Soal Sanksi, PSSI Masih Menunggu Keputusan dari FIFA
March 2, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Sebelumnya Direktur Hubungan Luar Negeri PSSI Dali Tahir menyatakan Indonesia lolos dari sanksi FIFA terkait kisruh di persepakbolaan nasional saat ini. Namun itu langsung dibantah Sekjen PSSI Nugraha Besoes karena ternyata masih menunggu keputusan FIFA.
“Kita masih menunggu keputusan resmi dari FIFA,” ungkap Nugraha, Rabu (2/3) siang.
Lebih lanjut Nugraha menyatakan komite-komite tetap FIFA pada pekan ini memang tengah melakukan sejumlah pertemuan, yang bertepatan dengan berlangsungnya Rapat Komite Eksekutif (EXCO) FIFA pada 2 dan 3 Maret di Zurich.
Namun bukan berarti keputusan memang langsung didapat dari rapat Komite Asosiasi yang dihelat kemarin.
“Bisa saja rekomendasi atau hasil dari sidang-sidang komite tetap itu dibawa lebih dulu ke Rapat Exco, untuk kemudian diputuskan,” tegas Nugraha lagi.
Hal itu pun lantas juga menganulir pernyatan PSSI sebelumnya yang bilang jika FIFA melalui rapat Komite Asosiasi yang diadakan kemarin, telah memutuskan agar PSSI paling lambat menggelar kongres akhir Juli mendatang.
“FIFA meminta PSSI agar menggelar Kongres Pemilihan atau Kongres Luar Biasa selambat-lambatnya 18 pekan kedepan. Dengan demikian, PSSI diperkirakan sudah harus melaksanakan Kongres untuk pemilihan ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota Excecutive Committee (Exco) kepengurusan 2011-2015 tersebut pada akhir Juli 2011,” demikian pengumuman yang disampaikan PSSI sebelumnya.
“Dalam pertemuan saya dengan Sekjen FIFA Jerome Valcke Senin sore lalu masalah sanksi itu memang tidak disebut-sebut olehnya. Hal itu sekaligus membuktikan bahwa FIFA masih memberikan dukungannya kepada kita, sehingga masalah sanksi untuk kita tidak dibahas pada sidang Komite Asosiasi tersebut,” jelas Dali Tahir sebelumnya terkait soal sanksi FIFA karena adanya kekisruhan di PSSI menyusul intervensi pemerintah.
Di Senayan, Para Suporter Tetap Beraksi
March 1, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola - Hingga kini suporter terus menggelar aksi demonstrasi yang dipusatkan di markas PSSI di kompleks Stadion Gelora Bung Karno. Siang ini ratusan dari mereka juga melakukannya. Saat berita ini diturunkan, sekitar 500 suporter dari berbagai kelompok suporter sedang melakukan orasi menentang rezim Nurdin Halid. Mereka masih tertahan di luar pagar Pintu XI karena belum diizinkan masuk oleh pihak kepolisian.
Sebagian suporter mengenakan atribut klubnya seperti The Jakmania, Boromania, Aremania, dan lain-lain, sebagian memakai kaus berwarna merah dengan ikat kepala bertuliskan “Bekukan PSSI”.
Dari berbagai poster dan spanduk, salah satu spanduk ukuran besar 2 X 3 meter bertuliskan “Nurdin Nirwan Nugraha Penjahat Sepakbola”.
Dalam orasinya, seorang suporter menyerukan supaya PSSI segera menyerahkan mandat ke pemerintah. Menurutnya, hal itu bukanlah bentuk intervensi, melainkan upaya pemerintah untuk menyelamatkan PSSI yang sudah carut marut di bawah rezim Nurdin Halid.
Di Gedung DPR/MPR, Nurdin dan jajarannya sedang melakukan dengar pendapat dengan Komisi X, setelah kemarin Menpora Andi Mallarangeng. Hari ini Komisi X juga dijadwalkan bertemu dengan penyelenggara kompetisi Liga Primer Indonesia.
“Jangan Mau Kalah dengan Malaysia”
December 28, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kekalahan Timnas Indonesia saat laga final AFF 2010, ternyata tetap menumbuhkan rasa patriotisme di masyarakat. Tidak terkecuali dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Saat membuka diskusi di Mega Institute pada Selasa (28/12/2010), putri proklamator itu tetap memberi semangat kepada pasukan merah putih untuk melawan Malaysia di leg kedua.
“Ini kan lagi demam bola. Saya juga berharap, siapa sih yang tidak berharap (kemenangan). Saat itu, cucu saya bilang waktu (Indonesia) kalah. Dia mengatakan kita tidak boleh menyerah. Saya balas, pantang mundur, Garuda di dadaku!,” kata Mega.
“Cucu saya sendiri yang berumur 8 tahun juga bersemangat dengan Timnas. Timnas Jangan Pantang Mundur, Jangan Mau Kalah Sama Malaysia kata cucu saya,” timpalnya.
Oleh karena itu, kekalahan di Bukit Jalil bukan berarti kiamat bagi punggawa Garuda. “Garuda harus di dadaku,” paparnya.
Sekadar informasi, dalam pertandingan di Bukit Jalil, Malaysia pada Minggu 26 Desember, punggawa Indonesia harus takluk 0-3 dari Timnas Malaysia. Namun permainan di sarang Malaysia diwarnai dengan tindakan tidak supportif penonton Malaysia.
Sejak awal pertandingan, sinar laser diarahkan kepada mata sejumlah pemain Timnas Indonesia. Bahkan pada menit ke 68, pertandingan sempat dihentikan karena ulah para suporter.
Hukuman FIFA untuk Timnas Mesir
May 19, 2010 by Administrator · Leave a Comment
ZURICH Laga Bola – FIFA secara resmi melayangkan hukuman bagi Timnas Mesir. Skuad Negeri Piramid terpaksa menanggalkan dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia (PD) 2014. Demikian seperti dilaporkan surat kabar Washington Post, Rabu (19/5/2010).
Kemarin (waktu setempat) di markasnya, Zurich, Swiss, FIFA mengumumkan larangan bagi Mesir menggelar dua laga perdana kualifikasi PD 2014 di ibukota Kairo. Hal ini terkait dengan insiden penyerangan terhadap rombongan Timnas Aljazair, November 2009 lalu.
Diberitakan, rombongan mendarat di bandara Kairo dan melanjutkan perjalanan ke stadion dengan bus. Tak terduga, para suporter tuan rumah melemparkan batu hingga jendela bus pecah. Beberapa ofisial terkena lemparan dan mengalami luka-luka.
“Jendela bus hancur dan empat anggota rombongan Aljazair, termasuk tiga pemain, mengalami luka-luka. Keamanan di Stadion Internasional Kairo, yang saat itu terdiri dari 75 ribu pasukan, ternyata tidak menjamin,” demikian klarifikasi FIFA, melalui pernyataan di situs resminya.
Meski mengalami penyerangan, namun tak menyurutkan semangat para punggawa Aljazair yang akhirnya menaklukkan tuan rumah 1-0. The Desert Foxes pun lolos ke putaran final PD 2010 dan berada di Grup C bersama Inggris, Amerika Serikat dan Slovenia.
Arek Arek Bonek Maki Pemain Dan Ofisial Persebaya
February 10, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Surabaya Laga Bola – Tidak puas dengan hasil buruk yang diraih Persebaya Surabaya membuat puluhan suporter Bonek Mania kesal. Mereka mencaci para pemain dan official saat masuk ke dalam Wisma Eri Irianto (Mess Persebaya).
“Danur bangsat, buang Taka. Danurwindo goblok, Danurwindo bangsat dibuang saja,” yel-yel para bonek kepada pemain serta official di depan Mess Eri Irianto.
Sementara itu, salah satu suporter Wawan (25) warga Ngagel, Jaya Utara mengungkapkan jika dirinya sangat kecewa dengan prestasi tim kesayangannya dibawah asuhan Danurwindo. Kekecewaan tersebut dilontarkan setelah Persebaya takluk 0-2 dari tamunya, Sriwijaya FC.
“Kita sudah berkorban banyak, tapi sekarang malah ancur prestasinya. Buat apa mempertahankan pelatih dan pemain Takatoshi Ucida yang goblok. Apa tim ini mau dibawa ke jurang degradasi,” katanya sambil mengerutkan dahi.
Tampak puluhan petugas kepolisian bersiaga di depan gerbang dan memagar betis para suporter yang berjalan keluar stadion menuju mess. Bahkan pemain belakang Persebaya Takathosi Ucida tampak mengapitkan kedua tangannya seolah ingin meminta maaf kepada suporter.
Arema Datangkan Pelatih Asing
September 12, 2009 by Administrator · 1 Comment
Malang Lagabola – Manajemen Arema Malang secara resmi melakukan penandatangan kontrak dengan Robert Rene Alberts, yang dipilih untuk mengarsiteki ‘Singo Edan’ menghadapi kompetisi musim mendatang. Alberts dikontrak selama satu musim dengan target membawa Arema finish empat besar di Indonesia Super League (ISL) 2009/ empat besar Indonesia Super Liga (ISL) musim 2009/2010.
“Saya senang dengan kontrak ini, dan tak perlu membicarakan besar nilainya,” kata pria asal Belanda ini kepada wartawan selesai penandatangan kontrak di Kantor Arema Malang Jalan Panderman, Kota Malang, Jumat (11/9/2009) siang. Terkait target tersebut, Roberts memberi catatan kepada manajemen yaitu komposisi pemain harus dibenahi. Merekrut pemain-pemain berkualitas menjadi syarat yang lumrah. Misalnya adalah mencari tandem berbobot untuk penyerang Singapura yang baru digaet ke Malang, Noh Alam Shah.
“Harus ada dua striker haus gol, dan dapat dipadukan dengan Alam Shah. Saat ini kami masih mencari dan kalau perlu juga yang pernah bermain dengan Alam Shah seperti Baihakki Khaizan,” tuturnya dalam bahasa Inggris.
Robert menambahkan, saat ini dari 14 pemain lokal dimiliki oleh Arema, hanya enam yang mempunyai pengalaman memadai. Dia mengharapkan pemain lain dapat profesional guna mengimbangi komposisi tim. Selain mencari striker, Robert juga telah memberikan ilustrasi pada managemen untuk meminang pemain belakang. “Butuh pemain bukan hanya yang punya skill baik di lapangan, tapi juga harus punya respek bagus kepada tim, managemen, serta suporter,” imbuh mantan pelatih timnas Korea Selatan U-17 itu. Secara terpisah asisten manager Arema, M. Taufan, mengatakan, Robert telah memberikan gambaran komposisi tim yang bagus untuk musim depan. Tugas managemen adalah menggodok para calon pemain yang bakal dikontrak.
“Robert memberikan apresiasi penuh kepada managemen dalam mencari pemain. Dan semua kembali kepada managemen,” jelasnya.
Liverpool Samai Manchester United
September 12, 2009 by Administrator · Leave a Comment
Liverpool Lagabola – Rivalitas antara Liverpool dan Manchester United tampaknya akan semakin panas, setelah musim depan The Reds dipastikan punya sponsor baru yang nilainya menyamai kontrak Aon dengan The Red Devils. Seperti dilansir dari The Times, Standard Chartered, sebuah perusahaan perbankan internasional yang berbasis di London, akan terpasang di kaos Liverpool mulai musim 2010/11. Kerjasama akan berlangsung selama empat musim.
Ada pun musim 2009/10 menjadi musim terakhir Carlsberg setelah mensponsori armada Anfield tersebut selama 17 tahun, yang jadi rekor sponsorship terlama dalam dunia olahraga. Diberitakan lanjut, nilai kerjasama antara Liverpool dengan Standard Chartered selama kurun waktu itu adalah 80 juta poundsterling, yang berarti setiap musimnya Steven Gerrard dkk bakal menerima sekitar 20 juta poundsterling atau 330 miliar rupiah. Sebuah harga yang identik dengan kerjasama Aon dan MU bulan Juni lalu sekaligus juga jadi rekor deal sponsor terbesar di dunia.
Sebelumnya Calsberg hanya mendonasi Liverpool sebesar 7,2 juta poundsterling atau sekitar 120 miliar rupiah semusimnya. Sebuah jumlah yang kecil dibanding kesepakatan yang baru saja terjadi dengan Standard Chartered.
Pemilik klub, Tom Hicks dan George Gillets, dalam setahun terakhir memang dalam tekanan berat dari para Liverpudlians karena sejak mengambil alih pada tahun 2007, duo taipan Amerika Serikat itu kurang gencar dalam mencari sponsor baru dan malah meninggalkan utang bagi klub tersebut. Kini setidaknya Gillet pun mampu tersenyum lebar karena akhirnya mampu memberikan yang terbaik juga baik para suporter dan khususnya manajer Rafael Benitez dan pemainnya. Benitez pun diprediksi musim depan akan mudah untuk meminta dana besar guna merekrut pemain dengan nama tenar untuk memperkuat skuadnya.
“Aku pikir orang-orang akan puas dan terkejut. Ini akan jadi salah satu perusahaan dunia terhebat (Standard Chartered). Dan aku pikir ini akan jadi sponsor yang orang-orang suka dan terkejut bisa bekerja sama dengannya,” ungkap Gillet puas seraya memberitahu kalau penandatanganan kontrak dan pengumuman resmi akan dilakukan secepatnya.




