Ancelotti dan Wenger Bela Fergie
May 14, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Untuk kali kesekian Sir Alex Ferguson terancam sanksi menyusul komentarnya soal wasit. Karena pernyataan yang dikeluarkan bersifat positif, Fergie dapat dukungan dari Arsene Wenger dan Carlo Ancelotti. Yang membuat Fergie kini terancam hukuman adalah komentar yang dia lontarkan pada wasit Howard Webb. Usai memimpin laga MU vs Chelsea yang berkesudahan 2-1 buat The Red Devils, Fergie menyebut pengadil botak itu sebagai yang terbaik di dunia.
Meski mengeluarkan penyataan positif, tindakan pelatih asal Skotlandia itu tetap dianggap tak patut oleh FA yang kemudian memutuskan mendakwanya. Karenanya dia didakwa FA dan diberi kesempatan hingga 16 Mei untuk memberikan tanggapan atas dakwaan tersebut.
Jika biasanya Fergie dapat kecaman akibat komentarnya terhadap wasit, maka tidak demikian dengan yang satu ini. Karena sanjungan yang dikeluarkan, dia malah dapat dukungan dari Carlo Ancelotti.
“Saya pikir dia berbicara soal hal positif terkait Howard Webb. Saya pikir dia tak menoba memberi tekanan pada wasit sebelum pertandingan. Saya terkejut dengan hal ini,” seru Ancelotti di ESPNStar.
Bukan cuma Carletto yang berada di belakang Fergie. Meski dalam beberapa kasus kerap berseberangan, Arsene Wenger kali ini juga tak sependapat dengan FA.
“Itu sebuah kejutan dari FA”, sahut Wenger sambil tertawa. “Mereka (FA) tak terbiasa dengan dia (Fergie) mengeluarkan pujian. Dia punya hak untuk mengeluarkan pendapat itu.”
“Buat saya itu bukan masalah besar untuk mengatakan kalau seseorang berkata dengan positif. Saya tak akan menghukumnya atas tindakan tersebut,” lanjut Wenger.
Penunjukkan Webb untuk laga MU vs Chelsea tersebut sebelumnya memunculkan kontroversi. Itu terkait status Webb yang dituding sebagai ‘fans MU’ setelah dalam beberapa laga kerap menguntungkan The Red Devils.
Webb sendiri menepis anggapan tersebut setelah tampil bagus dalam laga di Old Trafford tersebut. Beberapa keputusan yang dia buat justru dianggap merugikan tuan rumah, meski MU tetap menang 2-1.
Wenger Merasa Bersalah Atas Kekalahan Arsenal
April 25, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Kekalahan Arsenal dari Bolton Wanderers membuat Arsene Wenger begitu menyesal. Dia juga rela jika publik terus menyalahkannya atas hasil buruk yang semakin menipiskan peluang merebut gelar juara.
“Jika ada yang patut disalahkan, maka saya orangnya. Saya yang mengarahkan tim dan memilih pemain,” ujar Wenger.
Pelatih berjuluk The Professor lalu meminta semua pihak tidak mencaci para pemainnya karena mereka sudah berjuang sangat keras sepanjang musim. Wenger kemudian mengaku kalau kegagalan Arsenal musim ini berpangkal pada minimmnya pengalaman tim.
“Saya rasa pemain sudah menunjukkan usaha keras sepanjang musim, jadi jangan salahkan mereka. Ya, kegagalan ini sangat tidak memuaskan. Bahkan sekarang terjadi dengan begitu mudah,” cetusnya.
“Kami masih belum dewasa, kurang pengalaman dan tidak bisa tenang mengahadapi situasi genting,” pungkas pria asal Prancis seperti dikutip The Sun, Senin (25/4/2011).
Kekahalan 1-2 dari Bolton membuat The Gunners kini berada di posisi ketiga klasemen sementara Premier League dengan mengumpulkan 64 poin. Peluang mereka mengejar selisih sembilan poin dengan sang pemuncak Manchester United terbilang mustahil karena kompetisi hanya menyisakan empat laga.
Jika benar-benar terjadi, maka ‘Meriam London’ memperpanjang puasa gelar mereka sejak 2004 silam. Sungguh malang, padahal musim ini mereka nyaris saja merengkuh gelar Carling Cup, sebelum akhirnya kandas oleh Birmingham City di partai puncak.
Wenger: Barcelona Tetap Favorit
February 17, 2011 by Administrator · 1 Comment
Laga Bola – Arsene Wenger mengklaim kemenangan 2-1 Arsenal atas Barcelona sebagai malam yang spesial. Namun, pelatih asal Prancis masih mengakui skuad besutan Pep Guardiola sebagai favorit ketimbang timnya.
Pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (17/2/2011) dini hari tadi, The Gunners secara mengejutkan mampu menaklukkan Raksasa La Liga di Emirates Stadium. Padahal, Blaugrana unggul lebih dulu melalui gol David Villa, sebelum tuan rumah membalikkan keadaan berkat gol Robin Van Persie dan Andrey Arshavin.
Kendati demikian, Wenger enggan jumawa dan tetap melihat Lionel Messi dkk memiliki kans besar lolos ke babak berikutnya. “Saat ini kami bukan favorit. Tapi, penting bahwa kami yakin masih punya kesempatan. Barcelona tetap favorit.”
“Setelah malam ini (waktu setempat), kami tahu bahwa kami bisa mengalahkan mereka dan kami tidak mengetahuinya tahun lalu,” ujar The Professor, seraya mengenang kemenangan agregat 6-3 Barca pada perempatfinal musim lalu.
Atas kemenangan ini, Meriam Muda London tentunya menyimpan kepercayaan diri tinggi guna menghadapi leg kedua di Camp Nou, pada 8 Maret mendatang. Namun, Wenger enggan melupakan pertarungan sengit akan tersaji di markas Barca tersebut.
“Hasil malam ini memberi kami harapan untuk bertandang ke Barcelona dengan penuh keyakinan. Kami menyadari laga tersebut akan sangat sulit,” imbuhnya.
“Tapi, kami akan mempersiapkan diri dengan baik dan tetap fokus, serta berusaha menyuguhkan permainan kami seperti biasa,” tutup Wenger, seperti dilansir AAP.
Perfoma Liverpool Sudah Mulai Menggeliat
January 27, 2011 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Tampil di kandang sendiri, Liverpool harus bekerja ekstra kala menghadapi Fulham. Gol bunuh diri pemain Fulham sudah cukup membawa Steven Gerrard dkk meraih kemenangan di Anfield, Kamis (27/1/2011).
Kenny Dalglish yang membidik poin penuh untuk memperbaiki posisi di dalam klasemen menerjunkan pemain terbaiknya. Di line-up The Reds, caretaker Liverpool itu memasang Steven Gerrard, Dirk Kuyt, dan tidak ketinggalan Fernando Torres. Diharapkan bisa memimpin lebih dulu, Liverpool yang tampil dengan dukungan penuh ribuan supporternya harus berjibaku dengan Fulham di babak pertama.
Sejumlah peluang emas yang mereka dapat sejauh ini belum bisa dikonversikan menjadi gol. Torres yang dituntut memberi kontribusi besar buat The Anfield Gank, membuat sesisi Anfield sempat bersorak melihat gol cepat yang dilesakknya. Sayang, wasit menganulir gol tersebut karena Torres berada dalam posisi off-side. Seisi Anfield pun harus lebih bersabar menunggu gol yang dinanti.
Penantian The Kop nampakanya berjalan lebih lama. Pressing ketat dari Fulham plus penampilan gemilang kiper Fulham, David Stockdale menjadi rintangan utama Liverpool untuk memimpin pertandingan.
Untuk mensiasatinya, tendangan spekulasi dari luar kotak penalti menjadi solusi terdepan Liverpool untuk mencuri gol dari tangan Fulham. Glenn Johnson yang berinisiatif membantu serangan, belum bisa memecah kebuntuan Liverpool. Sepakan diagonalnya masih melambung tinggi di atas mistar Stockdale.
Tidak mau kalah, Fulham coba memberikan penetrasi ke jantung pertahanan Liverpool. Andrew Johnson dan Moussa Dambele yang dipercaya Mark Hughes untuk menggedor jantung pertahanan Liverpool pun belum bisa menggetarkan jala Pepe Reina. Meski sejumlah peluang berbahaya acapkali mereka hadirkan di kotak 16. Hingga turun minum, skor 0-0 masih terpampang di papan skor.
Lanjut di babak kedua, Liverpool mendapat keberuntungan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, bek Fulham, John Pantsil yang hendak menyapu bola malah tidak kuasa mengontrol laju bola yang justru bergerak bebas masuk ke gawang. Gol bunuh diri Pantsil membuat Liverpool unggul 1-0.
Selepas gol tersebut, kedua tim berinisitif untuk tampil terbuka. Fulham yang mengarahkan segala daya upaya untuk menyamakan kedudukan selalu terbentur dengan kesigapan Reina menghalau bola. Kans The Cottagers mencetak angka datang dari Clint Dempsey. Sayang, gelandang serang asal Amerika Serikat itu harus gigit jari melihat respon cepat Reina menangkap bola sepakannya.
Pun demikian dengan Liverpool yang tidak henti-hentinya ingin menambah gol. Torres yang tampil di atas performa coba mengkreasikan serangan bersama Raul Meireles. Apa daya, Stockdale yang sulit ditembus membuat Torres harus bekerja ekstra. Tidak mau ketinggalan, Gerrard juga berusaha sekuat tenaga untuk memperbesar keunggulan Liverpool.
Usaha mati-matian kedua tim akhirnya terhenti di tangan wasit. Skor 1-0 untuk Liverpool bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Tambahan tiga angka yang diperoleh, Liverpool berhasil menyodok ke peringkat 7. Sementara Fulham harus puas turun ke peringkat 15.
Susunan Pemain:
LIVERPOOL: 25-Pepe Reina, 2-G. Johnson, 5-D. Agger, 37-M. Skrtel, 34-M. Kelly, 17-M. Rodríguez, 8-S. Gerrard, 28-C. Poulsen (6-Fábio Aurélio’80), 4-Raul Meireles, 18-D. Kuyt (33-J. Shelvey’66), 9-Fernando Torres
FULHAM: 12-D. Stockdale, 4-J. Pantsil, 18-A. Hughes, 5-B. Hangeland, 6-C. Baird, 23-C. Dempsey, 7-S. Sidwell, 16-D. Duff (11-Z. Gera’63),13-D. Murphy, 30-M. Dembélé, 8-A. Johnson
Fergie: “Soal Lapangan Itu Cuma Kilah Wenger”
December 15, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Usai Arsenal kalah dari Manchester United, Arsene Wenger menyalahkan buruknya kondisi lapangan Old Trafford. Manajer MU Sir Alex Ferguson menganggap itu cuma kilah Wenger.
Arsenal pulang dengan kekalahan 0-1 dari MU saat dua tim raksasa Liga Inggris itu bentrok pada Selasa (14/12/2010) dinihari WIB. Usai pertandingan, Wenger mengkritik kondisi lapangan.
“Kualitas pertandingan tadi berkurang karena lapangan yang sangat buruk dan itulah mengapa kedua kesebelasan membuat banyak kesalahan teknis,” gusar Wenger saat itu.
Ucapan Wenger ditanggapi oleh Ferguson. Di mata Fergie, omongan Wenger itu cuma alasan karena sejatinya Arsenal memang kalah kelas dibanding tim asuhannya.
“Saya pikir soal lapangan tidak berhubungan. Kami cuma bermain lebih baik,” balas Fergie seperti yang diwartakan Guardian.
“Lapangannya bagus dan baik. Saya tidak punya masalah dengan lapangan dan saya terkejut mendengar hal ini dibicarakan. Saya pikir tidak ada yang pernah mengeluhkan lapangan kami,” imbuhnya.
Dapat Serangan dari Evra, Wenger Tetap Tenang
December 11, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Laga Bola – Meski kesal dengan penyataan Patrice Evra yang melecehkan tim asuhannya, pelatih Arsenal Arsene Wenger memilih tidak menanggapinya dengan emosional. Arsitek Prancis tersebut justru memilih untuk tetap tenang dan fokus.
Diketahui, beberapa saat lalu Evra memang sempat melontarkan intimidasi kepada kubu Arsenal yang akan melakoni laga tandang ke Old Trafford, Selasa (14/12/2010) dini hari WIB. Dalam perang urat syaraf yang dilontarkannya, Evra menyindir kegagalan Arsenal meraih satu pun gelar dalam lima musim terakhir.
Namun, intimidasi yang dilontarkan Evra ternyata tak membuat Wenger terpancing. Pelatih yang biasanya kerap bersikap emosional justru bersikap tenang dan memilih menginstruksikan anak asuhnya untuk tidak terpancing dan tetap menghormati tim dan pemain lawan.
“Dia (Evra) memberikan Anda (jurnalis dan fans) hal yang bagus untuk memanaskan suasana sebelum pertandingan. Kami hanya mencoba bermain bola seperti yang kami inginkan, bukan berdasarkan statement yang dilontarkan seseorang yang akan melawan kami,” ujar Wenger seperti dikutip Sky Sports, Sabtu (11/12/2010).
“Secara pribadi, saya percaya jika Anda adalah pemain besar, maka Anda akan selalu menghormati lawan dan itulah yang coba kami lakukan saat ini,” tambahnya.
Ditanya perihal komentar yang dilontarkan Evra sudah kelewatan? Wenger menjawab, “Saya serahkan kepada kalian untuk membuat penilaian. Kami tak ingin membicarakan hal yang tidak dibutuhkan sebelum pertandingan besar seperti ini,” tegasnya.
“Kami ingin fokus terhadap apa yang kami akan tampilkan dan kami tak ingin menanggapi provakasi seperti itu sebelum pertandingan. Kami termotivasi untuk untuk memenangkan pertandingan dan tentunya dengan kualitas sepak bola yang ingin kami tampilkan,” lanjutnya.
Manajer Arsene Wenger Lindungi Lukasz Fabianski
February 18, 2010 by Administrator · Leave a Comment
Porto Laga Bola – Malam yang begitu buruk buat Lukasz Fabianski di Estadio do Dragao, saat dirinya melakukan blunder fatal yang merugikan timnya. Namun manajer Arsene Wenger melindungi sang kiper — setidaknya di depan umum.
Fabianski yang turun mengawal gawang Arsenal saat dijamu FC Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions Kamis (18/2/2010) dinihari WIB, sepertinya takkan melupakan pertandingan ini.
Di menit 11 ia tidak lengket dalam menangkap bola tendangan tak berbahaya Silvestre Varela. Bola masuk ke jalanya sendiri, dan The Gunners tertinggal 0-1.
Lalu di menit 51 ia menangkap bola backpass Sol Campbell sehingga Porto memperoleh hadiah tendangan bebas. Tambah sial, pemain Porto dengan cerdik mengambil freekick dengan cepat, ketika Fabianski belum siap dengan posisinya. Gol itu mengubah kedudukan menjadi 2-1, dan bertahan hingga pertandingan selesai.
“Saya tak mau membahas penampilan individu,” tukas Wenger .
“Saya tak ingin menilai dia di depan orang-orang. Kami kalah sebagai tim, menang pun sebagai tim. Penampilan individu-individu tidak perlu diulas untuk publik,” tambah manajer asal Prancis itu.
Pembelaan Wenger buat Fabianski terutama diberikan atas blunder yang melahirkan gol kedua Porto. Menurutnya, freekick yang diberikan untuk Porto pun tidak layak.
“Backpass Campbell tidak disengaja karena bola lebih dulu ditendang pemain lawan (Varela), lalu mengenai Sol. Kalau Anda membiarkan tim melakuka tendangan bebas tak langsung dengan cepat dari jarak lima meter dari gawang, bagaimana Anda mesti bertahan? Mendingan juga penalti sekalian. Sudah lama saya tidak melihat yang seperti itu.”
Wenger mengkritik keras kepemimpinan wasit Martin Hansson terutama karena membiarkan Porto melakukan freekick ketika timnya belum siap. Ia juga menyesalkan insiden dijatuhkannya Thomas Rosicky oleh Alvaro Pereira di kotak penalti Porto.
Hansson adalah wasit yang mengesahkan gol kontroversial Prancis di pertandingan playoff melawan Republik Irlandia November silam. Gol itu dicetak William Gallas yang menuntaskan umpan Thierry Henry, yang sebelum mengumpan rekannya itu terlihat sengaja menahan bola dengan tangannya.




