timnas indonesia

Irfan Tunggu Panggilan dari Riedl

Laga Bola – Irfan Bachdim masih memimpikan kembali berseragam timnas Indonesia dan berharap pelatih timnas Alfred Riedl segera memanggilnya. Masih melakukan latihan terpisah dengan Persema karena cedera, Irfan Bachdim nampak bekerja keras mengembalikan kondisi tubuhnya hingga fit.

Terkait dengan keputusan KONI yang memastikan dirinya, bersama rekan satu timnya Kim Jefrey Kurniawan dan Andik Vermansyah (Persebaya 1927), bisa memperkuat timnas kembali, Irfan sangat menyambut baik.

Nama Irfan Bachdim dan sejumlah pemain Liga Primer Indonesia yang berpotensi masuk skuad Timnas dicoret pelatih Alfred Riedl dengan alasan mereka tidak akan diizinkan FIFA karena tidak tergabung dalam klub yang diakui FIFA.

Setelah pemerintah menyatakan PSSI pimpinan Nurdin Halid dibekukan pemerintah dan tidak lagi diakui FIFA yang akhirnya membentuk Komite Normalisasi, wacana untuk memasukan nama para pemain LPI dalam seleksi timnas mencuat. Namun yang menjadi persoalan, pihak Badan Tim Nasional mewacanakan para pemain itu ditampung dulu di klub ISL, sementara hal ini ditentang pihak klub di LPI.

Sementara itu, menanggapi pembekuan struktur PSSI dan pembentukan Komite Normalisasi, pelatih Persema Timo Schunemann berharap kisruh di PSSI segera diselesaikan tanpa ada kompromi politik dan benar-benar terjadi perubahan positif.

Timnas Indonesia Tanpa Okto

Laga Bola - Timnas Indonesia akan melakukan training camp di Austria. Sejumlah nama telah dikantongi pelatih Alfred Riedl. Sayang, tidak ada nama Oktovianus Maniani dalam daftar.

Riedl yang didampingi oleh manajer BTN, Iman Achmad Cahyadi, pada konferensi pers di Plaza FX, Senin (14/3/2011) mengeluhkan adanya beberapa perubahan jadwal pada persiapan latihan timnas, karena hingar bingar PSSI dan kongres yang akan dilaksanakan.

Riedl juga memberikan informasi, Okto telah dicoret dari timnas karena masalah indisipliner yang kembali dilakukannya. Posisi bintang muda asal Papua itu akan digantikan pemain lain, untuk persiapan pada ajang SEA Games di Palembang.

“Okto mempunyai talenta yang bagus, tapi talenta saja tidak cukup,” saut Riedl menanggapi pencoretan bintang Sriwijaya FC tersebut. “Namun, Okto dapat kembali ke timnas, jika dirinya berubah menjadi lebih baik.”

Berikut Susunan Skuad Garuda Merah Putih:
Kiper: Kurnia Mega, Rifky Mokodompit, Arditani Ardyaksa.
Belakang: Diego Michels, Henry Susilo, Ivan Raditya, Ruben Wuarbanaran, Gunawan Dwi Cahyo, Abdul Rachman, Fauzan Djamal.
Gelandang: Stevie Bonsapia, Zulham Zumrud, Hendro Siswanto, Egi Melgiansyah, Lasut Mahadirga, Ferdinan Sinaga, Dendi Santoso
Penyerang: Jajang Muliana, Yongki Ariwibowo, Fauzi Rishadi.

Alfred Riedl Ungkap Atas Kekalahan Timnas U-23

Laga Bola – Timnas Indonesia harus tersingkir dari ajang Pra-Olimpiade 2012. Pelatih Alfred Riedl mencoba mengungkap faktor kekalahan Oktovianus Maniani dkk.

Seperti diketahui, Garuda Muda gagal terbang ke London, setelah dua kali ditekuk Turkmenistan. Dalam pertandingan leg kedua di Ashgabat Olympic Stadium Rabu (9/3/2011) lalu, Timnas Indonesia muda kembali dikalahkan Turkmenistan 0-1.

Riedl mengunkapkan bahwa, seluruh tim telah bermain dengan sangat baik pada pertandingan tersebut. Para pemain sangat bersemangat dan berjuang dengan sangat baik, namun keberuntungan belum berpihak kepada mereka.

Pada pertandingan tersebut, Riedl mengaku kecewa dengan kondisi lapangan di Ashgabat yang dianggapnya sangat buruk, sehingga berpengaruh juga pada bentuk permainan timnas Indonesia.

“Saya telah melatih selama 40 tahun, namun belum pernah melihat kondisi lapangan seburuk itu” ungkap Riedl.

Riedl juga mengeluhkan, kondisi hotel yang tidak nyaman untuk ditempati, karena sangat panas, Namun khusus untuk kondisi cuaca ketika bermain, tidak menjadi halangan bagi para punggawa Garuda. Riedl pun menegaskan, Garuda Muda menargetkan medali di ajang SEA Games.

Untuk memenuhi target itu, Timnas Indonesia akan melaksanakan persiapan jangka panjang. Hal ini dilakukan, untuk membenahi problem utama pemain yaitu cedera, dan sakit yang kerap diderita oleh skuad merah putih tersebut.

Indonesia Menduduki Peringkat Ke-24 di Asia

Laga Bola – Sepakbola Indonesia masih belum bisa menunjukan prestasi besar baik dikancah dunia, maupun di region Asia. Indonesia hanya menempati peringkat 24 Asia, untuk undian Kualifikasi Piala Dunia 2014. Sementara jawara Asia, Jepang, menempati peringkat satu Asia, untuk undian yang akan dilakukan pada 30 Maret mendatang. Prestasi Jepang cukup baik dengan melaju ke babak kedua Piala Dunia 2010 dan menjadi juara Piala Asia, Januari lalu.

Korea Selatan ada di posisi kedua dua di bawah Jepang. Korsel lebih baik setingkat dari Australia yang ada di peringkat ketiga. Posisi keempat ada Korea Utara, disusul Bahrain, Arab Saudi dan Iran.

Wakil Asia Tenggara yang mendapat peringkat paling baik adalah Thailand dengan ada di posisi 18. Malaysia ada di posisi 28 dan Vietnam ada di tempat 34.

Ranking Asia:
1. Japan, 2. Korea Republic, 3. Australia, 4. DPR Korea, 5. Bahrain, 6. Saudi Arabia, 7. Iran, 8, Qatar, 9. Uzbekistan, 10. UAE, 11. Syria, 12. Oman, 13. Jordan, 14. Iraq, 15. Singapore, 16, China, 17, Kuwait, 18. Thailand, 19. Turkmenistan, 20. Lebanon, 21, Yemen, 22. Tajikistan, 23. Hong Kong, 24. Indonesia, 25. Kyrgyzstan, 26. Maldives, 27. India, 28. Malaysia, 29-30, Afghanistan, Cambodia, 31. Nepal, 32. Bangladesh, 33-34. Sri Lanka, Vietnam, 35. Mongolia, 36. Pakistan, 37. Palestine, 38. Timor Leste, 39. Macau, 40-41. Chinese Taipei, Myanmar, 42-43. Bhutan, Guam, 44-45. The Philippines, Laos

"Klub LSI Tidak Layak Dapat Dana APBD"

Laga Bola – Masa depan beberapa klub Liga Super Indonesia (LSI) tengah terancam. Pasalnya, Anggota Komisi X DPR RI menilai klub sudah tidak layak dapat dana APBD.

Ya, klub LSI yang selama ini tergantung dari dana APBD, tengah terancam. Sebab, penggunaan uang rakyat oleh klub saat ini sedang mendapat catatan khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nasib pengajuan anggaran Persija saat ini memang semakin tidak menentu. Anggota Komisi X DPR RI Dedi Gumelar menyatakan, klub profesional tidak lagi layak mendapatkan subsidi uang rakyat.

Acuannya tetap Permendagri Nomor 5 Tahun 2007. Namun, Mendagri sebelumnya sudah menerbitkan surat yang menyatakan pemberian subsidi bagi peningkatan prestasi sepakbola di Indonesia.

’’Isi Permendagri tetap sama. Klub profesional tidak boleh mendapatkan jatah APBD. Kini sudah saatnya klub berpikir mencari sumber lain,’’ demikian kata Dedi.

Bukan hanya klub, lampu merah juga diberikan bagi Timnas Indonesia. Demi mendukung performa Merah Putih di kancah internasional, pemerintah juga telah memberikan stimulan APBN senilai Rp20 miliar setahun.

Namun, pada tahun pertama subsidi, Merah Putih hanya mendapatkan jatah Rp10 miliar dan sisanya akan dicairkan pada 2011. Miing, sapaan Dedi, menyatakan bahwa Timnas Indonesia juga tidak rutin mendapatkan subsidi per tahunnya.

Demi Indonesia Bonek-Aremania Tak Mau Bermusuhan

Laga Bola – Bonek dan Aremania selama ini dikenal sebagai dua kelompok suporter yang tidak rukun satu sama lain. Namun demi Indonesia, keduanya memilih yang damai saja. Fenomena ini ditemui di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Rabu (29/12/2010), hanya beberapa jam menjelang laga final kedua AFF Suzuki Cup antara Indonesia melawan Malaysia.

Di pintu 5 SU GBK, terdapat sekelompok Aremania (pendukung Arema). Rombongan ini berjumlah kira-kira 50 orang dan mengaku sudah tinggal di Jakarta sejak tiga hari terakhir.

Sementara kelompok Bonek (pendukung Persebaya Surabaya) memilih nongkrong di dekat pintu 8. Rombongan ini punya anggota 20-an orang dan sudah berada di Jakarta sejak seminggu lalu..

Meski biasanya Aremania dan Bonek bermusuhan, kali ini tidak. Kedua kelompok mengaku tidak masalah bertemu kelompok seterunya. Pasalnya, saat ini mereka mendukung satu tim: Indonesia.

“Tidak ada masalah mas (ketemu Bonek. Sekarang kita mendukung Indonesia, bukan bawa nama kedaerahan. Kita nggak mau ribut, kita ke sini bela nama Indonesia,” kata Indra dari kelompok Bonek kepada detikSport.

Ucapan senada diungkapkan perwakilan Aremania, Afandi, dalam kesempatan terpisah.

“Biasa saja ketemu bonek. Tidak ada masalah. Sekarang kita mendukung Indonesia, bukan lagi bawa-bawa nama klub atau wilsayah. Jadi teman-teman juga berjanji tidak akan ribut. Pokoknya peace lah hari ini. Kita dukung Indonesia, Insya Allah menang!” tekad Afandi.

"Jangan Mau Kalah dengan Malaysia"

Laga Bola – Kekalahan Timnas Indonesia saat laga final AFF 2010, ternyata tetap menumbuhkan rasa patriotisme di masyarakat. Tidak terkecuali dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Saat membuka diskusi di Mega Institute pada Selasa (28/12/2010), putri proklamator itu tetap memberi semangat kepada pasukan merah putih untuk melawan Malaysia di leg kedua.

“Ini kan lagi demam bola. Saya juga berharap, siapa sih yang tidak berharap (kemenangan). Saat itu, cucu saya bilang waktu (Indonesia) kalah. Dia mengatakan kita tidak boleh menyerah. Saya balas, pantang mundur, Garuda di dadaku!,” kata Mega.

“Cucu saya sendiri yang berumur 8 tahun juga bersemangat dengan Timnas. Timnas Jangan Pantang Mundur, Jangan Mau Kalah Sama Malaysia kata cucu saya,” timpalnya.

Oleh karena itu, kekalahan di Bukit Jalil bukan berarti kiamat bagi punggawa Garuda. “Garuda harus di dadaku,” paparnya.

Sekadar informasi, dalam pertandingan di Bukit Jalil, Malaysia pada Minggu 26 Desember, punggawa Indonesia harus takluk 0-3 dari Timnas Malaysia. Namun permainan di sarang Malaysia diwarnai dengan tindakan tidak supportif penonton Malaysia.

Sejak awal pertandingan, sinar laser diarahkan kepada mata sejumlah pemain Timnas Indonesia. Bahkan pada menit ke 68, pertandingan sempat dihentikan karena ulah para suporter.

Jelang Piala AFF, Kalah atau Menang GBK Jangan Dirusak

Laga Bola – Tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok orang di Stadion Utama Gelora Bung Karno mengundang kekhawatiran akan ada aksi susulan. Pengelola GBK minta, Indonesia menang atau kalah, GBK jangan dirusak.

Seperti diberitakan, ribuan orang merangsek masuk ke SUGBK pada hari Minggu (26/12/2010) akibat marah pada ketidakbecusan PSSI dalam hal distribusi tiket.

Selain menjebol pagar, banyak di antara mereka yang kemudian menginjak-injak lapangan, hanya tiga hari sebelum tempat itu menggelar partai final kedua, 29 Desember. Pengelola GBK meminta hal itu tidak diulangi.

“Stadion adalah warisan nasional. Kita berharap, kalau besok menang jangan dirusak, kalau lebih lagi, juga jangan dirusak,” ujar M Nigara, pengelola GBK, di kantor PSSI, Selasa (28/12/2010).

“Mari kita jaga, karena stadion tidak salah,” imbuhnya.

Sehabis menerima aksi vandal sejumklah orang, Nigara memastikan bahwa rumput di SU GBK siap untuk menjadi pentas terakhir kompetiisi paling elit di Asia Tenggara itu.

“Rumput dalam kondisi 100 persen besok jam 12 (siang),” kata Nigara.

“Kita dari kemarin sudah kasih vitamin supaya lapangan jadi bagus. Pagar yang sempat dirusak, perlu dilaporkan dalam kondisi 95%, pintu sudah selesai diperbaiki. Pokoknya GBK siap,” pungkasnya.

Pages:123Next »
Sogobet.com
Asiabola | Taruhan Bola | Judi Bola | Bandar Bola
Taruhan Bola | Agen Bola | Judi Bola
Agen Bola | Agen SBOBET | Agen IBCBET | Istanabola.com
promo asiatangkas