Mourinho Bukan Pelatih Andalan
September 17, 2009 by admin · Leave a Comment
Milan Lagabola – Sudah tak lagi aktif berkecimpung dalam dunia sepakbola, Luciano Moggi masih setia mengamati aktivitas di sana. Dari situ dia menilai allenatore Inter Milan Jose Mourinho bukanlah pelatih hebat. Di musim pertama bersama Nerazzuri, Mourinho sudah membawa tim itu jadi jawara Seri A. Curriculum vitae si pria Portugal pun mengilap karena sebelumnya bisa mempersembahkan trofi Liga Inggris 2004/05 dan 2005/06 untuk Chelsea, trofi Liga Champions buat Porto tahun 2004 dan capaian-capaian lainnya.
Meski demikian, di mata Moggi itu tak serta merta membuktikan Mourinho sebagai pelatih berkelas. Eks bos Juventus tersebut tidak melihat Mourinho sebagus penilaian orang. “Dia lebih baik dalam urusan public relation ketimbang melatih. Dia orang yang baik yang mengatakan berbagai hal untuk melindungi timnya,” nilai Moggi di Radio Radio yang dikutip La Republica.
Masih menurut Moggi, pelatih-pelatih terbaik saat ini sudah tak lagi berkecimpung di Seri A. “Saya pikir (Marcello) Lippi (yang melatih Italia) adalah yang terbaik, lalu (Fabio) Capello dan (Carlo) Ancelotti.” Boleh jadi penilaian Moggi menyebut nama Lippi sebagai pelatih terbaik dikarenakan fakta bahwa karena dia pernah sukses di Juve. Unsur Juve bahkan juga muncul lagi ketika Moggi menyebut pelatih yang dia nilai berbakat.
“Di antara pelatih muda, saya suka (Gian Piero) Gasperini (yang melatih Genoa). Saya kenal dia dengan baik, dia dulu melatih tim muda Juventus. Dia tak takut dengan lawan dan memeragakan permainan bagus,” simpul Moggi. Mourinho saat ini tengah menemani Inter dalam pertandingan menghadapi Barcelona di Liga Champions. Mengenali gayanya, boleh jadi komentar Moggi ini akan membuahkan reaksi.
Prediksi Inter Milan VS Barcelona 50:50
September 17, 2009 by admin · 3 Comments
LAGABOLA perdana penyisihan Grup F Liga Champions musim 2009/2010 langsung panas. Pemicunya apalagi kalau bukan duel sengit antara Inter Milan kontra Barcelona. Kedua jawara di kompetisi masing-masing ini bakal bentrok di Stadion Giuseppe Meazza, Kamis (17/9/2009) dini hari WIB. Tim manakah yang akan meraup tiga poin perdana? Menyimak peta kekuatan kedua tim, sulit untuk memprediksi tim mana yang akan keluar sebagai pemenang. Pasalnya, baik Inter maupun Barca memiliki relatif setara. Keduanya memiliki skuad komplet di setiap lini serta didukung pelatih brilian yang telah teruji ketangguhannya.
Nah, jika begini, perbedaan antara kedua tim ini hanya bisa gambarkan melalui head to head keduanya. Di kompetisi bergengsi, Nerazzurri dan Barcelona tercatat baru dua kali bentrok, yakni pada fase grup Liga Champions musim 2002/2003. Saat itu, Barca berhasil mengalahkan Inter 3-0 pada leg pertama di Camp Nou. Sayang, pada leg kedua di Giuseppe Meazza, Inter gagal membalas setelah ditahan imbang tanpa gol.
Minimnya rekor pertemuan kedua tim di kompetisi resmi membuat hasil pertandingan nanti praktis bakal ditentukan lewat kesiapan tim. Tim yang mampu menampilkan permainan lebih baik berpeluang besar keluar sebagai pemenang. Dalam hal ini, Inter sebagai tuan rumah lebih diuntungkan. Selain mendapat dukungan penuh dari puluhan ribu Interisti yang pastinya memadati Giuseppe Meazza, La Beneamata juga memiliki keuntungan, karena bakal diperkuat bomber anyaranya Samuel Eto’o yang sempat lima musim berkarir di Camp Nou. Striker yang menjadi aktor utama dibalik keberhasilan El Barca di dua final LC sebelumnya ini dipastikan bakal menjadi andalan allenatore Jose Mourinho menemukan titik lemah Barca.
Namun, tak hanya Eto’o yang bakal berperan vital di laga nanti, bomber anyar lainnya Diego Milito juga pantas diwaspadai barisan belakang Barca. Striker Argentina yang sempat malang-melintang di La Liga bersama Real Zaragoza ini tentunya cukup mengenal karakter permainan tim-tim asal Negeri Matador. Dalam patron 4-3-1-2, Mourinho tampaknya bakal mempercayakan Wesley Sneijder sebagai penyokong duet Eto’o dan Milito. Tiga jenderal lapangan tengah bakal dihuni Dejan Stankovic, Thiago Motta dan kapten tim Javier Zanetti. Kapten Timnas Brasil, Lucio bakal berduet dengan Walter Samuel menjadi tembok tangguh di depan kiper Julio Cesar, sementara Douglas Maicon dan Christian Chivu berperan sebagai dua wing-back yang bakal aktif naik membantu serangan.
Di lain kubu, Barcelona tak bisa diremehkan. Status juara bertahan membuat anak-anak asuhan Pep Guardiola bekal berusaha sekuat tenaga mengawali kampanye mempertahankan gelar juara dengan manis. Sama seperti Inter yang memiliki Eto’o, Barca juga memiliki sosok yang akan membocorkan rahasia kelemahan Inter, yakni Zlatan Ibrahimovic. Pengalaman bomber Swedia selama tiga musim terakhir di Meazza bakal menjadi kunci dua partnernya, Lionel Messi dan Thierry Henry dalam mencari ruang di area pertahanan Inter. Dalam patron 4-3-3, Ibra akan menjadi target-man di tengah, sementara Henry di kiri dan Messi di kanan.
Koneksi Messi – Ibra yang mulai padu juga patut menjadi perhatian tersendiri bagi Mourinho. Bukti sahih, Messi dan Ibra masing-masing mencetak satu gol saat Barca menekuk Getafe 2-0 di ajang La Liga akhir pekan lalu. Bahkan, gol tandukan Messi berasal dari umpan manis Ibra. Selain ancaman trio maut Henry-Ibra-Messi, para punggawa Inter juga harus mewaspadai second-line Blaugrana. Ya, lini kedua (tengah) Barca dipastikan bakal semakin solid dengan kehadiran Andres Iniesta yang baru pulih dari cedera. Gelandang Timnas Spanyol ini akan kembali bahu-membahu dengan Xavi Hernandez serta Seydou Keita atau Sergio Busquets menebar ancaman dari luar kotak penalti.
Di belakang, kapten tim Carles Puyol untuk sementara bakal melupakan perseteruannya dengan manajemen klub perihal perpanjangan kontrak dan memimpin Gerrard Pique, Eric Abidal, Dani Alves serta kiper Victor Valdes dalam meredam gelombang serangan Inter. So, tunggu saja pertarungan sengit kedua di RCTI, Kamis (17/9/2009) dini hari, pukul 01:45 WIB.
Prakiraan pemain:
Inter Milan: Julio Cesar, Douglas Maicon, Lucio, Walter Samuel, Christian Chivu, Thiago Motta, Dejan Stankovic, Javier Zanetti, Wesley Sneijder, Samuel Eto’o, Diego Milito
Barcelona: Victor Valdes, Eric Abidal, Gerrard Pique, Carles Puyol, Dani Alves, Andres Iniesta, Xavi, Seydou Keita (Busquets), Thierry Henry, Lionel Messi, Zlatan Ibrahimovic
Ibra Sudah Enggak Sabar Lagi Hadapi Inter
September 13, 2009 by Administrator · Leave a Comment
Barcelona lagabola – Tidak ada rasa canggung dalam diri Zlatan Ibrahimovic menjelang lawatan ke markas Inter Milan. Ibra mengaku gembira bisa kembali ke mantan klubnya, saat ia sudah berseragam klub lain.
Rabu (16/9/2009) akan menjadi hari yang bersejarah bagi Ibrahimovic. Striker Barcelona itu untuk pertama kalinya akan turun menghadapi mantan klubnya, Inter, di Stadion Giuseppe Meazza, Milan. Sebelum laga ini, Ibra ‘memanaskan’ suasana. Pemain asal Swedia itu mengklaim bahwa dirinya adalah aktor tunggal dalam kesuksesan Inter selama ini.
Pendapat pemain berjuluk Ibracadabra itu menuai kritik baik itu dari mantan rekannya di Nerazzuri dan suporter Inter. Kini, hari besar itu semakin dekat. Bagaimana perasaan Ibra kembali ke Inter, meski kini dengan status lawan?
“Saya sangat gembira bisa kembali ke sana ketika saya memperkuat tim yang berbeda,” kata Ibrahimovic kepada Sport seperti diwartakan Goal.
“Pertandingan itu tentu saja akan menjadi laga yang spesial dan sulit bagi saya, karena saya sudah tiga tahun bersama mereka dan saya memiliki kenangan indah di sana,” tukas mantan pemain Ajax Amsterdam dan Juventus ini. Ibra pun ‘memperingatkan’ mantan klubnya, dengan mengatakan bahwa dirinya sudah bisa beradaptasi dengan permainan Barca.
“Rekan-rekan satu tim memudahkan saya untuk bermain. Mereka selalu membuka ruang dan membingungkan pemain bertahan lawan untuk menjaga yang mana,” pungkasnya.
Spalletti Salahkan Fisik Pemain
August 31, 2009 by admin · Leave a Comment
Roma Lagabola – AS Roma harus menelan kekalahan keduanya secara beruntun tatkala menyerah dari Juventus 1-3. Pelatih Luciano Spalletti menilai hasil itu adalah akibat fisik pemain yang buruk. Meski bermain di kandang sendiri, Olimpico Roma, Senin (31/8/2009) dinihari WIB, Roma harus mengakui keunggulan Juve yang punya dua pemain baru nan cemerlang, Diego dan Felipe Melo.
Sebetulnya, permainan Roma tidak terlalu buruk, apalagi di babak pertama. Terbukti, Giallorossi mampu mengimbangi dan skor 1-1 jadi kesimpulan 45 menit pertama pertandingan. Tapi kondisi sebaliknya terjadi di babak kedua. Roma mulai melemah dan Juve menghukum mereka dengan dua gol tambahan yang membuat Giallorossi masih nihil kemenangan di dua laga.
“Kami harus membangun kontinuitas. Kami bermain baik tetapi kami tidak cukup bagus secara fisik di fase-fase final pertandingan,” komentar Spalletti yang dikutip Goal. Walau kalah, Spalletti memberi pujian khusus untuk Daniele De Rossi yang mencetak gol tunggal Roma. Spalletti meminta pemain Il Lupi lainnya mencontoh determinasi De Rossi. “Benar, tak semua pemain memperlihatkan rasa lapar yang sama seperti De Rossi. (Jeremy) Menez dan (Francesco) Totti contohnya, lebih kreatif dan tidak selalu tampil bersemangat seperti De Rossi,” kata Spalletti.
Juventus Menang Tipis 1-0
August 28, 2009 by admin · Leave a Comment

TURIN Lagabola – Juventus yang digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar Scudetto tampil kurang menggigit di laga perdana. Menghadapi Chievo Verona mereka cuma bisa menang tipis 1-0, Senin (24/8/2009). Kelemahan Bianconeri nampak jelas pada penampilan mereka kali ini. Kurang padunya permainan dari lini perlini membuat alur serangan kerap nampak berantakan.
Sementara Chievo sendiri juga tidak bisa memanfaatkan situasi. Mereka selalu gagal membangun serangan, bahkan terlihat lebih sering di tekan pada pertandingan tersebut. Sejak awal Juve memang mampu mendominasi permainan. Kinerja gelandang anyar mereka Diego Ribas di lini jadi tumpuan utama serangan. Sedangkan untu urusan pertahanan, Juve menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kepada dua bek Timnas Italia Giorgio Chiellini serta pemain veteran Fabio Cannavaro.
Harapan akan hadirnya sebuah permainan memikat dari La Vecchia Signora sempat terbesit ketika mereka berhasil mencetak gol di menit ke-11. Sebuah umpan silang Diego ke muka gawang langsung disambar Vicenzo Iaquinta untuk menaklukan kiper Stefano Sorrentino dan mengubah skor menjadi 1-0. Tapi harap tinggalah harapan, gol itu juga menjadi satu-satu yang terjadi di Olimpico Turin. Walaupun terus menekan The Flying Donkey selama laga berjalan anak-anak asuh Ciro Ferrara tetap tidak mampu mencetak gol tambahan, begitu juga dengan Chievo. Kurang padunya organisi permainan Juve sekali lagi ditenggarai jadi penyebab utama kegagalan mereka untuk tampil maksimal dan mendulang lebih banyak gol.




