“Bola Emas untuk Xavi”

January 4, 2011 by Administrator · Leave a Comment 

Laga Bola – Tiga pemain Barcelona menjadi kandidat peraih pemain terbaik di dunia tahun 2010. Menurut Johan Cruyff, Xavi adalah pemain yang paling pantas mendapatkan penghargaan tersebut. Lionel Messi, Andres Iniesta dan Xavi saling bersaing mendapatkan penghargaan FIFA Ballon d’Or. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 10 Januari mendatang di Zurich, Swiss.

Trio Barca tersebut memang memiliki kelebihan masing-masing. Namun di mata Cruyff, Xavi adalah pemain yang pantas memperoleh predikat terbaik itu karena perannya yang krusial. Xavi juga baru saja menyamai rekor penampilan legenda Azulgrana Migueli sebanyak 549 kali ketika bermain menghadapi Levante akhir pekan lalu. Angka itu masih menjadi rekor penampilan terbanyak yang dipegang seorang pemain Barca sampai saat ini.

Dengan usianya yang masih 30 tahun, Xavi bakal mampu memperbaiki rekor itu dan bukan tidak mungkin kelak ia akan mencatatkan diri sebagai pemain yang paling banyak tampil untuk Barca.

“Ketiga finalis dari satu tim yang sama, yang membuat jelas bagaimana bagusnya kolektivas tim tersebut di permainan mereka,” tulis Cruyff dalam kolomnya di El Periodico de Catalunya yang dilansir ESPN Star.

“Untuk kualitas individu, Lionel Messi pantas mendapatkannya. Untuk kontrol bola dan akselerasi, Iniesta harusnya menjadi pemenang. Tapi untuk performa konsisten sebagai dirijen dan rekor, Xavi yang pantas,” sambung peraih Ballon d’Or tiga kali itu.

“Untuk membuat Barcelona bekerja dengan baik mereka butuh dirijen. Saya saya memilih Xavi karena mampu mengontrol ritme permainan. Messi punya Piala Dunia yang lemah, sedangkan Iniesta sempat beberapa kali absen namun Xavi terus bermain,”lugas mantan pelatih Barca tersebut.

Serbia Jinakkan Kamerun, Italia Ditahan Swiss

June 6, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

Jenewa Laga Bola – Italia hanya bisa bermain imbang 1-1 dalam laga ujicoba lawan Swiss. Di partai ujicoba lainnya, Kamerun bertekuk lutut 3-4 saat menghadapi Serbia.

Dijamu Swiss di Stade de Geneve, Jenewa, Minggu (6/5/2010) dinihari WIB, Italia memainkan Andrea Cossu sedari menit awal. Gelandang Cagliari itu adalah pemain cadangan Italia yang disiagakan Marcello Lippi jika Mauro Camoranesi tak pulih pada waktunya.

Tuan rumah yang didukung penuh fans tuan rumah unggul lebih dulu pada menit 10 lewat pemain yang mencari nafkah di Seri A Italia, Gokhan Inler. Dari jarak 20 meter ke arah gawang, pemain klub Udinese itu menjebol gawang Federico Marchetti.

Keunggulan Swiss hanya bertahan lima menit. Fabio Quagliarella, yang mengejutkan banyak kalangan setelah dipanggil untuk Piala Dunia, menanduk bola di tiang jauh untuk menyamakan skor.

Skor 1-1 bertahan sampai laga tuntas dan kedua tim kini harap-harap cemas karena sama-sama punya pemain yang kondisinya mengkhawatirkan usai pertandingan. Di kubu Swiss ada Valon Behrami yang sempat terlihat pincang sedangkan Angelo Palombo dari Italia juga terlihat menahan sakit.

Beralih ke Crvena Zvezda Stadium, Serbia, tuan rumah berhasil menundukkan Kamerun. ‘Singa Perkasa’ unggul cepat saat laga baru berjalan lima menit, sebelum disamakan oleh Milos Krasic pada menit 16.

Kamerun unggul lagi empat menit berselang, hanya untuk disamakan lagi oleh Serbia pada menit 25, kali ini lewat Dejan Stankovic. Serbia berbalik unggul 3-1 lewat penalti Nenad Milijas semenit jelang jeda.

Marko Pantelic membuat keunggulan Serbia kian besar di menit ke-45 sebelum akhirnya Eric Maxim Choupo-Moting memperkecil kekalahan Kamerun jadi 3-4 pada menit 67.

Hukuman FIFA untuk Timnas Mesir

May 19, 2010 by Administrator · Leave a Comment 

ZURICH Laga Bola – FIFA secara resmi melayangkan hukuman bagi Timnas Mesir. Skuad Negeri Piramid terpaksa menanggalkan dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia (PD) 2014. Demikian seperti dilaporkan surat kabar Washington Post, Rabu (19/5/2010).

Kemarin (waktu setempat) di markasnya, Zurich, Swiss, FIFA mengumumkan larangan bagi Mesir menggelar dua laga perdana kualifikasi PD 2014 di ibukota Kairo. Hal ini terkait dengan insiden penyerangan terhadap rombongan Timnas Aljazair, November 2009 lalu.

Diberitakan, rombongan mendarat di bandara Kairo dan melanjutkan perjalanan ke stadion dengan bus. Tak terduga, para suporter tuan rumah melemparkan batu hingga jendela bus pecah. Beberapa ofisial terkena lemparan dan mengalami luka-luka.

“Jendela bus hancur dan empat anggota rombongan Aljazair, termasuk tiga pemain, mengalami luka-luka. Keamanan di Stadion Internasional Kairo, yang saat itu terdiri dari 75 ribu pasukan, ternyata tidak menjamin,” demikian klarifikasi FIFA, melalui pernyataan di situs resminya.

Meski mengalami penyerangan, namun tak menyurutkan semangat para punggawa Aljazair yang akhirnya menaklukkan tuan rumah 1-0. The Desert Foxes pun lolos ke putaran final PD 2010 dan berada di Grup C bersama Inggris, Amerika Serikat dan Slovenia.