Avram Grant Akan Tinggalkan Pompey
May 21, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Portsmouth Laga Bola – Kemungkinan besar, Portsmouth akan mengarungi kompetisi di Divisi Championship tanpa ditemani pelatihnya dalam semusim terakhir, Avram Grant. Pria Israel itu baru saja memutuskan mundur dari jabatannya.
“Ini adalah salah satu keputusan tersulit yang pernah saya ambil sepanjang karir sepakbola saya. Setelah banyak menjalani pencarian jiwa dan atas pertimbangan lainnya saya mengambil jalan yang berbeda,” demikian Grant menyatakan pengunduran dirinya.
Grant mulai menjabat pelatih Pompey pada November 2009, menggantikan pelatih sebelumnya, Paul Hart. Di tengah masalah keuangan yang dialami klub, mantan bos Chelsea itu ternyata berhasil meloloskan David James dkk ke final Piala FA.
Malang buat klub tersebut, Chelsea yang harus ditantang di final terlalu kuat untuk ditaklukkan. Gelar juara akhirnya dibawa pulang The Blues setelah menang 1-0. Kegagalan tersebut seakan melengkapi musim pahit Portsmouth yang sebelumnya sudah dipastikan terdegradasi.
“Saya tak pernah bisa sepenuhnya membayar kepercayaan dan dukungan yang saya dapat dari fans, pemain dan staff yang memberikan 100%. Saya sepenuhnya mengucapkan terimakasih atas kesempatan dan perlakuan istimewa untuk menjadi bagian dari kota dan klub yang unik ini,” demikian pungkas Gran.
Memecahkan Rekor Tertinggi, Chelsea Siap Bikin 120 Gol Musim Depan
May 19, 2010 by Administrator · Leave a Comment
London Laga Bola – Keberhasilan memecahkan rekor gol tertinggi Liga Inggris belum bikin Chelsea puas. Didier Drogba mengaku timnya berhasrat mematahkan rekornya itu dengan mencetak 120 gol musim depan. Musim ini boleh dibilang musim yang luar biasa buat Chelsea. Setelah berhasil menggondol dua gelar; Liga Inggris dan Piala FA, keberhasilan itu terasa makin lengkap dengan sederet catatan fantastis yang dibuat The Blues.
Chelsea bukan hanya mampu mengalahkan empat tim Big Four yang jadi pesaing mereka. Tetapi penghuni Stamford Bridge ini juga berhasil menorehkan sejarah dengan membukukan 103 gol, yang tertinggi sepanjang sejarah Premiership. Chelsea mematahkan rekor 97 gol yang dibikin Manchester United satu dekade silam.
Hal itu agaknya tidak sulit dicapai buat skuad arahan Carlo Ancelotti itu. Berkaca pada musim ini, Chelsea tampil sangat produktif dengan beberapa kali membukukan kemenangan dengan skor besar.
“Ketika kami menemukan bentuk permainan kami, kami akan mudah mencetak enam atau tujuh gol gol (dalam satu pertandingan),” tutur pemain bernomor punggung 11 ini di Majalah Match of the Day yang dikutip Daily Mail.
“Tim rival kami mungkin hanya mengandalkan satu striker utama, tetapi kami bisa mencetak gol dari seluruh sisi lapangan. Frank Lampard bisa mencetak gol sebanyak seorang striker. Tahun depan kami akan menembus 120 gol,” yakin dia.
Drogba yang mencetak 29 gol di Liga Inggris berhak meraih gelar top skorer musim ini. Hal tersebut rupanya turut memotivasi dia untuk meraih prestasi yang sama di Piala Dunia 2010 bersama negaranya, Pantai Gading.
“Jika kami lolos dari fase grup, saya rasa kami memiliki sebuah kans yang sangat kuat. Sungguh penting bermain baik dalam timnas, tapi jika saya bisa memenangi sepatu emas Piala Dunia, itu akan menjadi sangat luar biasa,” demikian Drogba.
Chelsea Rengkuh Kemenangan, Didier Drogba Lega
May 16, 2010 by Administrator · Leave a Comment
LONDON Laga Bola – Bomber sekaligus topskor Premier League, Didier Drogba, tidak bisa menyembunyikan kelegaannya setelah Chelsea merengkuh kemenangan atas Portsmouth pada final FA Cup, Sabtu (15/5/2010). Satu pekan setelah memastikan diri sebagai jawara Premier League, anak-anak asuh Carlo Ancelotti bertekad mengukir sejarah dengan mempersembahkan double pertama bagi klub. Di atas kertas, The Blues jelas jauh lebih unggul. Apalagi, lawan John Terry cs ‘hanyalah’ klub degradasi Portsmouth, yang diarsiteki mantan pelatih Chelsea, Avram Grant.
Namun, Pompey -julukan Portsmouth- menampilkan perlawanan cukup sengit dan sempat membuat sang juara liga frustrasi. Terlebih, Chelsea harus merelakan beberapa peluang emas terbuang setelah bola membentur mistar gawang.
Beruntung, Chelsea akhirnya memastikan gelar ganda setelah tendangan bebas Drogba di menit 59 tidak mampu dibendung kiper David James, kendati sempat membentur tiang. Hal ini, diakui Drogba, sempat menimbulkan kecemasan di kubu Roman Emperor.
“Kami mulai berpikir jika kami tidak akan mencetak skor. Tapi, kami berhasil menciptakan sejumlah peluang di babak pertama. Artinya, kami mampu melakukan hal serupa di babak kedua,” ungkap striker Pantai Gading seperti dikutip Goal, Minggu (16/5/2010).
Kapten John Terry langsung melontarkan pujian kepada Drogba, yang pekan lalu mencetak hattrick ke gawang Wigan Athletic dalam kemenangan besar The Blues (8-0). Namun, JT -panggilan Terry- juga tidak lupa menyematkan pujian khusus kepada kiper Petr Cech yang mementahkan penalti Kevin-Prince Boateng, beberapa menit sebelum gol Drogba.
“Luar biasa, penyelamatan yang gemilang. Saya selalu tahu dia (Cech) kiper yang hebat. Selain itu, Didier juga melesakkan tendangan bebas yang hebat. Gol luar biasa dari Didier,” puji mantan kapten Timnas Inggris kepada ITV.
Keajaiban Untuk Portsmouth
April 12, 2010 by Administrator · 1 Comment
London Laga Bola – Tak punya uang, dilanda cedera pemain, dan telah dipastikan terdegrasi dari Premiership di akhir musim, Portsmouth seperti memperoleh sekaligus menciptakan keajaiban dengan lolos ke babak final Piala FA. Portsmouth adalah klub paling mengenaskan saat ini lantaran terlilit utang sekitar 70 juta poundsterling, atau lebih dari Rp 970 miliar. Krisis keuangan itu membuat mereka tak bisa membayar gaji para pemainnya.
Efek terbesar krisis itu adalah Portsmouth terkena sanksi administrasi dari otoritas Liga Inggris di bulan Februari, dan mereka dipotong angkanya di klasemen sebanyak sembilan poin. Itu membuat mereka tak mungkin beranjak dari zona degradasi sampai musim ini berakhir. Portsmouth tampil menghadapi Tottenham Hotspur di semifinal Piala FA hari Minggu (11/4/2010), dengan ketiadaan uang untuk para pemainnya, serta sederet punggawanya cedera. Tapi yang terjadi kemudian menjadi mengharukan: mereka menang 2-0 lewat extra time dan lolos ke final.
Manajer Avram Grant “ditetapkan” sebagai sosok kunci keberhasilan tersebut. Sebagai seorang pimpinan, ia dinilai mampu membangun semangat di dalam diri para pemainnya sehingga tetap tampil seperti tidak ada apa-apa di luar lapangan.
“Apa yang telah terjadi di musim ini, dan banyak pemain cedera pula dalam beberapa minggu terakhir ini … melihat anak-anak mengerahkan segalanya dan pantang menyerah, ini adalah sebuah cerita yang gila,” tutur Grant usai pertandingan, dikutip Reuters.
“Kami sekarang hidup untuk sehari-hari, dan meski demikian kami bisa mencapai final. Kami memutuskan untuk tetap berjuang, tapi ini tidaklah mudah. Datang setiap hari untuk bekerja dan tidak tahu apa selanjutnya.”
Portsmouth menjadi klub pertama yang mencapai final Piala FA di musim yang sama setelah dipastikan terdegradasi, setelah Middlesbrough seperti itu di tahun 1997. Pompey akan memainkan final keduanya dalam tiga tahun, setelah mengalahkan Cardiff City dan memenangi turnamen ini di tahun 2008.
“Musim ini meringkaskan sebuah cerita tentang emosi apa saja yang bisa anda miliki sebagai seorang pemain bola, dan hari ini sungguh luar biasa,” ujar kiper David James.
Di final 15 Mei Portsmouth akan menghadapi Chelsea, klub yang memecat Grant setelah kalah dari Manchester United di final Liga Champions 2008 lewat adu penalti.
“Kalau kami bisa menang hari ini, dengan semua masalah yang ada ini, itu berarti apapun bisa terjadi. Tak bisa dipercaya. Saya takkan melupakan ini sepanjang hidupku. Pencapaian ini untuk fans dan para pemain. Mereka pantas mendapatkannya,” pungkas Grant.
‘Ketajaman’ OG di MU Kalah dari Rooney
February 8, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Jakarta Laga Bola – Dilihat dari kontribusi golnya, Wayne Rooney adalah andalan yang paling diutamakan Manchester United di Liga Primer musim ini. Keunikanya, tepat di belakang Rooney ada “sosok” lain yang bahkan lebih tajam dari Dimitar Berbatov. Total sudah 21 kali Rooney menjebol gawang klub-klub Premiership musim ini. Jumlah itu bukan hanya yang terbanyak di Liga Primer, tapi juga di MU.
Gol terbaru penyerang Inggris tersebut dibuat ketika MU menghantam Portsmouth 5-0 akhir pekan lalu. Rooney membuka pesta gol itu sebelum empat gol lain lahir.
Meski ‘Setan Merah’ menang lima gol tanpa balas atas Pompey, di atas kertas hanya dua orang pemain MU saja yang bikin gol: Rooney dan Dimitar Berbatov. Tiga lainnya tercatat sebagai gol bunuh diri pemain Pompey.
Jumlah tiga gol bunuh diri dalam sebuah laga Liga Primer tersebut dicatat The Sun sebagai sebuah hal yang kali pertama terjadi semenjak tujuh tahun terakhir.
Hal serupa sebelumnya hadir pada Februari 2003 ketika pemain Sunderland tiga kali menyarangkan bola ke gawang sendiri, dalam kemenangan 3-1 untuk Charlton.
Untuk MU, tambahan tiga “gol bunuh diri” dari para pemain Pompey itu membuat mereka musim ini sudah sembilan kali diuntungkan dengan kekeliruan lawan mengirim si kulit bundar ke gawang sendiri. Jumlah tadi sekaligus menjadi yang terbanyak di antara tim-tim Liga Primer lainnya.
Jumlah sembilan “gol bunuh diri” alias Own Goals (OG) untuk MU itu sendiri adalah topskorer kedua Red Devils, di bawah Rooney dan di atas Berbatov (delapan gol).




