‘Permainan Cepat Spurs Akan Repotkan Milan’
February 15, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Target menang diusung oleh Jermain Defoe saat Tottenham Hotspur melawat ke markas AC Milan. Menurut Defoe, permainan cepat akan membuat Rossoneri dalam kesulitan.
“Ini adalah laga dimana saya yakin kami bisa menang. Tidak, tidak ada rasa takut. Jika Anda takut, lebih baik Anda tidak pergi,” ujar Defoe.
“Apa yang harus saya takutkan? Saya bermain bersama pemain-pemain bagus, saya tak takut,” lugasnya.
Defoe punya pendapat tersendiri mengenai trik untuk menaklukkan Milan. Menurutnya, pasukan Massimiliano Allegri akan kerepotan jika diajak bermain cepat.
“AC Milan adalah tim hebat, lihat saja berapa kali mereka memenangi Liga Champions, dan sangat berpengalaman,” puji striker 28 tahun ini.
“Tapi cara mereka bermain, Liga Italia lebih lambat dibandingkan dengan Liga Primer, semua orang tahu.”
“Jika kami pergi ke sana dan bermain dengan intensitas yang sama seperti di Liga Primer, menekan dengan tempo tinggi, mungkin kami akan menyebabkan banyak masalah untuk mereka.”
“Saya percaya kami bisa pergi ke sana dan menang,” yakin Defoe.
Jelang Piala FA, Everton Uji Kebangkitan Chelsea
January 28, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Chelsea seperti terlahir kembali setelah memetik tiga kemenangan beruntun di beragam kompetisi. Akhir pekan ini, gelagat kebangkitan mereka akan diuji oleh Everton di babak keempat Piala FA.
Tiga kemenangan beruntun jadi hasil yang sangat sulit didapat Chelsea dalam setidaknya tiga bulan terakhir. Dihantam banyak cedera pemain, The Blues menunjukkan grafik permainan yang jauh dari memuaskan.
Namun rentetan hasil buruk tersebut sepertinya sudah dilewati John Terry dkk. Indikasi tersebut bisa dilihat dari tiga penampilan terakhir skuad besutan Carlo Ancelotti yang meraih hasil 100% alias selalu menang.
Bermula dari kemenangan 7-0 atas Ipswich Town di Piala FA, ‘Si Biru’ kemudian menundukkan Blackburn Rovers dengan 2-0 dan menggilas Bolton Wanderers 4-0 di Liga Primer. Chelsea seperti baru terlahir kembali, perlahan-lahan menunjukkan jatidirinya yang sempat hilang di periode Oktober hingga Desember lalu.
Akhir pekan ini akan ada ujian untuk menegaskan status bahwa Chelsea memang sudah pulih dari penurunan performa. Di babak keempat Piala FA mereka akan melawat ke Goodison Park menghadapi Everton.
“Everton dalam performa yang naik-turun tapi saat menghadapi tim besar, terutama di kandang, mereka punya kecenderungan untuk meningkatkan level permainan. Jadi itu akan menjadi ujian besar buat kami, tapi tentu saja kami siap bertarung dan tak akan menyerah,” tegas Terry di Eurosports.
Di kandangnya sendiri The Toffees memang punya trek rekor yang bagus untuk musim ini pada ajang Liga Inggris. Skuad besutan David Moyes tercatat mampu mengimbangi Manchester United 3-3, menundukkan Liverpool 2-0 serta mengandaskan Tottenham Hotspur 2-1.
“Kami punya perpaduan pemain yang hebat dan satu hal yang tak bisa Anda ambil begitu saja adalah mental kemenangan,” lanjut Terry.
Jadwal Babak Keempat Piala FA
Sabtu 29 Januari 2011
Everton v Chelsea
Swansea City v Leyton Orient
Aston Villa v Blackburn Rovers
Birmingham v Coventry City
Bolton Wanderers v Wigan Athletic
Burnley v Burton Albion
Sheffield Wednesday v Hereford United
Stevenage v Reading
Torquay United v Crawley Town
Watford v Brighton
Southampton v Manchester United
Minggu 30 Januari 2011
Arsenal v Huddersfield Town
Wolverhampton Wanderers v Stoke City
Notts County v Manchester City
West Ham United v Nottingham Forest
Fulham v Tottenham Hotspur
‘Ketajaman’ OG di MU Kalah dari Rooney
February 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Jakarta Laga Bola – Dilihat dari kontribusi golnya, Wayne Rooney adalah andalan yang paling diutamakan Manchester United di Liga Primer musim ini. Keunikanya, tepat di belakang Rooney ada “sosok” lain yang bahkan lebih tajam dari Dimitar Berbatov. Total sudah 21 kali Rooney menjebol gawang klub-klub Premiership musim ini. Jumlah itu bukan hanya yang terbanyak di Liga Primer, tapi juga di MU.
Gol terbaru penyerang Inggris tersebut dibuat ketika MU menghantam Portsmouth 5-0 akhir pekan lalu. Rooney membuka pesta gol itu sebelum empat gol lain lahir.
Meski ‘Setan Merah’ menang lima gol tanpa balas atas Pompey, di atas kertas hanya dua orang pemain MU saja yang bikin gol: Rooney dan Dimitar Berbatov. Tiga lainnya tercatat sebagai gol bunuh diri pemain Pompey.
Jumlah tiga gol bunuh diri dalam sebuah laga Liga Primer tersebut dicatat The Sun sebagai sebuah hal yang kali pertama terjadi semenjak tujuh tahun terakhir.
Hal serupa sebelumnya hadir pada Februari 2003 ketika pemain Sunderland tiga kali menyarangkan bola ke gawang sendiri, dalam kemenangan 3-1 untuk Charlton.
Untuk MU, tambahan tiga “gol bunuh diri” dari para pemain Pompey itu membuat mereka musim ini sudah sembilan kali diuntungkan dengan kekeliruan lawan mengirim si kulit bundar ke gawang sendiri. Jumlah tadi sekaligus menjadi yang terbanyak di antara tim-tim Liga Primer lainnya.
Jumlah sembilan “gol bunuh diri” alias Own Goals (OG) untuk MU itu sendiri adalah topskorer kedua Red Devils, di bawah Rooney dan di atas Berbatov (delapan gol).
Terbaik Antara Rooney dan Drogba
February 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Jakarta Laga Bola - Andalan lini depan Chelsea adalah Didier Drogba, sedangkan Wayne Rooney merupakan tumpuan gol Manchester United. Saat ini Chelsea dan MU tengah bertarung sengit di pucuk klasemen Liga Primer. Dengan jumlah 25 laga yang telah dilakoni, keduanya hanya terpaut dua angka saja.
Bicara rivalitas dua klub itu tentu tak lengkap rasanya jika tidak mengikutsertakan Drogba dan Rooney yang sama-sama jadi pilar di masing-masing klub.
Rooney sejauh ini adalah topskorer di Liga Primer. Soccernet mencatat si pemain Inggris telah berhasil mencetak 21 gol dalam 24 penampilannya. Alhasil, rata-rata gol Rooney adalah 0,875 gol per pertandingan. Nyaris satu gol di setiap laga. Drogba tak kalah tajam. Jumlah 15 gol buatannya sejauh ini sudah membuat penyerang asal Pantai Gading itu ada di posisi kedua topskorer Liga Primer bersama Jermain Defoe.
Perolehan rata-rata gol yang dibuat Drogba dalam 19 penampilannya adalah 0,789 gol per partai, tak jauh berselisih dari Rooney dan yang pasti lebih unggul dari Defoe yang punya rata-rata 0,652 gol per laga (15 gol dari 23 partai).
Dengan signifikansi dua bomber itu sejauh ini, gol-gol dari mereka jelas jadi mesin pendorong bagi klubnya masing-masing. Lantas jika dibandingkan, siapa yang terbaik?
Perdebatan mengenai hal ini bisa berpanjang-panjang jika mengulas segala aspek. Jika ditilik dari jumlah gol, Rooney memang kini sedikit lebih baik dari Drogba. Tapi di atas lapangan, keduanya punya gaya berbeda sehingga sulit ditentukan siapa yang lebih oke.
Thomas Vermaelen juga punya analisanya sendiri. Ini didasarkan kepada pengalaman bek Arsenal tersebut ketika membantu timnya menghadapi MU yang diperkuat Rooney dan Chelsea dengan Drogba-nya.
“Semua penyerang di Inggris sangat bermain dengan fisik. Saya pikir Drogba adalah yang paling mengandalkan fisik, tapi kehebatannya lebih dari itu. Dia salah satu yang terbaik di dunia.”
“Dia sangat kuat sehingga Anda harus hati-hati. Jika Anda menempelnya terlalu ketat, dia akan mencengkeram Anda dan hilanglah dia,” urai Vermaelen kepada Daily Mail.
Sembari menyinggung Nicolas Anelka yang jadi rekan Drogba di Chelsea, Vermaelen lantas menyebut karakteristik Rooney yang berbeda dengan Drogba.
“Anelka dan Rooney adalah tipikal pelari, tapi Drogba hanya berdiri saja di sana dan mendapatkan bola umpan panjang, menjinakkan bolanya dan melanjutkan permainan. Lalu dia merangsek masuk ke area penalti, tapi dia bukan sosok pelari besar,” kata Vermaelen.
Lantas jika harus memilih di antara Rooney dan Drogba, yang mana yang terbaik dan paling bikin Vermaelen ketar-ketir kala menghadapinya? “Saya tak bisa memilih antara Rooney dan Drogba. Merekalah pemain terbaik yang pernah saya hadapi.”
Kalau Anda, pilih siapa?
Tomas Rosicky Kembali Beraksi
September 13, 2009 by Administrator · Leave a Comment
London Lagabola – Tomas Rosicky kembali beraksi. Walaupun gagal menghadirkan kemenangan bagi Arsenal, namun ia mencetak satu gol. Meski begitu, manajer Arsene Wenger mengatakan Rosicky belum sepenuhnya fit. Dalam waktu sekurangnya 18 bulan terakhir, Rosicky tidak dapat turut serta rekan-rekannya membela Arsenal. Pasalnya, cedera memaksa pemain berjuluk Little Mozart ini menepi.
Rosicky terakhir kali tampil untuk The Gunners pada laga resmi ketika menghadapi Newcastle di Piala FA, Januari 2008. Dikutip dari situs resmi Arsenal, ia hanya tampil selama sembilan menit ketika itu. Sabtu (12/9/2009) malam WIB, Rosicky kembali dari masa istirahat panjangnya. Wenger memainkan pemain asal Ceko itu di babak kedua dalam laga melawan Manchester City di Liga Primer. Satu gol berhasil dibukukan Rosicky, meski gagal menghindarkan Meriam London dari kekalahan.
“Sungguh menggembirakan karena Rosicky telah kembali,” demikian tanggapan Wenger seperti dilansir dari situs resmi Arsenal.
Namun apa yang ditunjukkan Rosicky dalam pertandingan itu tak membuat Wenger buru-buru berencana memainkan ‘Si Mozart Kecil’ secara reguler.
“Ia belum cukup fit untuk bermain di kompetisi level tertinggi. Saya pikir, kita harus lebih bersabar untuk Rosicky,” tuntas manajer berjuluk The Professor itu.




