Peranan Park Ji Sung Di Thailand
January 18, 2012 by blake · Leave a Comment
Bintang Manchester United yang berasal dari Korea Selatan Park Ji-sung melanjutkan program sepakbolanya di Asia Tenggara. Setelah tahun lalu di Vietnam, tahun ini dia akan menggelar pertandingan eksibisi sekaligus amal di Thailand. Yayasan Park sedang mempersiapkan satu laga di
“Negeri Gajah Putih” itu pada akhir Mei atau awal Juni mendatang. Di bulan Juni lalu yayasan pemain Manchester United itu mengadakan laga eksebisi bertajuk Asian Dream Cup di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pertandingan itu menghadirkan bintang – bintang Asia seperti Kazuyoshi Miura, Hidetoshi Nakata serta mendatangkan 15 ribu penonton.
Park Ji Sung Adalah Panutan Pesepakbola Asia
April 14, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola - Mungkin tidak terlau banyak pemain bola Asia yang meraih sukses besar di Eropa secara konsisten dan lama. Tapi Park Ji Sung adalah sebuah pengecualian, dan dia adalah sosok panutan dari Benua Kuning.
Selasa, 12 April 2011 kemarin bisa jadi hari yang paling membahagiakan bagi Park Ji Sung. Di Stadion Old Trafford, kandang Manchester United, Park pada menit ke-77 pertandingan leg kedua babak perempat final Liga Champions Eropa melawan Chelsea menciptakan gol dengan tendangan kaki kirinya yang semakin menjadi penentu lolosnya “Setan Merah” ke babak semifinal.
Satu gol tersebut cukup vital bagi United karena dicetak hanya 22 detik setelah Didier Drogba menyamakan skor menjadi 1-1, sehingga kembali meruntuhkan semangat para pemain Chelsea untuk berusaha mengungguli Setan Merah.
Satu gol tersebut juga menjadi penahbisan Park sebagai big match player. Secara kuantitas dia memang sedikit menciptakan gol, namun justru gol-gol dicetaknya pada pertandingan penting seperti melawan The Blues kemarin. Sejauh musim ini ia baru menciptakan 7 gol: 4 gol di Liga Inggris, 2 gol di Piala Liga dan satu yang dibuatnya di Liga Champions Eropa melawan Chelsea.
Tiga dari empat gol yang dicetaknya di Liga Inggris musim ini juga menjadi penentu kemenangan United atas lawan-lawannya. Park mencetak keseluruhan dua gol bagi United sehingga menang 2-1 melawan Wolverhampton Wonderers di awal November 2010. Kemudian dia juga membuat satu-satunya gol kemenangan timnya atas Arsenal di Old Trafford dengan skor akhir 1-0 medio Desember lalu.
Sebelumnya di Liga Champions Eropa musim 2008/2009, Park menciptakan dua gol masing-masing ke gawang AC Milan di babak 16 besar dan ke gawang Arsenal di babak semifinal.
Park Ji Sung yang bergabung dengan United sejak musim panas 2005 telah berhasil meraih tiga gelar Juara Liga Inggris, tiga gelar Juara Piala Liga Inggris, Juara Liga Champions Eropa dan Juara FIFA Club World Cup bersama Manchester United.
Kesuksesan bersama Red Devils tidaklah diraih dengan mudah. Pria 30 tahun itu harus bekerja keras untuk meniti karir di klub sebesar Manchester United dengan pemain-pemain berlevel internasional. Namun bagi Park, kerja keras telah biasa dilakukannya.
Lahir tanggal 25 Februari 1981 di Seoul, Korea Selatan, Park kemudian tumbuh dewasa di Suwon, sebuah kota satelit berjarak 30 km di selatan Seoul. Konon karena tubuhnya yang kecil, orang tua Park membuatkan ramuan jus katak untuk diminum agar badannya bisa berkembang lebih besar lagi. Alasan tubuh yang kecil pula yang menyebabkan Park kesulitan masuk klub sepakbola profesional di Korsel sehingga pada tahun 1999 akhirnya bergabung dengan tim Myongji University.
Setahun kemudian, klub Divisi Dua Liga Jepang, Kyoto Purple Sanga menawarkan kontrak untuk bergabung dan Park menerima tawaran tersebut. Di klub inilah Park mulai menemukan sinar terang dalam karir sepakbolanya dengan membawa klubnya menjadi juara Divisi Dua pada tahun 2001 dan promosi ke Divisi Utama Liga Jepang. Park pun berperan dalam keberhasilan timnya menjadi juara Emperor’s Cup pada tahun 2002, piala yang sekelas dengan Piala Liga di negara lain.
Melihat prestasinya tersebut, Park yang masih berusia 21 tahun kemudian dipanggil bergabung ke timnas negaranya di Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Jepang dan Korsel. Penampilannya yang fenomenal terjadi pada tanggal 14 Juni 2002, ketika Korsel bertanding melawan Portugal di Stadion Munhak, kota Incheon pada babak penyisihan Grup D. Dalam kedudukan 0-0, pada menit ke-71, Park mencetak gol satu-satunya dalam pertandingan tersebut di hadapan 50.239 penonton termasuk Presiden Korsel saat itu, Kim Dae-Jung.
Pasca Piala Dunia 2002, Park pun kembali ke Kyoto Purple Sanga. Setahun kemudian mantan pelatihnya di timnas Korsel, Guus Hiddink, yang sudah menjadi manajer di klub PSV Eindhoven, Belanda merekrut Park dan rekannya di timnas Korsel, Lee Young-Pyo untuk bergabung. Di musim pertamanya, Park mengalami kesulitan untuk menembus tim inti karena didera cedera. Baru di musim keduanya, Park bisa beradaptasi dengan baik dan sangat berperan di lini tengah PSV apalagi Arjen Robben telah pindah ke Chelsea.
Kontribusi terbaiknya ketika Park berhasil mencetak gol dan membawa PSV menang 3-1 melawan AC Milan di semifinal Liga Champions Eropa musim 2004-2005. Meskipun akhirnya PSV kalah secara aggregat, penampilan Park menarik perhatian tersendiri bagi para manajer klub-klub Eropa termasuk Sir Alex Ferguson, yang kemudian merekrutnya bergabung ke Manchester United di musim panas 2005 dengan harga transfer 4 juta poundsterling.
Park yang sudah berkeinginan kuat untuk bermain di Liga Inggris menerima tawaran tersebut. Namun tak banyak yang tahu bahwa keputusan Park ditentang Hiddink, yang sudah seperti mentor pribadinya. Hiddink meminta Park untuk tinggal lebih lama di PSV dan kemudian bergabung dengan Chelsea. Karena keputusannya tersebut, Park merasa telah mengkhianati Hiddink dan hubungan mereka berdua sempat renggang.
Karir Park di United bisa dibilang cukup sukses. Di musim pertamanya, Park bermain di liga sebanyak 33 kali sebagai starter, mencetak debut gol melawan Arsenal dan meraih medali pertama sebagai juara Piala Liga.
Bisa jadi kekecewaan terbesar baginya dan bagi rakyat Korea Selatan adalah kegagalannya tampil di Final Liga Champions Eropa 2008 di Stadion Luzhniki, Moskow. Bermain baik di babak perempatfinal dan semifinal, semestinya Park bisa bermain menjadi starter di babak final dan mencatatkan dirinya sebagai pemain Asia pertama yang bermain di Final Liga Champions Eropa. Namun Fergie berkata lain, Park tidak dimainkan dan bahkan tidak masuk daftar pemain cadangan. Setahun kemudian Park akhirnya tampil di Final Liga Champions Eropa 2009 di Stadion Olimpico, Roma.
Setelah pensiun dari tim nasional Korea Selatan dengan membawa timnya menjadi juara ketiga Piala Asia 2011 di Qatar bulan Januari lalu, kini Park Ji Sung semakin fokus untuk terus berkarier bersama MU, di mana kontraknya akan berakhir musim panas tahun 2012.
Musim ini pun Ji Sung masih berkesempatan menambah raihan prestasinya bersama United di mana sementara ini masih memimpin klasemen Liga Inggris dengan 6 pertandingan tersisa, dan masuk babak semifinal Liga Champions Eropa serta Piala FA.
Park telah melewati berbagai tahapan dalam kehidupan profesionalnya. Dia menjadi pemain sepakbola Asia yang paling sukses di Liga Inggris. Meskipun kemampuannya tidak semenonjol Wayne Rooney atau Cristiano Ronaldo, namun ia menutupinya dengan bekerja keras di lapangan maupun selama menjalani latihan. Bahkan karena work-rate yang tinggi di lapangan dan seperti tidak pernah kehabisan stamina sehingga mampu bermain konsisten selama 90 menit, fans United pun memberinya julukan “Three-Lung Park”.
Kerja keras dan pantang menyerah serta profesionalisme yang dimiliki Park Ji Sung menjadi kiat yang patut dicontoh bagi pemain sepakbola Asia lainnya yang ingin sukses di liga-liga Eropa termasuk pemain asal Indonesia yang ingin sukses di level internasional.
Park Ji Sung Pensiun di Angka 100
January 29, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Masa pengabdian Park Ji Sung sebagai anggota timnas Korea Selatan berakhir. Usai perebutan tempat ketiga di Piala Asia 2011, bintang Manchester United itu mengumumkan pensiun.
Rencana pensiun Park sudah dia umumkan sendiri sejak penghujung tahun lalu. Dan seperti diungkapkannya saat itu, Piala Asia 2011 akan menjadi turnamen terakhir di mana dia memakai seragam Taegeuk.
Park memutuskan pensiun usai dia total mengoleksi 100 caps, dengan laga terakhir menghadapi Jepang di babak semifinal tiga hari lalu. Pesepakbola 29 tahun yang juga menjabat kapten di timnasnya itu absen dalam perebutan tempat ketiga.
“Park dan Young-pyo pensiun hari ini. Saya ingin katakan kalau mereka sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya mencintai mereka berdua,” ungkap pelatih Cho Kwang-rae seperti dikutip dari AFP.
Karir timnas Park dimulai sejak dia berumur 19 tahun sebagai seorang gelandang bertahan. Laga perdananya adalah di kualifikasi Olimpiade 2000, di mana dia kemudian masuk skuad untuk berangkat ke Sydney.
Nama Park mulai jadi langganan timnas setelah Korsel dilatih Guus Hiddink, dengan dia diberi posisi baru sebagai winger. Sejak saat itu Park menunjukkan kemampuannya bermain hampir di semua posisi lapangan tengah.
Beberapa turnamen besar yang pernah diikuti mantan pemain PSV Eindhoven bersama Korea Selatan adalah Piala Dunia 2002, 2006 dan 2010 serta Piala Asia 2011. Selama sekitar 11 tahun membela negaranya dia melesakkan 13 gol dari 100 penampilan.
Park Ji Sung Masih Lama di MU
September 14, 2009 by admin · Leave a Comment

Seoul Lagabola – Fans Manchester United masih akan melihat Park Ji Sung berkarir di Old Trafford dalam waktu cukup lama. Bintang Asia itu dilaporkan telah menerima perpanjangan kontrak dari klub elit Inggris itu. Adalah agen si pemain yang memberitakan hal tersebut. “Park dan Manchester United telah mencapai deal tiga tahun. Kontrak akan berlaku efektif sampai Juni 2010,” demikian Kim Jung Soo kepada kantor berita Korea Selatan Yonhap dikutip Reuters, Senin (14/9/2009).
Sang agen menolak mengungkapkan detil kontrak tersebut, namun ia mengatakan bahwa Park akan memperoleh bayaran 3,6 juta poundsterling atau hampir Rp 59 miliar per tahun. Angka itu naik sekitar 30 persen dari gaji tahunan Park dalam dua musim terakhir yang berkisar 2,8 juta pounds. Park, yang bergabung ‘Setan Merah’ di tahun 2005 dari PSV Eindhoven, terbukti sukses bermain untuk MU di kompetisi paling atraktif di dunia, Premier League. Ia antara lain telah menorehkan rekor sebagai pemain Asia pertama yang tampil pada pertandingan final Liga Champions, saat MU kalah 0-2 dari Barcelona di musim lalu.
“Selama bersama kami, kemampuan teknis dan taktis dia telah berkembang pesat dan dia melakukannya dengan sangat baik,” puji manajer Sir Alex Ferguson ketika MU menggelar tur pra-musim di Seoul bulan Juli lalu. “Dia telah menjadi seorang pemain yang sangat penting buat kami dan memiliki karir yang fantastis bersama kami,” sambungnya. Selama empat musim berseragam Red Devils, Park telah tampil dalam 126 pertandingan dan mencetak 12 gol.




