki Khaizan,” tuturnya dalam bahasa Inggris.

Robert menambahkan, saat ini dari 14 pemain lokal dimiliki oleh Arema, hanya enam yang mempunyai pengalaman memadai. Dia mengharapkan pemain lain dapat profesional guna mengimbangi komposisi tim. Selain mencari striker, Robert juga telah memberikan ilustrasi  pada managemen untuk meminang pemain belakang. “Butuh pemain bukan hanya yang punya skill baik di lapangan, tapi juga harus punya respek bagus kepada tim, managemen, serta suporter,” imbuh mantan pelatih timnas Korea Selatan U-17 itu. Secara terpisah asisten manager Arema, M. Taufan, mengatakan, Robert telah memberikan gambaran komposisi tim yang bagus untuk musim depan. Tugas managemen adalah menggodok para calon pemain yang bakal dikontrak.

“Robert memberikan apresiasi penuh kepada managemen dalam mencari pemain. Dan semua kembali kepada managemen,” jelasnya.