Manchester United Dikalahkan Oleh Tim Bukan Unggulan
December 1, 2011 by blake · Leave a Comment
Manchester United, mendengar namanya saja banyak klub – klub yang ketakutan. Akan tetapi baru – baru ini MU dipermalukan tim tamu yang notabene bukan tim unggulan yaitu Crystal Palace di Stadion Old Trafford dengan skor akhir 2 – 1 untuk keunggulan Crystal Palace. Pertandingan berjalan cukup alot sejak awal babak pertama. Tim tamu unggul lebih dulu lewat kaki Darren Ambrose pada menit ke-65. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan empat menit saja karena di menit ke 69, The Red Devils menyamakan kedudukan menjadi 1 – 1 lewat eksekusi penalti Macheda. Pada menit ke-98, Glenn Murray membuat gol ke dua untuk Palace tepat di depan gawang yang dikawal Ben Amos. Palace kembali unggul. Fergie sangatlah kebakaran jenggot untuk hasil yang mengecewakan tersebut.
Kalahkan Schalke, MU Ciptakan Final Ulangan 2009
May 5, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Manchester United menyusul Barcelona melaju ke final Liga Champions musim ini. Tim besutan Sir Alex Ferguson baru menyempurnakan kemenangan atas Schalke 04 di laga semifinal, Kamis (5/5/2011). Pada pertemuan kedua di Old Trafford, United unggul telak 4-1. Ini sekaligus menggenapi agregat menjadi 6-1.
Ferguson tidak menurunkan sejumlah peman intinya seperti Wayne Rooney dan Rio Ferdinand. Mereka memang sengaja disiapkan untuk menghadapi laga duel akhir pekan kontra Chelsea yang tak kalah penting karena menjadi pertaruhan gelar juara Premier League musim ini.
Pada awal babak pertama, United tampil kurang greget. Justru, Schalke yang mengambil inisiatif serangan dan berhasil membukan peluang pertama di pertandingan itu melalui sepakan jarak jauh Jefferson Farfan pada menit kesembilan.
Sepuluh menit pertandingan berjalan United mulai panas. Dimitar Berbatov melakukan akselerasi dari sisi kiri dan melewati empat pemain, sayang umpan datarnya ke muka gawang berhasil dipotong oleh Manuel Neuer.
Baru pada menit ke-26 The Red Devils mampu menyerangkan gol. Berawal dari kesalahan Atsuto Uchida, Darren Gibson dengan leluasa memberikan umpan tarik Antonio Valencia ke dalam kotak penalti Schalke dan winger asal Ekuador dengan tenang melesakan bola melalaui celah diantara kaki Nuer. 1-0 tuan rumah unggul sementara.
Schalke sendiri nyaris membalas satu menit berselang. Serangan cepat dari sisi sayap dilanjutkan dengan umpan silang yang langsung disambut dengan tandukkan oleh Raul Gonzalez. Sayang, laju bola yang terlalu lemah bisa dengan mudah dikuasai oleh Edwin van der Sar.
Justru, United yang mampu menggandakan keunggulan pada menit ke-32. Kerjasama satu dua Valencia dengan Luis Nani di kotak pernalti The Royal Blues diselesaikan tendangan keras Gibson. Neuer sebenarnya sudah membaca arah bola, namun karena terlalu deras dia tidak mampu menghadangnya dan harus merelakan skor menjadi 2-0.
Tidak mau menyerah begitu saja, Schalke terus memaksakan serangan. Hasilnya cukup positif, mereka mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Jurado menggetarkan jala gawang van der Sar dengan tendangan first time setelah memanfaatkan kemelut di muka gawang United. Skor kembali berubah 2-1.
Pascagol itu United menjadi bertambah agresif. Serangan demi serangan terus mengalir ke daerah pertahanan Schalke, meskipun tidak ada yang berubuah gol. Kedudukan 2-1 ini pun bertahan sampai jeda.
Pada awal babak kedua Schalke coba kembali menekan. Ralf Rangnick juga sengaja memasukan Edu untuk membantu sektor serangan. Sialnya itu tidak banyak berpengaruh karena pertahanan serta lini tengah United tampil sangat kokoh sehingga sulit ditembus.
Malah pada menit ke-71 gawang Schalke harus diberedel oleh Chris Smalling. Untungnya, gol pemain bertahan itu tidak disahkan oleh wasit karena terlebih dulu offside.
Namun lima menit berselang petaka benar-benar menghampiri wakil Jerman tersebut. Sebuah serangan balik yang dimotori oleh Nani dari sisi kanan lapangan membuat Christoph Metzelder dkk kelabakan, umpan datar winger asal Portugal kemudian dilanjutkan dengan sepakan Andreson yang langsung mengubah kedudukan menjadi 3-1.
Masih syok dengan gol ketiga United, Schalke kembali harus kebobolan untuk kali keempat. Anderson lagi-lagi mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Brasil hanya menyontek bola ke gawang meneruskan umpan Dimitar Berbabtaov.
Schalke sempat membuat pendukungnya bersorak di menit ke-82. Jan-Klaas Huntelaar yang masuk di pertangahan babak kedua membobol gawang van der Sar usai menyambar bola muntah hasil sepakan Edu. Tapi nahas, wasit sudah lebih dulu menyatakan striker asal Belanda berada dalam posisi offside.
Beberapa peluang berhasil diciptakan kedua tim di lima menit sisa pertandingan. Diantaranya melalui Edu, Michael Owen serta Patrice Evra. Namun hingga wasit meniup peluit panjang tetap tidak ada gol tambahan. Pertandingan disudahi dengan kemenangan 4-1 untuk United.
Kemenangan ini membuat United memastikan lolos ke partai puncak Liga Champions menghadapi Barcelona di Wembley 29 Mei mendatang. Itu merupakan final ulangan pada 2009 silam di Olimpico Roma.
Susunan pemain:
Manchester United: Van der Sar, Rafael, Smalling, Evans, O’Shea, Scholes, Gibson, Anderson, Nani, Valencia, Berbatov.
Schalke 04: Neuer, Uchida, Howedes, Metzelder, Escudero, Papadopoulos, Jurado, Farfan, Baumjohann, Draxler, Raul.
Mourinho Andalkan kemapuan Ozil
April 18, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Nama gelandang Mesut Ozil kembali masuk dalam starting XI Real Madrid, yang akan disiapkan pada laga final Copa del Rey melawan Barcelona, Kamis (21/4/2011). Ozil sendiri hanya duduk di bangku cadangan saat El Real bermain 1-1 melawan Barca pada lanjutan La Liga, di Santiago Bernabeu, akhir pekan lalu. Kini, pemain internasional jerman tersebut kembali berkesempatan menjadi pemain utama.
Pelatih Jose Mourinho sengaja mencadangkan Ozil pada El Clascio pertama tersebut dengan alasan demi strategi. Tapi, Ozil malah tampil impresif saat dimasukan Mourinho di babak kedua.
Kinerja baik Ozil di Santiago Bernabeu akhir pekan lalu itu jelas dicatat Mourinho. Pelatih asal Portugal ini akan mengandalkan Ozil sebagai kreator serangan dari lini tengah. Pemain 22 tahun tersebut punya kemampuan menciptakan peluang bagi lini depan Madrid.
Kembalinya Ozil memberikan keuntungan buat striker Karim Benzema. Mantan striker Olympique Lyon tersebut gagal tampil mengesankan saat ditahan Barca, karena kurangnya dukungan dari lini tengah.
Ozil baru bergabung dengan Madrid dari klub Bundesliga Werder Bremen pada awal musim ini. Berkat penampilannya yang apik, Ozil langsung mendapat tempat utama di barisan tengah El Real.
Park Ji Sung Adalah Panutan Pesepakbola Asia
April 14, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola - Mungkin tidak terlau banyak pemain bola Asia yang meraih sukses besar di Eropa secara konsisten dan lama. Tapi Park Ji Sung adalah sebuah pengecualian, dan dia adalah sosok panutan dari Benua Kuning.
Selasa, 12 April 2011 kemarin bisa jadi hari yang paling membahagiakan bagi Park Ji Sung. Di Stadion Old Trafford, kandang Manchester United, Park pada menit ke-77 pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions Eropa melawan Chelsea menciptakan gol dengan tendangan kaki kirinya yang semakin menjadi penentu lolosnya “Setan Merah” ke babak semifinal.
Satu gol tersebut cukup vital bagi United karena dicetak hanya 22 detik setelah Didier Drogba menyamakan skor menjadi 1-1, sehingga kembali meruntuhkan semangat para pemain Chelsea untuk berusaha mengungguli Setan Merah.
Satu gol tersebut juga menjadi penahbisan Park sebagai big match player. Secara kuantitas dia memang sedikit menciptakan gol, namun justru gol-gol dicetaknya pada pertandingan penting seperti melawan The Blues kemarin. Sejauh musim ini ia baru menciptakan 7 gol: 4 gol di Liga Inggris, 2 gol di Piala Liga dan satu yang dibuatnya di Liga Champions Eropa melawan Chelsea.
Tiga dari empat gol yang dicetaknya di Liga Inggris musim ini juga menjadi penentu kemenangan United atas lawan-lawannya. Park mencetak keseluruhan dua gol bagi United sehingga menang 2-1 melawan Wolverhampton Wonderers di awal November 2010. Kemudian dia juga membuat satu-satunya gol kemenangan timnya atas Arsenal di Old Trafford dengan skor akhir 1-0 medio Desember lalu.
Sebelumnya di Liga Champions Eropa musim 2008/2009, Park menciptakan dua gol masing-masing ke gawang AC Milan di babak 16 besar dan ke gawang Arsenal di babak semifinal.
Park Ji Sung yang bergabung dengan United sejak musim panas 2005 telah berhasil meraih tiga gelar Juara Liga Inggris, tiga gelar Juara Piala Liga Inggris, Juara Liga Champions Eropa dan Juara FIFA Club World Cup bersama Manchester United.
Kesuksesan bersama Red Devils tidaklah diraih dengan mudah. Pria 30 tahun itu harus bekerja keras untuk meniti karir di klub sebesar Manchester United dengan pemain-pemain berlevel internasional. Namun bagi Park, kerja keras telah biasa dilakukannya.
Lahir tanggal 25 Februari 1981 di Seoul, Korea Selatan, Park kemudian tumbuh dewasa di Suwon, sebuah kota satelit berjarak 30 km di selatan Seoul. Konon karena tubuhnya yang kecil, orang tua Park membuatkan ramuan jus katak untuk diminum agar badannya bisa berkembang lebih besar lagi. Alasan tubuh yang kecil pula yang menyebabkan Park kesulitan masuk klub sepakbola profesional di Korsel sehingga pada tahun 1999 akhirnya bergabung dengan tim Myongji University.
Setahun kemudian, klub Divisi Dua Liga Jepang, Kyoto Purple Sanga menawarkan kontrak untuk bergabung dan Park menerima tawaran tersebut. Di klub inilah Park mulai menemukan sinar terang dalam karir sepakbolanya dengan membawa klubnya menjadi juara Divisi Dua pada tahun 2001 dan promosi ke Divisi Utama Liga Jepang. Park pun berperan dalam keberhasilan timnya menjadi juara Emperor’s Cup pada tahun 2002, piala yang sekelas dengan Piala Liga di negara lain.
Melihat prestasinya tersebut, Park yang masih berusia 21 tahun kemudian dipanggil bergabung ke timnas negaranya di Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korsel. Penampilannya yang fenomenal terjadi pada tanggal 14 Juni 2002, ketika Korsel bertanding melawan Portugal di Stadion Munhak, kota Incheon pada babak penyisihan Grup D. Dalam kedudukan 0-0, pada menit ke-71, Park mencetak gol satu-satunya dalam pertandingan tersebut di hadapan 50.239 penonton termasuk Presiden Korsel saat itu, Kim Dae-Jung.
Pasca Piala Dunia 2002, Park pun kembali ke Kyoto Purple Sanga. Setahun kemudian mantan pelatihnya di timnas Korsel, Guus Hiddink, yang sudah menjadi manajer di klub PSV Eindhoven, Belanda merekrut Park dan rekannya di timnas Korsel, Lee Young-Pyo untuk bergabung. Di musim pertamanya, Park mengalami kesulitan untuk menembus tim inti karena didera cedera. Baru di musim keduanya, Park bisa beradaptasi dengan baik dan sangat berperan di lini tengah PSV apalagi Arjen Robben telah pindah ke Chelsea.
Kontribusi terbaiknya ketika Park berhasil mencetak gol dan membawa PSV menang 3-1 melawan AC Milan di semifinal Liga Champions Eropa musim 2004-2005. Meskipun akhirnya PSV kalah secara aggregat, penampilan Park menarik perhatian tersendiri bagi para manajer klub-klub Eropa termasuk Sir Alex Ferguson, yang kemudian merekrutnya bergabung ke Manchester United di musim panas 2005 dengan harga transfer 4 juta poundsterling.
Park yang sudah berkeinginan kuat untuk bermain di Liga Inggris menerima tawaran tersebut. Namun tak banyak yang tahu bahwa keputusan Park ditentang Hiddink, yang sudah seperti mentor pribadinya. Hiddink meminta Park untuk tinggal lebih lama di PSV dan kemudian bergabung dengan Chelsea. Karena keputusannya tersebut, Park merasa telah mengkhianati Hiddink dan hubungan mereka berdua sempat renggang.
Karir Park di United bisa dibilang cukup sukses. Di musim pertamanya, Park bermain di liga sebanyak 33 kali sebagai starter, mencetak debut gol melawan Arsenal dan meraih medali pertama sebagai juara Piala Liga.
Bisa jadi kekecewaan terbesar baginya dan bagi rakyat Korea Selatan adalah kegagalannya tampil di Final Liga Champions Eropa 2008 di Stadion Luzhniki, Moskow. Bermain baik di babak perempatfinal dan semifinal, semestinya Park bisa bermain menjadi starter di babak final dan mencatatkan dirinya sebagai pemain Asia pertama yang bermain di Final Liga Champions Eropa. Namun Fergie berkata lain, Park tidak dimainkan dan bahkan tidak masuk daftar pemain cadangan. Setahun kemudian Park akhirnya tampil di Final Liga Champions Eropa 2009 di Stadion Olimpico, Roma.
Setelah pensiun dari tim nasional Korea Selatan dengan membawa timnya menjadi juara ketiga Piala Asia 2011 di Qatar bulan Januari lalu, kini Park Ji Sung semakin fokus untuk terus berkarier bersama MU, di mana kontraknya akan berakhir musim panas tahun 2012.
Musim ini pun Ji Sung masih berkesempatan menambah raihan prestasinya bersama United di mana sementara ini masih memimpin klasemen Liga Inggris dengan 6 pertandingan tersisa, dan masuk babak semifinal Liga Champions Eropa serta Piala FA.
Park telah melewati berbagai tahapan dalam kehidupan profesionalnya. Dia menjadi pemain sepakbola Asia yang paling sukses di Liga Inggris. Meskipun kemampuannya tidak semenonjol Wayne Rooney atau Cristiano Ronaldo, namun ia menutupinya dengan bekerja keras di lapangan maupun selama menjalani latihan. Bahkan karena work-rate yang tinggi di lapangan dan seperti tidak pernah kehabisan stamina sehingga mampu bermain konsisten selama 90 menit, fans United pun memberinya julukan “Three-Lung Park”.
Kerja keras dan pantang menyerah serta profesionalisme yang dimiliki Park Ji Sung menjadi kiat yang patut dicontoh bagi pemain sepakbola Asia lainnya yang ingin sukses di liga-liga Eropa termasuk pemain asal Indonesia yang ingin sukses di level internasional.
Gareth Bale & Luka Modric Jadi Target Utama Sir Alex Ferguson
March 12, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Penampilan apik yang ditampilkan Gareth Bale dan Luka Modric sepanjang musim ini membuat Sir Alex Ferguson terkesan. Pelatih kawakan Manchester United ini pun berencana mendatangkan duo pilar Tottenham Hotspur ke Old Trafford pada akhir musim ini.
Sebagaimana dilaporkan Daily Mail, Sabtu (12/3/2011), Fergie memasukkan nama Bale dan Modric dalam daftar utama rencana regenerasi skuad yang tengah direncanakannya. Kedua pemain ini dinilai memiliki kualitas mumpuni untuk bisa membawa United mempertahankan gengsi sebagai salah satu tim terbaik dunia.
Rencananya, Bale akan dijadikan andalan di sektor kiri pertahanan United, mengisi pos yang saat ini dihuni Rafael da Silva. Fergie dikabarkan tengah membutuhkan full-back yang memiliki kecepatan, agar bisa aktif membantu serangan. Rafael dianggap belum bisa mengemban tugas tersebut karena kerap terlambat turun, saat membantu serangan.
Sementara Modric akan diplot untuk menggantikan gelandang veteran Paul Scholes. Scholes sendiri kabarnya akan menandatangani kontrak hingga setahun ke depan. Akan tetapi, Fergie menilai kehadiran Modric akan mempermudah tugas Scholes yang terbukti tak lagi mampu bermain secara kontinyu dalam satu musim.
Namun, keinginan Fergie ini dipastikan bakal sulit terealisasi. Kubu Spurs sudah jauh-jauh hari menegaskan kedua pemainnya tersebut tidak akan dilepas. Sekali pun bersedia melepas, Modric kabarnya dibanderol tak kurang dari 50 juta poundsterling, sedangkan Bale dihargai dua kali lipatnya. Beranikah United menggelontorkan dana 150 juta pounds hanya untuk mendapatkan dua pemain?
Arsenal Targetkan Kemenangan di Old Trafford
March 11, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Misi dalam genggaman Arsene Wenger kala menggiring Arsenal ke Old Trafford, markas Manchester United, Minggu (13/3/2011). Pelatih asal Prancis menargetkan kemenangan di laga perempatfinal FA Cup tersebut. Luka pasukan Meriam Muda London seakan belum berujung. Sinyal negatif musim ini diawali dengan kegagalan merengkuh trofi Carling Cup, saat ditaklukkan Birmingham City 2-1 di partai final, dua pekan lalu.
Sedangkan di kancah Liga Champions, Cesc Fabregas dkk kandas di babak 16 besar usai mengakui superioritas Barcelona, yang mengantongi agregat kemenangan 4-3. Catatan buruk inilah yang masih bersarang dalam benak Wenger.
Tak heran jika The Professor bertekad meraih kemenangan di Old Trafford, demi membangkitkan kembali kepercayaan diri The Gunners. “Ya, kami membutuhkannya, saya harus katakan itu karena kami butuh bantuan,” imbuhnya.
“Kami masih punya dua (kompetisi) yang tersisa, tapi kehilangan satu di saat-saat terakhir. Kami bermain melawan tim super favorit di Liga Champions dan kami kalah dalam kondisi istimewa,” urai Wenger, seraya mengingat kemenangan 2-1 atas Barcelona di leg pertama babak 16 besar.
Berkaca pada kegagalan tersebut, sang pelatih enggan mengalami hal serupa di ajang FA Cup. Tak hanya itu, armada Emirates masih berpeluang menyalip perolehan poin United di puncak klasemen Premier League, di mana hanya terpaut tiga poin.
“Saya sudah katakan sejak awal musim, kami akan melangkah sejauh mungkin di semua kompetisi. Kami memang kecewa, tapi ingin fokus pada target selanjutnya dan target besar sudah di depan mata,” tutup Wenger.
Fergie Angkat Bicara Soal CR7 dan Nani
February 19, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Dua tahun setelah kepindahan Cristiano Ronaldo, Nani mulai bisa lepas dari bayang-bayang rekan senegaranya itu. Padahal dalam beberapa hal, Sir Alex Ferguson yakin kalau Nani justru bisa lebih baik.
Sama-sama berasal dari Portugal, Nani diharapkan bisa mengisi tempat yang ditinggalkan Ronaldo sepeninggal dia ke Real Madrid. Peran Nani sejauh ini mungkin belum sekrusial CR7 saat masih di Old Trafford, namun dia perlahan mulai menunjukkan kemampuannya.
Jumlah 10 gol yang sudah dibuat Nani musim ini seakan membuktikan hal tersebut. Sir Alex Ferguson, yang menolak membandingkan CR7 dengan Nani, juga mengaku puas dengan performa pemain yang didatangkan dari Sporting Lisbon itu.
Meski Nani belum semengkilap Ronaldo, Fregie menilai kalau Nani punya beberapa kelebihan dibanding CR7.
“Ronaldo luar biasa. Dia salah satu yang terbaik sepanjang masa. Tapi dia (Ronaldo) butuh waktu untuk bisa menyatu dan berkembang dengan permainan Inggris. Nani bisa lebih cepat dalam hal itu,” sahut Fergie di ESPNStar.
“Saya tak perlu membesarkan kemajuan yang dia (Nani) dapat, dia konsisten sepanjang musim. Dia seorang pemenang yang mengkreasikan dan mencetak gol. Dia melepaskan tujuh tembakan ke (Manchester) City dan itu jumlah yang banyak untuk seorang winger, apalagi di pertandingan besar,” sambung Fergie.
Satu hal yang disanjung Fergie dari Nani adalah sikap dewasa yang dia miliki. Selain itu, di atas lapangan Nani tetap jadi sosok yang berbahaya buat semua lawan.
“Dia sudah menunjukkan kedewasaan sekarang. Setiap saat dia mendekati kotak (penalti) Anda berpikir kalau sesuatu akan terjadi. Saat Anda bisa mendapatkan itu, maka Anda adalah pemain hebat,” tuntas Fergie.
Manchester City Sulit Menang di Old Trafford
February 11, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kemenangan bisa membuat Manchester City merapat ke puncak klasemen dan menempel Manchester United. Tapi statistik mencatat, The Citizens sangat sulit menang bertanding di Old Trafford. Sepanjang sejarah pertemuan mereka di Liga Inggris di markas MU, City memang pernah menang 15 kali — kalah 31 kali, seri 25. Akan tetapi, dari 26 lawatannya yang terakhir mereka cuma menang satu kali, yakni pada Februari 2008, dengan skor 2-1.
Pada pertarungan musim lalu di Old Trafford, City kalah 3-4 dengan gol pamungkas buatan Michael Owen di menit 96. Sir Alex Ferguson sampai menyebut partai tersebut “mungkin derby terbaik sepanjang masa”.
City juga selalu punya kesulitan menjebol gawang “Setan Merah”. Dari lima pertandingan terakhir mereka, baik di City of Manchester Stadium maupun Old Trafford, Vincent Kompany dkk empat kali tidak bikin gol.
Berikut ini beberapa catatan menarik lain seputar derby Manchester, yang dilansir dari BBC:
* MU sudah mengantongi 37 poin dari maksimal 39 yang bisa didapat di Old Trafford di musim ini. Tim dengan rekor kandang terbaik kedua setelah mereka adalah Arsenal, yang “cuma” mendapatkan 27 poin.
* Pasukan Sir Alex tidak kebobolan di babak pertama di pertandingan liga di Old Trafford sejak April 2010.
* Menurut Opta Stats, MU adalah tim yang paling banyak menghasilkan gol di Premier League di musim ini lewat sundulan, sebanyak 14. Tapi mereka juga punya persentase tertinggi di antara tim-tim yang kebobolan gol dari kepala, yakni 33%.
* Jika Carlos Tevez mencetak gol, Manchester City tak pernah kalah dari 25 pertandingannya di liga, 23 di antaranya bahkan menang.
* Penyerang internasional Argentina itu mencetak empat gol dari enam penampilan terakhirnya melawan MU, yang merupakan mantan klubnya, di semua kompetisi.




