“Dewa” di Napoli Hanyalah Maradona

April 2, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Edinson Cavani mulai disejajarkan dengan Diego Maradona, mengingat kontribusi keduanya terhadap Napoli. Namun Cavani menolak hal tersebut dan menilai bahwa “dewa” di Napoli hanyalah Maradona.

Di dekade 1980-an, Napoli sempat menjadi salah satu tim papan atas di Liga Italia. Ketika itu tim di Italia Selatan tersebut dimotori oleh Diego Maradona.

Pria Argentina itu menjadi icon yang begitu dicintai oleh publik Napoli. Bahkan mereka menjuluki Maradona dengan Il Nostro Dio alias “Dewa Kami”.

Selepas era Maradona, Napoli tenggelam. Bahkan tim berjuluk I Vesuviani tersebut sempat terlempar ke kompetisi divisi rendah yakni Seri C1.

Saat ini Napoli kembali berada di jajaran klub elit. Bahkan tim yang dibesut Walter Mazzari itu juga merupakan salah satu yang memiliki peluang untuk merebut scudetto Seri A 2010/2011.

Tulang punggung Napoli adalah Edinson Cavani. Striker asal Uruguay itu sejauh ini mengemas 22 gol atau hampir separuh dari total gol I Vesuviani sejauh ini (yakni 46 gol).

Kontribusi besar Cavani membuat dia mulai disamakan dengan Maradona. Suporter Napoli berharap pemain 24 tahun itu bisa mengembalikan tim ke masa kejayaan seperti zaman “Si Tangan Tuhan” dulu.

Disamakan dengan seorang legenda, Cavani merendah. Ia mengatakan bahwa dirinya tak layak disamakan dengan Maradona.

“Diego (Maradona) adalah sosok unik. Dia merupakan figur yang sulit untuk ditiru, baik itu untuk aspek sepakbola maupun aspek personal, jadi saya tidak pernah menyamakan diri saya dengan Diego. Dia merupakan idola di sini dan Neapolitan (suporter Napoli) mengatakan bahwa dia adalah dewa dari kota ini,” ujar Cavani di Football-Italia.

“Sementara yang saya pikirkan hanyalah memberikan sesuatu semaksimal mungkin dan meninggalkan sebuah catatan baik untuk klub dan juga masyarakat di sini,” tutup dia.

Secuplik Perjalanan Maradona Melatih Argentina

July 28, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Berakhir sudah era Diego Maradona sebagai pelatih timnas Argentina. Inilah secuplik perjalanan ‘Si Tangan Tuhan’ menangani ‘Tim Tango’, yang pernah dia bawa jadi juara dunia tahun 1986 saat masih jadi pemain. Maradona tak dapat perpanjangan kontrak dari Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) tak lama setelah membawa Lionel Messi cs sampai ke perempatfinal Piala Dunia 2010, di mana mereka disingkirkan Jerman.

Berikut perjalanan Maradona usai ditunjuk menjadi pelatih Argentina sampai ketika dia harus menyerahkan posisi tersebut, sebagaimana disarikan dari berbagai sumber.

* Maradona pada awalnya tak dijagokan untuk mengisi posisi pelatih Argentina sepeninggal Alfio Basile karena minimnya pengalaman. Sebelumnya dia hanya menangani dua klub di pertengahan dekade 90-an, Deportivo Mandiyu dan Racing Club, dengan meraih tiga kemenangan saja dari total 23 laga di kedua klub itu.

* Maradona resmi ditunjuk menjadi pelatih Argentina pada 4 November 2008. Laga debutnya 15 hari kemudian ditandai dengan manis usai membawa Argentina menang 1-0 atas Skotlandia.

* Dalam laga kompetitif pertamanya sebagai pelatih Argentina pada bulan Maret, Maradona membawa timnya menang 4-0 dari Venezuela. Namun, di laga selanjutnya kontra Bolivia, Argentina malah kalah 1-6.

* Maradona dan Argentina sempat di ujung tanduk setelah kalah dari Ekuador, Brasil dan Paraguay di kualifikasi Piala Dunia 2010.

* Argentina akhirnya lolos ke putaran final Piala Dunia 2010 usai memenangi dua laga terakhirnya kontra Peru dan Uruguay.

* Maradona hadir di hadapan komisi disiplin FIFA pada tanggal 15 November 2009 setelah berkata-kata kasar usai Argentina menang 1-0 atas Uruguay. Maradona dihukum dua bulan dan dikenai denda.

* Maradona tampil menemani Argentina di Piala Dunia 2010 dengan gaya berbeda. Dengan mengenakan setelan rapi, Maradona memelihara janggut di wajahnya.

* Maradona membawa Argentina memenangi seluruh pertandingannya di fase grup Piala Dunia 2010. Argentina juga sukses menyungkurkan Meksiko 3-1 di babak 16 besar.

* Argentina dan Maradona harus angkat koper dari Piala Dunia 2010 usai kalah 0-4 dari Jerman di perempatfinal. Maradona menyebutnya sebagai hari terberat dalam hidupnya.

* Usai Piala Dunia 2010, Maradona mengaku enggan meneruskan tugasnya melatih Argentina. Waktu akhirnya melunakkan hatinya kendati Maradona mengajukan syarat untuk bertahan.

* Rabu (28/7/2010) dinihari WIB, AFA tak menerima syarat yang diajukan Maradona sehingga urung menawarkan perpanjangan kontrak. Maradona pun tak lagi jadi pelatih Argentina.

* Dalam catatannya menangani Argentina di 19 partai, dari November 2008 sampai Juli 2010, Maradona mempersembahkan 14 kemenangan dan lima kekalahan, dengan persentase kemenangan 73,68%.

Menunggu 11 ‘Kucing Liar’ Maradona

June 2, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Pretoria Laga Bola – Nigeria akan jadi lawan pertama Argentina di Piala Dunia. Meski laga itu masih berjarak 10 hari lagi namun menarik disimak siapa saja pemain yang akan diturunkan Maradona saat itu. Argentina sudah tiba di Afrika Selatan hari Sabtu lalu. Dan Selasa (2/6/2010) waktu setempat Tim Tango melaksanakan jumpa pers pertamanya semenjak menjejakkan kaki di benua hitam tersebut.

Hadir dalam pertemuan dengan wartawan yang dihelat di Universitas Pretoria itu Maradona dan kapten tim Javier Mascherano. Dan Maradona pun sedikit banyak menceritakan kondisi tim yang ia nilai saat ini tengah kondusif.

‘Si Tangan Tuhan’ pun turut membocorkan sedikit banyak mengenai kegiatan Abiceleste jelang laga pertama kontra Nigeria di Johannesburg 12 Juni besok.

“Tim akan mulai keluar berlatih beberapa hari sebelum pertandingan kontra Nigeria,” tukas Maradona di Reuters.

“Saya punya 23 kucing liar yang siap bertarung di lapangan. Di mana di setiap sesi latihan akan semakin sulit untuk menentukan,” lanjutnya.

Memang sejak Maradona mengambil alih tim ini dua tahun lalu, komposisi skuad selalu berubah-ubah. Yang pasti selalu jadi starting eleven adalah Mascherano dan Lionel Messi.

Kini siapa-siapa yang bakal mengisi sembilan slot kosong pun terlihat masih misterius.

Terakhir Maradona pun menjelaskan alasan kenapa Argentina sama sekali tak memainkan laga ujicoba di Afsel sebelum bergulirnya Piala Dunia. Laga pemanasan terakhir juara dunia dua kali itu saat menang 5-0 atas Kanada pekan lalu.

“Saya tidak begitu konsen pada laga ujicoba karena latihan yang kami gelar bisa membawa pemain ke level yang kami inginkan. Daripada harus bertanding dengan risiko ada pemain yang cedera,” pungkas pria 50 tahun itu.

Selain berjumpa Nigeria, Argentina yang masuk di Grup B akan melawan Korea Selatan dan juara Eropa 2004 Yunani.

“Saya Bukan Titisan Maradona”

May 28, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

BUENOS AIRES Laga Bola – Mega bintang Argentina, Lionel Messi, rupanya jengah dengan julukan “titisan Maradona” yang melekat dalam dirinya. Mengapa?

Sejak mencuri perhatian para pecinta sepakbola dunia dalam beberapa musim terakhir, penyerang Barcelona memang kerap dibandingkan dengan pelatih sekaligus legenda Argentina, Diego Maradona.

Terlepas dari kemiripan talenta keduanya, Pemain Terbaik Dunia 2009 justru jengah dengan label tersebut.

“Saya tidak menyukainya. Saya malu dibandingkan dengan Diego. Itu penghinaan baginya,” cetus Messi.

“Untuk menjadi pemain terbaik dunia, saya masih harus membuktikannya pada Piala Dunia mendatang,” tegas pemain 22 tahun.

Ya, kendati menuai pujian bersama Barcelona, kapasitas Messi bersama skuad Albiceleste masih sering diragukan. Terlebih setelah Tim Tango harus bersusah-payah lolos dari babak kualifikasi.

Namun, pemain berjuluk Messiah menegaskan komitmennya untuk Albiceleste.

“Saya pemain Argentina dan saya senang membela negara saya.”

Pilih Skuad, Lavezzi Tak Dibawa ke Afrika Selatan

May 20, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Buenos Aires Laga Bola – Pelatih Argentina Diego Armando Maradona telah memastikan ke-23 skuadnya. Striker Napoli Ezequiel Lavezzi adalah salah satu pemain yang tak dibawa ke Afrika Selatan. Maradona telah mengumumkan skuadnya Argentina di Piala Dunia 2010. Lavezzi yang sempat masuk dalam skuad bayangan Argentina akhirnya tidak dibawa oleh Maradona dalam ke-23 skuadnya yang baru saja diumumkan.

Lavezzi satu satunya pemain depan yang tidak masuk dalam skuad Argentina. Artinya Maradona akan membawa Lionel Messi, Gonzalo Higuain, Carlos Tevez, Diego Milito, Sergio Aguero dan Martin Palermo. Selain Lavezzi, Maradona juga memutuskan meninggalkan Fabricio Coloccini, Juan Insaurralde, Sebastian Blanco, Jose Sosa, Juan Mercier dan Jesus Datolo. Sedangkan sayap kanan Liverpool Maxi Rodriguez tetap masuk dalam tim Tango.

Sedangkan gelandang Palermo Javier Pastore menjadi satu satunya pemain yang belum memiliki caps. Ia akan menjadi pelapis playmaker Juan Sebastian Veron jika pemain berusia 35 tahun ini mengalami cedera atau bermain buruk.

Skuad Argentina:

Kiper: Romero (AZ Alkmaar), Andujar (Catania), Pozo (Colon)

Bek: Otamendi (Velez), Heinze (Marseille), Demichelis (Bayern Munich), Samuel (Inter), Garc� (Colon), Burdisso (Roma), Rodriguez (Estudiantes)

Gelandang: Veron (Estudiantes), Mascherano (Liverpool), J Gutierrez (Newcastle), Di Maria (Benfica), Maxi Rodriguez (Liverpool), Pastore (Palermo), Bolatti (Fiorentina)

Penyerang: Messi (Barcelona), Higuain (Real Madrid), Tevez (Manchester City), Milito (Inter), Aguero (Atletico Madrid), Palermo (Boca Juniors)

Melawan Messi cs, Korsel Siap Main Keras Lagi

May 18, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Seoul Laga Bola - Korea Selatan bergabung bersama dengan Argentina di Grup B putaran final Piala Dunia 2010. Mengulangi apa yang terjadi tahn 1986, Korsel siap main keras lagi saat berjumpa Albicelestes. Tahun 1986, Argentina dan Korsel berjumpa di putaran final Piala Dunia 1986 di Meksiko. Saat itu, Argentina yang di akhir turnamen keluar sebagai juara mengalahkan Korsel 3-1.

Diego Maradona, motor utama Argentina kala itu, mengeluhkan permainan Korsel yang keras. Maradona menyebut kalau pertandingan melawan tim Asia itu seperti pertandingan taekwondo alih-alih sepakbola. Di dalam tim Korsel saat itu, ada nama Huh Jung Moo. Huh adalah bek Korsel yang bertugas menjaga Maradona. Huh bakal bereuni dengan Maradona di Afrika Selatan nanti karena ia sekarang adalah pelatih Korsel dan Maradona adalah pelatih Argentina.

Argentina akan kembali berjumpa Korsel di Johannesburg pada 17 Juni mendatang. Tim Tango jelas lebih diunggulkan dibanding Taeguk Warriors, tapi Huh berjanji untuk memberikan perlawanan keras.

“Jika saya bertemu Maradona dan Argentina lagi, saya akan melakukan hal yang serupa,” ujar Huh.

“Saya tidak akan memberikan kemenangan mudah buat mereka. Saya akan menghentikan mereka, saya akan bertarung dengan mereka,” janji Huh yang kini berusia 55 tahun.

Argentina memiliki kekuatan utama di teknik dan kecepatan, dengan bergantung kepada pemain-pemain lincah seperti Lionel Messi atau Sergio Aguero. Korsel menyadari itu dan akan mengandalkan serangan balik.

“Kami akan mencoba meredam kecepatan mereka dan tempo mereka. Serangan balik akan jadi krusial, taktik itu akan jadi kunci,” tandas Huh.

Diego Maradona Melatih Tanpa Konsep

August 30, 2009 by admin · Leave a Comment 

maradona.jpg

Buenos Aires Lagabola – Hampir setahun setelah ditunjuk menjadi pelatih Argentina, Diego Maradona belum memberi hasil yang meyakinkan. Hal tersebut terjadi lantaran Maradona tidak punya konsep melatih yang jelas. Kontroversi yang mengemuka saat AFA menunjuk Maradona sebagai pelatih tim nasional sedikit-banyak terbukti saat ini. Meski menjadi pemain terbaik yang pernah dilahirkan Argentina, banyak yang menganggap Maradona tak punya bakat jadi pelatih

Secara keseluruhan, raihan Maradona sesungguhnya tak terlalu buruk karena dari delapan pertandingan enam di antaranya berakhir dengan kemenangan dan baru dua kali kalah. Meski begitu, penampilan Lionel Messi cs dianggap masih jauh dari ideal. Salah satu pihak yang meragukan sukses Argentina selama masih dilatih Maradona adalah Jorge Olguin. Anggota skuad Argentina saat menjuarai Piala Dunia 1978 itu menyebut Maradona tak punya konsep jelas bagaimana dia harus mengarahkan anak didiknya.

“Sepakbola bisa dimainkan dengan baik, dimainkan dengan penampilan yang rata-rata atau dimainkan dengan buruk, tapi yang terpenting adalah itu harus punya jalan, memiliki gaya, sebuah ide yang kongkret,” sahut Olguin seperti diberitakan Goal. Publik Argentina layak khawatir dengan performa timnya saat ini. Dengan lima pertandingan tersisa di Kualifikasi Piala Dunia 2010, Argentina duduk di batas terakhir untuk bisa dapat tiket langsung ke Afrika Selatan.

Perjuangan Argentina di dua laga selanjutnya juga akan sangat berat. Di kandang sendiri mereka akan menjamu Brasil, pekan depan. Setelah itu gantian Paraguay mereka sambangi.  “Diego belum menyalurkan ide yang jelas tentang apa yang sebenarnya dia inginkan. Saat ini dia belum bisa mendefinisikan dengan baik berbagai hal. Well, dia belum menunjukkan itu pada timnas. Saya tak tahu bagaimana Maradona menginginkan timnya bermain. Memang ada indikasi yang terlihat saat ini, tapi itu belum berfungsi,” pungkas Olguin.