Manuel Almunia: Arsenal Kelelahan!

March 10, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Kekecewaan mendalam masih dirasakan kiper Manuel Almunia. Kiper asal Spanyol heran mengapa Arsenal tak bisa mengamankan kemenangan 2-1 atas Barcelona yang didapat pada pertemuan pertama.

The Gunners sedianya hanya butuh satu gol saat kedudukan 3-1 di Camp Nou, Rabu (9/3/2011). Dengan agregat 4-4, Meriam Muda London akan melenggang ke babak perempat final Liga Champions karena unggul gol tandang.

Penampilan The Gunners yang jauh dari memuaskan membuat Almunia geram. Dia menilai rekan setimnya tak mampu berlari untuk mengejar satu gol tambahan.

“Barcelona memimpin kami dan di babak kedua para pemain tak berlari. Padahal kami hanya butuh satu gol dan dengan usaha yang lebih kami seharusnya bisa mencelakakan mereka,” seloroh Almunia.

“Meski kedudukan 3-1, kami hanya butuh satu gol. Anda tak bisa mengerti bagaimana mereka hanya berjalan. Kami kelelahan,” sambungnya.

“Sepertinya semuanya kalah tapi Anda bisa mencetak gol kapan pun. Jadi satu-satunya hal yang bisa saya jelaskan adalah kami kelelahan dan pemain tidak bisa memberi lebih dari itu,” tegas Almunia, disitat Telegraph, Kamis (10/3/2011).

Manajer Arsene Wenger Lindungi Lukasz Fabianski

February 18, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Porto Laga Bola – Malam yang begitu buruk buat Lukasz Fabianski di Estadio do Dragao, saat dirinya melakukan blunder fatal yang merugikan timnya. Namun manajer Arsene Wenger melindungi sang kiper — setidaknya di depan umum.

Fabianski yang turun mengawal gawang Arsenal saat dijamu FC Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions Kamis (18/2/2010) dinihari WIB, sepertinya takkan melupakan pertandingan ini.

Di menit 11 ia tidak lengket dalam menangkap bola tendangan tak berbahaya Silvestre Varela. Bola masuk ke jalanya sendiri, dan The Gunners tertinggal 0-1.

Lalu di menit 51 ia menangkap bola backpass Sol Campbell sehingga Porto memperoleh hadiah tendangan bebas. Tambah sial, pemain Porto dengan cerdik mengambil freekick dengan cepat, ketika Fabianski belum siap dengan posisinya. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 2-1, dan bertahan hingga pertandingan selesai.

“Saya tak mau membahas penampilan individu,” tukas Wenger .

“Saya tak ingin menilai dia di depan orang-orang. Kami kalah sebagai tim, menang pun sebagai tim. Penampilan individu-individu tidak perlu diulas untuk publik,” tambah manajer asal Prancis itu.

Pembelaan Wenger buat Fabianski terutama diberikan atas blunder yang melahirkan gol kedua Porto. Menurutnya, freekick yang diberikan untuk Porto pun tidak layak.

Backpass Campbell tidak disengaja karena bola lebih dulu ditendang pemain lawan (Varela), lalu mengenai Sol. Kalau Anda membiarkan tim melakuka tendangan bebas tak langsung dengan cepat dari jarak lima meter dari gawang, bagaimana Anda mesti bertahan? Mendingan juga penalti sekalian. Sudah lama saya tidak melihat yang seperti itu.”

Wenger mengkritik keras kepemimpinan wasit Martin Hansson terutama karena membiarkan Porto melakukan freekick ketika timnya belum siap. Ia juga menyesalkan insiden dijatuhkannya Thomas Rosicky oleh Alvaro Pereira di kotak penalti Porto.

Hansson adalah wasit yang mengesahkan gol kontroversial Prancis di pertandingan playoff melawan Republik Irlandia November silam. Gol itu dicetak William Gallas yang menuntaskan umpan Thierry Henry, yang sebelum mengumpan rekannya itu terlihat sengaja menahan bola dengan tangannya.