Jose Mourinho Masih Tetap Positif

December 12, 2011 by blake · Leave a Comment 

Kalah dari Barca menjadi satu pukulan telak buat Jose Mourinho dalam perjalanannya menukangi Real Madrid musim ini. Meskipun demikian, Mourinho menegaskan bahwa motivasinya masih dan akan tetap tinggi. Sebelum laga el clasico kontra Barca, Mourinho tengah menikmati masa-masa indah bersama Madrid. Dia memimpin Los Merengues meraih 15 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Tapi, masa-masa indah itu berakhir setelah Barca mempecundangi Madrid 3-1 di Santiago Bernabeu. Mourinho mencoba untuk tetap berpikir positif setelah kekalahan tersebut. Pria asal Portugal ini menegaskan bahwa semuanya masih baik-baik saja.

Cedera, Ronaldo Menyesal Tak Bela Portugal

March 23, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola - Pundit boleh menduga-duga cedera Cristiano Ronaldo menjelang laga persahabatan Portugal vs Chile dan Finlandia, hanya akal-akalan Real Madrid untuk mengamankan pilarnya.Toh soal ini Ronaldo mengaku menyesal tidak bisa turun.

Sebelumnya Madrid memastikan bahwa Ronaldo harus absen selama dua atau tiga pekan karena cedera hamstring ketika menang melawan Atletico Madrid pekan lalu.

Selain dipastikan absen saat menghadapi Chile dan Finlandia, di La Liga, Ronaldo juga dikhawatirkan absen saat Madrid menghadapi Sporting Gijon. Jika tidak ada aral melintang, pemain berjuluk CR7 ini baru bisa kembali ke lapangan hijau saat leg pertama perempat final Liga Champions 5 April mendatang.

”Secara fisik, kondisi saya sedang tidak bagus,” ujar Ronaldo.

Di Madrid, tidak bisa dipungkiri Ronaldo merupakan tulang punggung Jose Mourinho untuk memboyong tiga poin di setiap pertandingan. Tidak berlebihan, memang, mengingat hingga saat ini eks striker Manchester United ini menorehkan 27 gol, sejajar dengan penyerang Barca, Lionel Messi, sebagai top skor sementara La Liga.

“Saya ingin pulih 100 persen. Mengalami cedera membuat saya sangat khawatir, dan saya tidak ingin itu berdampak secara psikologi pada diri saya,” katanya.”Saya ingin bermain di dua laga persahabatan untuk Portugal, tapi saya tidak bisa.”

Sementara itu kompatriot Ronaldo di Madrid, Ricardo Carvalho yang sebelumnya cedera, kini dinyatakan telah pulih dan siap memperkuat Selecao Das Quinas.

Fergie Angkat Bicara Soal CR7 dan Nani

February 19, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Dua tahun setelah kepindahan Cristiano Ronaldo, Nani mulai bisa lepas dari bayang-bayang rekan senegaranya itu. Padahal dalam beberapa hal, Sir Alex Ferguson yakin kalau Nani justru bisa lebih baik.

Sama-sama berasal dari Portugal, Nani diharapkan bisa mengisi tempat yang ditinggalkan Ronaldo sepeninggal dia ke Real Madrid. Peran Nani sejauh ini mungkin belum sekrusial CR7 saat masih di Old Trafford, namun dia perlahan mulai menunjukkan kemampuannya.

Jumlah 10 gol yang sudah dibuat Nani musim ini seakan membuktikan hal tersebut. Sir Alex Ferguson, yang menolak membandingkan CR7 dengan Nani, juga mengaku puas dengan performa pemain yang didatangkan dari Sporting Lisbon itu.

Meski Nani belum semengkilap Ronaldo, Fregie menilai kalau Nani punya beberapa kelebihan dibanding CR7.

“Ronaldo luar biasa. Dia salah satu yang terbaik sepanjang masa. Tapi dia (Ronaldo) butuh waktu untuk bisa menyatu dan berkembang dengan permainan Inggris. Nani bisa lebih cepat dalam hal itu,” sahut Fergie di ESPNStar.

“Saya tak perlu membesarkan kemajuan yang dia (Nani) dapat, dia konsisten sepanjang musim. Dia seorang pemenang yang mengkreasikan dan mencetak gol. Dia melepaskan tujuh tembakan ke (Manchester) City dan itu jumlah yang banyak untuk seorang winger, apalagi di pertandingan besar,” sambung Fergie.

Satu hal yang disanjung Fergie dari Nani adalah sikap dewasa yang dia miliki. Selain itu, di atas lapangan Nani tetap jadi sosok yang berbahaya buat semua lawan.

“Dia sudah menunjukkan kedewasaan sekarang. Setiap saat dia mendekati kotak (penalti) Anda berpikir kalau sesuatu akan terjadi. Saat Anda bisa mendapatkan itu, maka Anda adalah pemain hebat,” tuntas Fergie.

Ronaldo Kembali Dengan Identitasnya CR7?

July 28, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Cristiano Ronaldo sekian lama lekat dengan nomor punggung 7. Setelah semusim mengenakan nomor punggung 9, inikah saatnya Ronaldo mengembalikan identitasnya jadi CR7? Ronaldo mengenakan nomor 7 kala memperkuat Manchester United selepas pindah dari Sporting Lisbon tahun 2003. Ronaldo diberi nomor 7 karena pemilik sebelumnya, David Beckham, hijrah ke Real Madrid.

Di Old Trafford itulah Ronaldo menancapkan brand CR7. Tiga gelar Liga Inggris, satu gelar Liga Champions, satu Piala FA dan satu Piala Dunia Antarklub membuat nama CR7 harum. Selain itu, nama Ronaldo sebagai individu juga turut mencuat. Top skorer Liga Inggris, Sepatu Emas Eropa, Pemain Terbaik Eropa dan Pemain Terbaik Dunia adalah raihan pemuda kelahiran 5 Februari 1985 itu.

Namun kisah manis Ronaldo bersama MU diakhiri tahun 2009 lalu. Dengan transfer senilai 80 juta poundsterling, angka yang membuatnya jadi pemain termahal dunia, Ronaldo pindah ke Real Madrid. Di Madrid, Ronaldo tidak bisa memakai nomor 7 karena nomor itu adalah milik Raul Gonzalez, sang pangeran Madrid. Ronaldo pun memilih nomor 9 dan mengubah imejnya jadi CR9.

Semusim pertama, raihan Ronaldo tidaklah buruk–setidaknya dari sisi individu. Meski Madrid gagal memetik satu pun gelar, torehan 26 gol dari 29 laga masuk kategori sangat bagus. Musim ini, empunya nomor 7 Madrid, Raul, sudah dipastikan pergi. Kabar bahwa Ronaldo akan menanggalkan nomor punggung 9 dan kembali ke brand lamanya, CR7, pun mulai mencuat.

Kabar tersebut bukan tanpa alasan. Selain keyakinan bahwa nomor 7 merupakan nomor keberuntungan Ronaldo, pemain yang baru saja menjadi ayah itu pun masih mempertahankan nomor 7 di timnas Portugal.

Apakah Ronaldo bakal memakai nomor 7 atau tidak? Kita tunggu saja.

Gagal Mencetak Gol, Lampard Tetap Ingin Menjadi Eksekutor

May 18, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

London Laga Bola – Kegagalan mengeksekusi penalti di final Piala FA tak menghilangkan hasrat Frank Lampard menjadi eksekutor penalti timnas Inggris di Piala Dunia 2010. Ia berjanji akan meningkatkan skill-nya. Lampard menyia-nyiakan peluang mencetak gol tambahan lewat titik 12 pas buat Chelsea saat melawan Portsmouth di final Piala FA, akhir pekan lalu. Beruntung gol tunggal yang dibuat Dider Drogba di menit ke-59 tidak mendapat balasan dari lawan hingga akhir laga dan memastikan kemenangan buat The Blues.

Lampard memang kecewa atas kegagalannya itu. Namun pesepakbola 31 tahun tersebut berusaha untuk mengusir rasa bersalahnya itu. Bahkan ia mengaku ingin untuk berlatih tendangan penalti lebih keras. Apalagi Lampard dibayangi dosa empat tahun lalu di mana dia menjadi salah satu dari tiga pemain yang gagal mengeksekusi penalti sehingga Three Lions disingkirkan Portugal.

“Saya gagal di final FA dan itu menggelayuti benak saya walau sebentar. Memang itu adalah penalti yang mengecewakan,” aku gelandang internasional Inggris itu.

“Hal itu tidak menghentikan saya. Saya cukup besar untuk bangkit. Sesungguhnya kejadian itu berdampak cukup bagus buat saya, karena peristiwa semacam itu membuat saya memperhatikannya. “

“Ketika saya membela Inggris saya akan berlatih dengan hal itu (penalti). Terkadang Anda membutuhkan sebuah hal kecil yang bisa membuat Anda ingat soal apa yang Anda harus lakukan,” tutup pemilik 77 caps bersama Inggris tersebut.

Jebol Gawang Brasil, Deco Takkan Ragu Lagi

April 6, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Lisbon Laga Bola - Deco lahir di Brasil kendati kini membela Portugal. Maka laga kedua negara itu akan jadi peristiwa khusus, meski Deco takkan ragu kembali menjebol gawang timnas Tanah Airnya sendiri. Brasil dan Portugal akan berjumpa di Durban pada 25 Juni depan dalam duel Grup G Piala Dunia 2010. Untuk Deco, laga itu dia jamin tak bakal menghadirkan dilema di hatinya.

“Partai itu akan jadi spesial karena aku adalah orang Brasil. Aku memilih bermain untuk Portugal dan bakal mempertahankannya sampai akhir. Saat aku mengambil keputusan, aku tahu partai semacam ini akan muncul,” kata Deco kepada A Bola yang dikutip Reuters.

Deco lahir di Sao Bernardo do Campo, Brasil, 32 tahun lalu. Di negara tersebut, dia memulai karir sepakbola bersama klub Corinthians sebelum kemudian hijrah ke Portugal untuk bernaung di bawah panji Benfica pada tahun 1997. Nama Deco mulai meroket di Porto yang dia bela dari tahun 1999 sampai 2004. Di klub inilah salah satu keputusan terbesar dalam karir sepakbolanya dia ambil.

Enam tahun tinggal di Portugal, Deco mendapat kewarganegaraan negara itu pada tahun 2002. Mengingat belum pernah dipanggil timnas Brasil, Deco pun berkesempatan membela timnas Portugal. Dia dipanggil timnas Portugal di tahun 2003 dan Deco pun memenuhi panggilan ini.

Partai pertama Deco membela Portugal uniknya adalah untuk menghadapi Brasil, negara tempat dia lahir. Di laga ini Deco membuat gol dari sebuah tendangan bebas untuk menundukkan Brasil 2-1. Ini adalah kemenangan pertama Portugal atas Brasil sejak Piala Dunia 1966. Semenjak saat itu, Deco kini sudah mengumpulkan 71 caps untuk Portugal, seraya membuat lima gol. Pundi golnya berpeluang dia tambah di Afrika Selatan, termasuk saat Portugal berjumpa lagi dengan Brasil.

“Jika nanti aku bikin gol, tak bakal ada orang Brasil yang akan melihatnya sebagai pengkhianatan terhadap negara di tempat aku lahir,” ceplos Deco.